BITTERSWEET

BITTERSWEET
°eps 7



Hah? Siapa orang ini??!! Gawat!!! ia mulai mendekati ku!


Dia....


Mengelus-elus kepalaku...


Membenarkan selimutku...


Merapikan meja dan segala macam hal...


Serta membawakan ku buah-buahan...


Siapa orang ini?? mengapa begitu aneh??


Aku memberanikan diri untuk duduk lalu bertanya kepadanya...


"*K*amu siapaa?? Kenapa kau sedari tadi memperhatikan ku terus-menerus??!!"


Orang itu hanya diam tidak menjawab pertanyaan Angel sedikit pun.


"Kuulangi sekali lagi, siapa kau!!!!!???"


Dia tetap diam.


"*K*au sangat lancang sekali masuk kesini!!!"


Ia pun tetap diam.


"SEKALI LAGI AKU BERTANYA! KAMU SIAPAA?!?!"


Dia tidak membalas pertanyaan ku sedikit pun.


Angel sangat kesal padanya. Ia yang berdiri tepat disebelah ranjang mu terus saja diam dan tidak menjawab sedikitpun pertanyaan ku. Dengan beraninya Angel bergerak lebih cepat dan segera berdiri, Angel menarik kasar masker dan kerudung jaket orang itu.


"JONATHANNN!!!! HAHH?!"


Saking Angel terkejut nya, angel sampai tidak bisa menahan berat tubuh nya sendiri dan oleng lalu terjatuh. Dengan sigap Jonathan menangkap mu sebelum Angel jatuh kelantai. Lalu Jonathan kembali membaringkan ku dan aku masih memasang muka heran-heran terhadapnya.


"mengapa kau seperti om om pedo mau menculik anak kecil disini?! sangat menakutkan tau!"


"-_-"


Dia sepertinya agak kesal dengan pertanyaan ku yang kesannya blak-blakan.


Lalu aku masih melihat nya sambil terheran-heran mengapa ia bisa sampai sini.


"*A*paan lihat-lihat? mulai ngefans lu?" ucapnya dengan muka sialan nya itu.


"Ew... mana mungkin aku suka om om pedo hahahaha"


"Berhenti berkata kalau aku om om pedo!"


"Kelihatan nya seperti itu sihh~ mengapa kau disini? mengapa kau menjengukku secara diam-diam?"


"Karena aku yang menyebabkan terjadinya ini. Aku merasa bahwa kau akan marah dan tidak akan bersama ku lagi. Tapi aku tetap cemas dan mengawasi mu dari luar"


"Hah? cemas? kau bisa cemas kah?"


"Itu ejekan atau gimana?"


"Hei waria! kau sakit ya? demam kah sampai bisa berkata seperti itu. Apa perlu ku beri infus ku?"


"Apaan -_-"


"Dih jutek amat sih*"


Setelah itu terjadi lagi keheningan antara mereka berdua. Kau hanya tiduran dan Jonathan duduk di sofa ruang rawat mu. Aku sedikit terganggu dengan keadaan ini, tapi aku tidak tahu lagi mau berbicara apa dan memilih untuk diam saja. Dan tiba-tiba....


"maaf Angel"


Satu kata itu sukses membuat ku menoleh ke arah Jonathan.


Heran? banget.


Senang? bisa jadi.


Begitulah kira-kira pikiran yang ada di benakku. Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya kepadanya.


"Ha? apa? bisa kau ulangi sekali lagi?"


"Yhe cacingan~ aku sudah mengatakan nya"


"Tapi..."


"Kenapa?"


"Yhaa Jonathan sejak kapan kau bisa minta maaf heee?"


Jonathan yang mendengar dan melihat nya seketika merasakan kelakuan lucu ku itu.


Jonathan membuang nafas panjang-panjang lalu berkata sekali lagi.


"Maafkan aku Angel, aku minta maaf sudah membuat mu seperti ini"


YAK!


Seketika aku agak blush mendengarkan kata-kata itu. Merasa sangat mustahil mendapatkan permintaan maaf dari seorang Jonathan.


Hm...


Akhirnya aku memaafkan nya...


Tetapi dengan satu syarat...


"Kau harus baik terhadap ku dan menjadi pelayan ku selama 1 Minggu!", ucapku sambil melipatkan tanganku layaknya bos yang sedang marah.


"Hei hei Angel~ aku dengan senang hati menolak keinginan mu:)"


"Tidak akan pernah ku maafkan!" ucapku dan berpura-pura seperti sedang marah.


"Yha~ Angel~ apa jangan-jangan kau sengaja seperti ini agar bisa dekat dengan ku? iya kah~?" ucapnya dengan wajah ngeselin nya itu.


"Hah?! apa? ha? ya.. ya.. enggak lah"


"Euhm~ masa?"


"aku bilang tidak ya tidak! itu hukuman untuk mu!"


Aku sangat kesal dengan nya yang terus-menerus menjahili ku, saat sehat maupun tidak sehat seperti ini. Tapi.. Rasa kesalku hilang saat dia tiba-tiba..


Mengelus rambut ku dengan lembut nya. Kesalku yang awalnya menumpuk padanya langsung hilang tak tau kemana. Aku memandang wajahnya yang senyum dengan kegantengan nya. Aku merasa wajahku sedikit blush karena itu.


Setelah itu Jonathan melepaskan elusan nya di kepalaku. Lalu Jonathan duduk tepat di sebelah ku dan berkata.


"Aku tidak akan menjadi pelayan mu, tetapi tenang saja, aku akan menjagamu, melindungi mu dimana kau berada"


HAHHHHH? Dia kenapa? Teriakku dalam hati. Aku sangat merasa aneh karena tingkah Jonathan pada hari ini.


Ia menyebabkan ini padaku, lalu mengawasi ku tiap hari dari luar kamar, mengatakan hal-hal manis terhadap ku dan mengelus kepalaku serta memberikan ku buah-buahan. Ada apa dengan nya?


"Yha~ cacingan~" , panggilnya aku pun menoleh padanya.


"Aku akan segera pulang, kau besok masuk sekolah ya! jangan lupa, saat kau tidak berangkat sangat sepi. tidak ada yang bisa kujahili"


"Dasar euh"


Dia pun tertawa puas melihat reaksi ku itu.