Breaking the Curse: Mr. Wolfy And The Reincarnated Witch (Sequel Of Surrogate Mother For Baby Wolfy)

Breaking the Curse: Mr. Wolfy And The Reincarnated Witch (Sequel Of Surrogate Mother For Baby Wolfy)
Bab 12 - Ivyanne = Ivory?



Tubuh Ivyanne melayang, diikuti hal yang sama oleh Zach. Namun, itu bukan atas keinginan atau kekuatannya sendiri melainkan kekuatan Ivyanne.


Dan gadis itu mencengkeram makin erat hingga terdengar suara gemeretuk tulang yang nyaris remuk disertai erang kesakitan dari mulut Zach.


“ARGH!”


Saat itulah Ivana dan Drake mulai sadar dan terlepas dari pengaruh sihir Ivyanne kemudian menyaksikan secara langsung bagaimana gadis itu tengah dalam proses mengantarkan Zach ke neraka.


“Ivy! Apa yang kau lakukan?! Kumohon lepaskan dia, Ivy!” pinta Ivana yang tak tahan melihat sang suami yang disiksa sedemikian rupa. “Ivy, kumohon lepaskan dia, Ivy!”


Ivyanne tidak menuruti apa yang diminta oleh Ivana melainkan justru mempererat cengkeramannya. Matanya yang semula berwarna putih, kini berubah menghitam. Mulutnya tak henti merapalkan mantra siksaan untuk pria serigala itu.


Namun, keanehan terjadi ketika Ivyanne hendak mengakhiri nyawa Zach. Ia merasakan kesakitan yang sama yang tengah dirasakan oleh Zach.


Jika Zach saat ini merasa seluruh tulang-belulangnya serasa diremukkan, begitu pula yang dirasakan oleh Ivyanne.


Napas gadis itu terengah, cengkeramannya berubah lemah dan di detik berikutnya menjadi benar-benar terlepas seiring tubuhnya yang meluncur dan jatuh berdebum di tanah.


***


“Aku sudah katakan padamu kalau aku tak pernah setuju dengan idemu, Ivana. Ini gila! Mana mungkin aku menikahinya sementara aku tidak—“


“Ssh ... jangan terlalu keras bicaranya, Zach. Dan dengarkan ... ini demi kita, demi anak kita ... aku juga sudah jelaskan mengenai ini, bukan?” Ivana membingkai wajah suaminya dengan kedua telapak tangannya dan menatap sepasang bola mata milik pria di hadapannya dengan intens dan penuh cinta.


“Aku mencintaimu, Zach. Aku merindukanmu dan anak-anak kita. Aku ingin bisa memeluk kalian lebih lama.”


“Kau lihat! Kau bisa menyentuhku, Ivana. Tanpa perlu memintaku menikahi gadis itu, kau bisa melakukannya.”


Ivana menggeleng. Wajahnya berubah muram, menyadari kalau usahanya membujuk sang suami maupun Ivyanne pasti akan sia-sia.


Zach maupun Ivyanne tidak tahu apa pun mengenai Ivana. Namun, menurut pertimbangannya, mengatakan segalanya terlalu dini juga bukan hal yang benar. Karena hanya dirinya yang tahu pasti, ada harga yang harus dibayar untuk bisa kembali bersama Zach dan kedua putranya.


“Ini tidak akan bertahan lama, Zach. Dan ... aku tidak akan selalu bisa melakukan ini karena—“ Ivana menghentikan ucapannya. Kedua bola mata indahnya sudah tergenang bulir bening yang siap tertumpah.


“Karena apa, Ivana?”


“Karena kutukan itu, Zach. Aku tidak bermaksud menyalahkanmu atas ini, tapi aku juga punya batas waktu dan kau harus tahu itu. Itu sebabnya aku selama ini berusaha mencari tempat yang sesuai untuk kutinggali. Dan entah mengapa, Ivyanne-lah satu-satunya yang sesuai sengan kriteria yang kubutuhkan.”


“Tapi kau lihat tadi, kan? Dia berniat membunuhku!”


Ivana mendesah keras. Zach benar. Namun, tetap saja tak bisa dipungkiri bahwa Ivyanne pastilah dalam pengaruh sihir. Atau justru dirinya sendiri si pemilik sihir.


