BITTERSWEET

BITTERSWEET
°eps 5



Hari ini aku bangun kesiangan.


Aku hanya makan selembar roti selai dengan minum susu putih hangat. Aku sangat bersyukur karena hari ini tidak ada pelajaran olahraga yang dapat menguras habis tenagaku.


"Yhaa Angel, mengapa kau terlihat lesu? apakau sakit?" , tanya Kent.


"*Tidak juga, aku hanya kurang sarapan jadi seperti itu" , balasku.


"Gimana kalau kita makan bersama pada saat istirahat pertama di kantin?"


"B*oleh juga nih**"


Jam pelajaran sudah aku lalui semua. Sekarang adalah waktunya istirahat pertama selama 25 menit. Seperti ajakan Kent tadi pagi, kita makan bersama di kantin sekolah.


Sesampainya di kantin, Kent langsung membelikan makanan untuk ku dan juga untuk dirinya sendiri. Sedangkan aku sedang memilih tempat duduk yang nyaman di tempati.


"Yha Angel, ini makanan mu"


"Makasih Kent"


Angel baru memakan beberapa suap sendok dan tiba-tiba seseorang datang mengganggu nya.


"Ehh~ tumben sekali si cacingan ini makan di kantin pada jam istirahat"


Aku sudah bisa menebaknya itu siapa. Si waria kurang ajar yang suka mengusili ku dan selalu mengganggu ku.


"Terserah ku dong, lu siapaku, kenal ga"


"Ih ketus amat"


"Bodoamat"


Kent yang melihat pertengkaran kami berdua hanya bisa diam saja karena sudah terbiasa. Aku kembali menatap makanan ku dan mulai berniat makan. Tapi...


.


.


.


Jonathan menumpahkan makanan itu ke lantai.


"Dasar waria! bisa tidak kau ga ganggu aku sehari! sedang makan pun kau ganggu!"


"Yha~ maaf maaf~ aku tidak sengaja menumpahkan nya mungkin dikarenakan kantin rame hahaha"


Dari ekspresi wajahnya sudah menandakan bahwa ia sengaja melakukan itu.


"Woy Jonathan! kau jangan keterlaluan! Angel hanya makan sarapan sedikit! kau malah menumpahkan nya. Kau harus mengganti nya sekarang juga!" ucap Kent yang telah sukses mendinginkan suasana diantara kalian.


Wajah Jonathan yang awalnya terlihat usil, sekarang tiba-tiba menjadi serius dan Jonathan segera memberikan makanan lain untukku. Aku yang sudah cukup tersiksa, tanpa pikir panjang lagi langsung menyantap makanan yang dibawakan Jonathan.


"Uhuk uhuk uhuk... pedas sekali! kau tambahkan apa ini?" , ucapku yang baru saja makan sesuap dari makanan itu.


"Hihihi, hanya aku tambah merica bubuk 1 bungkus ke makanan itu? bagaimana? enak kan rasanya?", jawab Jonathan sambil tersenyum seperti setan.


"DASAR WARIA!!!"


Untukku kesekian kalinya, aku kembali mengejar Jonathan karena sangat kesal dengan ulahnya. Begitulah, sampai bel masuk terdengar dan kembali ke kelas. Ah tidak, hanya aku yang kembali ke kelas, karena si waria itu membolos kelas.


Besok nya lagi, dengan menggunakan eskrim yang sudah dicampur dengan bubuk cabe level 15.


Besok-besok nya lagi ia menjahiliku dengan menggunakan bubuk cabe level 40 dan sukses membuatku minum lebih dari 5 botol air yang membuat perut ku penuh dan kembung.


"*Hari ini adalah 1 Minggu setelah Jonathan menganggu Angel dengan makanan-makanan pedas, dasar kurang ajar" ucap Albert.


"Tumben sekali Angel belum datang sekolah, apa mungkin ia terlambat? tetapi ia tidak pernah terlambat!" gumam Albert.


"Hmmm... mengapa si cacingan belum datang? apakah ia membolos?" tanya Jonathan yang baru saja masuk* kelas.


"Woi Jonathan! aku tidak tau mengapa ia belum masuk, tetapi dia bukan sepertimu yang hobi membolos" balas Albert.


"Yahh~ padahal aku sudah membelikan bubuk cabe level 50:D"


"Kalian bisakah akur sehari saja? sungguh pemandangan yang tidak enak dilihat!"


"Ya bisa dibilang begitu, sebenar nya aku ingin mengembalikan topinya tetapi ia malah tidak masuk, yasudahlah*"


.....


Jam pelajaran utama dimulai


Albert terus memandangi kurus Angel. Ia tidak kunjung datang. Apakah ia terlambat? atau mungkin memang tidak masuk?


Tak lama kemudian guru wali kelas kami datang, dia mulai mengabsen dan mengatakan...


"Angel Levirna tidak masuk hari ini dikarenakan sakit"


Albert, Kent, dan Jonathan terkejut mendengar itu dan segera Albert bertanya pada guru.


"Pak! Angel sakit apa?"


"Mama Angel tadi pagi telp guru, sekarang Angel sedang dirawat di rumah sakit. Amandelnya jadi parah dan perlu menindaki operasi"


"HAH?!?"


Sekarang mata pelajaran pertama selesai, Jonathan duduk-duduk santai di bangkunya. Didalam diam nya ia memikirkan Angel, entah mengapa Angel muncul di otaknya.


"Hah? amandel? setahuku Angel emang punya penyakit itu. Jika terlalu banyak makan-makanan pedas bisa kambuh. Apakah ini salahku?" gumam Jonathan.


"Apa yang harus kulakukan? minta maaf? mengapa aku malah khawatir? biasanya aku tidak pernah seperti ini pada orang yang kuusili. tapi entah mengapa aku merasa diriku sangat bersalah. akulah penyebab sakitnya? kenapa?" gumam Jonathan.


"DASAR JONATHAN!!!"


Jonathan reflek langsung melihat ke arah orang yang mengumpatnya. Aku mendapati Clara salah satu teman Angel. Aku membenarkan posisi dudukku dan memandang nya heran.


"Apa maksudmu Clara?"


"bodoh! ini semua salahmu Jonathan! kau yang membuat Angel operasi! padahal ia selalu menghindari dari operasi tersebut! Dan kau malah....."


"Aku tidak pernah tau akan terjadi seperti ini"


"Diam!!! kau tidak usah mendekati Angel lagi mulai dari sekarang!!!!"


Setelah Clara mengatakan itu ia langsung pergi meninggalkan Jonathan ke luar kelas. Clara sangat akrab dengan Angel.


Aku masih heran sambil menatap bangku kosong tepat didepan ku, ya itu kursi Angel!