
Aku dan kakak sudah sampai rumah....
Hah?
"mah? mengapa barang-barang kita di masukan tas dan kardus?" ucapku kaget sambil melihat barang-barang serta tumpukan kardus yang tidak beraturan.
"kita akan pindah ke Inggris"
HAH???!!!
"mah! aku tidak mau pindah ke Inggris! aku sudah nyaman di sini"
"Angel... dengar kata mama... kita harus pindah lagi"
"tapi kata mama kita tidak akan pindah lagi dan menetap disini"
"ada perubahan, ayo bersiap dari sekarang. pesawat kita datang besok siang, besok pagi pergilah ke sekolah untuk pamit dan langsung ke bandara"
"tapi mah..."
"jangan bantah omongan mama! kalau kau mau disini, tinggalah sendiri di sini*!"
Aku mengalah dan langsung menuju kamar untuk membereskan barang-barang ku.
.
.
.
.
Keesokan paginya....
Aku datang ke sekolah dengan raut wajah sedih. Entah mengapa ini bisa terjadi kepadaku...?
"yhaa cacingan..."
Panggilan yang kukenal, aku berhenti sejenak. Aku tidak ingin mengatakan itu kepada Jonathan entah mengapa dan aku lalu pergi.
"hei cacingan? kenapa kau tidak mendengarkan ku? oya kan cacing tidak punya telinga~~"
Jonathan berlari kecil untuk mendatangi Angel.
"apa kata-kata ku ada yang salah? aduhhh, padahal biasanya engga tuh" seperti itulah batin Jonathan.
Jonathan juga mulai merasa aneh karena Angel tidak mengenakan seragam sekolah seperti biasa.
"hei mengapa kau tidak pakai seragam? mau menjadi nakal sepertiku? iya?~~" Ucap Jonathan sambil memegang lengan Angel untuk menghentikan ku.
"Jonathan! apaan sih" ucapku sambil melepaskan genggaman nya.
Mood ku itu membuat ku langsung marah-marah tanpa alasan. Aku melihat wajah Jonathan sejenak, wajahnya terheran-heran melihatku. Tapi aku tetap tidak mau mengatakannya. Aku memutuskan berlari ke kelas. Reflek Jonathan juga mengikuti ku dari belakang.
"Angel~ kenapa?" ucap Jonathan.
Aku melihat Jonathan
menghela nafas dan segera berkata.
"nanti kau akan tau sendiri"
ucapku sambil mengalihkan pandangan darinya.
"maaf.." ucapku sambil menunduk.
"yha~ yha~ angel~ kau bisa serius begitu?~ mau kuberi serbuk cabe lagi kah? hm?~" ucap Jonathan sambil mengangkat botol serbuk cabe.
"ya Jonathan! aku sedang berbicara serius dengan mu!" ucapku sambil menatap Jonathan yang sedang membawa botol itu.
"hah? apa maksudmu?? hm?"
KRINGGGG KRINGGGG
jam pelajaran pertama dimulai
Yah~ baru pertama ini aku melihat Jonathan sudah ada di kelas jam segini, biasanya ia telat hahaha. Jonathan pun langsung duduk di bangkunya. Dengan segala keingintahuan nya yang belum terbayar kan.
Pak guru datang seperti biasanya. pertama-tama pak guru melakukan absen seperti pagi biasanya. pak guru pun mengodeku untuk maju ke depan kelas sekarang juga.
mengerti dengan maksud guruku itu, akupun langsung membawa tas yang ku gendong dan segera maju ke depan. Hal itu sontak membuat para murid sekelas bertanya-tanya.
"bapak ada kabar, bahwa Angel akan pindah ke Inggris sekarang juga. Dan Angel akan berpisah dengan kalian semua, dia akan berangkat sebentar lagi setelah berpamitan dengan kalian semua, katakan sesuatu yang ingin kalian katakan kepada Angel" ucap pak guru menjelaskan.
"HAH????!!!" Ucap sekelas yang sontak kaget mendengar berita itu, kecuali Jonathan yang hanya diam dan melihat kedepan tanpa respon apapun.
"hm.. mamaku punya perkejaan di Inggris jadi aku harus mengikuti nya juga kesana... begitulah" ucapku sembari menunduk.
"Um... tapi aku sangat senang menghabiskan waktu di kelas ini bersama kalian semua dan maafkan aku jika selama aku di sini ada kesalahan yang aku perbuat" ucapku.
"Angel! jangan lupa untuk menghubungiku ya" ucap albert yang ku balas dengan senyuman.
"Angel .. terimakasih kamu sudah disini, kamu benar-benar teman yang baik" ucap Kent.
"terimakasih" balasku.
hal itu juga disusul oleh seluruh seisi kelas yang membuatku terharu.
Hal itupun berlalu aku berjalan keluar kelas dengan sambutan dan ucapan selamat tinggal dari kelasku. aku senang sekali menemukan teman seperti itu.
saat aku berjalan, aku terkejut karena aku ditarik di tempat sepi. aku tidak bisa melihat jelas wajah itu, dan juga tidak bisa berteriak karena orang itu menutup mulutku dengan tangannya.
Siapa ini???, batinku.
"Angel..."