Ivana pernah melihat tubuh Ivyanne melayang kala terlelap. Jika sudah seperti itu, tentu saja ia tak bisa memakai tubuh Ivyanne untuk menghabiskan malam dengan Zach. Ia pernah mencoba merasuki Ivyanne dalam kondisi demikian dan yang terjadi adalah tubuhnya terpental jauh.


Itulah alasan mengapa Ivana tak bisa setiap malam bertemu dengan suaminya.


Karenanya, asumsi Ivana sangat masuk akal, bahwa Ivyanne mungkin memang memiliki kekuatan sihir, tetapi ia tidak menyadarinya.


***


Setelah sehari semalam tak sadarkan diri, Ivyanne terdengar melenguh dan membuka matanya perlahan. Zach dan Ivana yang menemani sejak malam sebelumnya, menyadari bahwa gadis itu sudah terbangun, bergegas menghambur ke arah Ivyanne sesaat setelah gadis itu membuka mata.


“Ivy, apakah kau baik-baik saja?” tanya Ivana yang membuat Ivyanne mengerutkan kening.


“A-apa yang terjadi padaku? Mengapa kalian—aw! Kepalaku ....”


Ivyanne memekik kesakitan saat berusaha bangkit dari ranjang dan dengan cepat Ivana membantunya.


“K-kenapa aku ada di rumah? Di mana Drake?” Semua pertanyaan Ivyanne membuat Zach heran dan bertanya-tanya. Bukankah gadis itu begitu buas saat hendak melenyapkan nyawanya?


Mengapa kini ia seolah tidak tahu apa-apa, atau mungkin ia memang tidak mengingat kejadian yang sebenarnya?


“Kau pingsan.” Ivana hendak membantu Ivyanne untuk duduk, tetapi Zach menuju ke arahnya dan menyingkirkan Ivana dari samping Ivyanne. Pria itu mengunci tatapan tajamnya pada kedua bola mata Ivyanne yang masih belum sepenuhnya.


Bagaimana pun ia belum sepenuhnya sadar.


“Siapa kau sebenarnya?” serang Zach dengan tangan mencengkeram erat pergelangan tangan Ivyanne.


“Aw! Aku tidak mengerti pertanyaanmu, Tuan Levy!. Lepaskan tanganmu, ini sakit!” pekik Ivyanne yang berusaha membebaskan dirinya dari tangan Zach yang membuat Ivyanne tidak berdaya.


Namun, bagaimana pun, Zach adalah seorang pria yang kekuatannya melebihi wanita seperti Ivyanne. Terlebih, Zach bukanlah manusia biasa.


Begitu pula Ivyanne.


Namun, satu hal yang membuat Zach bertanya-tanya, Ivyanne selalu berlagak bodoh dan tidak tahu apa pun setiap kali Zach mendesaknya mengenai kekuatan yang tiba-tiba muncul dan ia gunakan untuk melindungi diri maupun menyakiti orang lain.


Apakah memang gadis itu sengaja menyembunyikan jati dirinya?


“Jangan berpura-pura, Ivyanne! Ataukah aku harus memanggilmu, Ivory?” serang Zach yang justru membuat Ivyanne makin tak mengerti dan hanya mengerutkan kening sembari berusaha membebaskan diri dari Zach.


“Sayang, kumohon jangan terlalu keras terhadapnya. Mungkin saja kau salah sangka. Tidak mungkin Ivory seusia dengan Ivyanne. Bukankah ia bahkan lebih tua dariku? Mungkin Ivyanne memang memiliki kekuatan itu, tetapi ia tidak tahu apa-apa.” Ivana berusaha membela Ivyanne. Ia lalu menoleh pada gadis malang itu.


“Benar begitu, kan, Ivyanne?”


Ivyanne belum sempat menjawab, dan Zach sudah memotong perkataannya.


“Ivory adalah penyihir, Ivana. Jadi apa pun bisa terjadi. Jangan terkecoh dengan wajah polos gadis ini! Aku yakin, ia bisa merubah wajahnya menjadi siapa pun.”


Ivana hanya menghela napas kala mendengar tuduhan Zach terhadap Ivyanne yang tidak bisa dibantah sama sekali. Padahal benar seperti apa yang dikatakan Ivana, mungkin saja itu hanya sebuah kebetulan.


Atau bisa jadi, apa yang dikatakan Ivyanne adalah kebenaran, bahwa ia memang tak tahu apa pun mengenai kekuatannya.


Lantas, bagaimana gadis itu bisa melakukan semua itu? Dari mana ia dapatkan kekuatan sihir sebesar itu?