
Hari ini adalah hari Minggu yang kutunggu-tunggu. Hari ini aku akan ke kedai makanan yang sangat bervariasi bersama dengan Albert. Aku sudah bersiap-siap dan menunggu kedatangan Albert di ruang keluarga.
Aku kesana mengenakan, baju polos berwarna kuning, rok hitam polos, dan juga topi hitam kesayangan ku.
Ting tong Ting tong!
bunyi bel rumahku berbunyi.
Mama yang saat itu lagi membersihkan ruang tamu, reflek langsung membukakan pintu rumah.
Aku merasa itu Albert jadi aku langsung pergi menuju pintu luar.
"Selamat pagi Tante, saya teman Angel" Sapa Albert dengan sopan terhadap mamaku.
"Ah pagi nak, mau saya panggilkan Angel?"
"Boleh Tante, nanti saya izin pergi makan bersama Angel ya"
"Iya nak silahkan... Angellll!! ada teman mu"
"Iya ma, sebentar*..." balasku.
"Halo Albert, ayo kita berangkat sekarang"
"Oke"
sebelum berangkat aku dan Albert berpamitan dengan mamaku lalu segera pergi dengan Albert.
.....
Akhirnya aku sampai ke tempat tujuan. aku menikmati spaghetti dengan minum milkshake. aku sangat menikmati makanan dan minuman itu karena bagiku sungguh enak.
Tak lama kemudian kau merasa ada sesuatu dingin yang berada di topi mu yang aku pakai. hal itu membuatku risih dan juga tidak nyaman. Akhirnya aku menoleh kebelakang dan mendapatkan setan Jonathan itu.
"Yaa~~ maaf, kamu terlalu pendek jadi aku tidak melihat mu hihihi"
Ok Jonathan sangat kejam terhadap ku.
"Oi Jonathan! bisa tidak kau tidak mengganggu ku sehari saja! hari spesial pun kau ganggu"
"Aku akan selalu mengganggumu Angel~~ karena kau paling cocok untuk di ganggu hihihi"
Aku mencoba menahan amarahku terhadap nya karena sekarang berada di tempat umum. Lalu aku sadar jika masih ada sisa es krim di topi ku lalu aku membersihkan nya.
"Hahahaha kamu makan es krim stroberi? HAHAHAHHA kau ini benar laki-laki atau hanya berpura-pura menjadi laki-laki?"
"Suka suka dong mau makan apa, masalah lu wekkk~"
"Waria"
"Cacingan"
"Waria"
"Cacingan"
"Waria"
"Cacingan"
Akhirnya kami berdua kembali diam dan segera duduk lagi ketempat semula.
Aku kembali duduk di depan Albert. sedangkan Jonathan duduk di samping Albert.
"Angel, mau pakai topi ku? agar tidak kepanasan. mau tidak? kalau mau gapapa pakai saja". tanya Albert yang sedang melihat aku membersihkan topi ku tetapi masih ada noda yang mengecap disana.
"Tidak tidak usah Albert, tidak masalah" balasku.
"Dasar cengeng hahaha"
Si Jonathan itu mulai menggangguku lagi. Aku sangat menyukai topi itu, sudah ku pakai hingga bertahun-tahun dan tidak pernah ganti. Tetapi mengapa sekarang topi ku ternodai oleh es krim Jonathan.
"Sepertinya topi yang Angel pakai sangat berharga bagi nya, apa aku kelewatan?" ucap Jonathan dalam hati.
"Padahal aku ingin kesini bertemu Angel, yah dia malah cemberut. Biar aku tanggung jawab". ucap Jonathan dalam hatinya.
"Huh~ sini topi nya. biar ku cuci". ucap Jonathan sambil mengambil topi yang sedang aku bersihkan.
"Mau kamu apain lagi topi ku?!".
"Mau aku cuci lah, yakali aku buang"
"Jangan kau rusakan! awas kalau sampai rusak"
"Yaa~ mungkin akan ku campur dengan air selokan~ hihihi"
"Galucu-_-"
"Iya iya, mulutmu lebih cocok untuk air selokan itu hihihi"
"Serah lu waria"
.......
Sekarang aku sudah sampai rumah ku*.
"Sudah selesai kah kencan nya?". tanya mamahku sambil membukakan pintu rumah.
"Apa ma? aku tidak kencan. itu bukan pacarku"
"Yahh, mama kira itu pacarmu. kalau pacarmu beneran langgeng terus yaaa"
"Apa sih mah.."
Aku sangat tidak percaya mengapa kata-kata itu keluar dari mulut mamaku. Lalu aku berjalan menuju kamar meninggal kan mama yang sedang di sofa.
"Perasaan tadi kau pakai topi, mana topi mu sekarang?". tanya mama.
"Tadi teman ku jahil menumpahkan es krim ke topi ku. lalu ia bertanggung jawab untuk membersihkan nya"
"Padahal kan itu topi kesayangan mu, apakau tidak apa-apa?"
"Asalkan ia mau bertanggung jawab tidak masalah"
"Oh baiklah"