
Hari ini adalah pembagian ulangan matematika. Aku sangat ragu-ragu untuk menjawab pada saat ulangan, entah nilaiku berapa aku tidak tahu. sepertinya tidak memuaskan.
"Angel levirnaa**" akhirnya namaku terpanggil.
Dengan gugup aku maju lalu mengambil hasil kertas ulangan ku dan melihat hasil itu.
"Yahh, 65 sepertinya aku gagal dalam materi ini:(". Ucapku.
"Yhaa~~ sepertinya ada yang mendapatkan nilai jelek nih". Ucap Jonathan sambil menunjukan kertas ulangan nya yang bernilai sempurna 100.
"Apasihh!". ucapku sambil menyembunyikan kertas itu agar tidak dilihat Jonathan.
"Kalau mau aku bisa mengajarkan mu materi ini~ rasanya sejak awal kau tidak minat dalam materi ini, hanya tertidur saja saat pelajaran", ucap Jonathan yang sontak membuatku menghadap wajahnya.
"Kalau soal mengajari mending aku bertanya Albert"
"Hmm, yakin kah? kau lebih ingin diajari oleh nilai 95 dibanding nilai 100? kau tidak ingin sepertiku?"
"Huh, baiklah ajarkan aku dengan baik!"
"Sekalian bantu aku ajarkan materi IPA ini yaa~~ Angelll~~"
"Iya iya aku ajarkan"
.....
Hari ini Jonathan akan mengajari ku, sekarang ia sedang perjalan menuju rumahku. Aku harap dia benar-benar mengajarkan ku bukan untuk meningkatkan emosi.
"Yhaa akhirnya aku sampai rumah si Angel ini, lumayan besar lah rumah nya. Asik nih buat bertengkar hehehe", gumam Jonathan.
TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG!!
Jonathan menekan bel rumah sebanyak mungkin untuk menganggu Angel.
Tidak lama kemudian aku membukakan pintu agar si Jonathan itu bisa masuk kalau aku tidak bukakan bisa-bisa dia selalu menekan tombol bell itu!
"Berisik kamu! cukup 1 kali bell saja. ayo masuk!", ucapku lalu mempersilahkan ia masuk dan segera menuju ruang belajar ku.
Aku cukup terkejut melihat penampilan Jonathan yang lumayan tampan. Aduhh, mengapa aku malah terpesona dengan ia. Dia itu hanya musuhku dan selalu mengejek ku-3-
Sekarang aku dan Jonathan sedang belajar di ruang belajar. Jonathan mengajari materi yang belum aku mengerti dengan caranya sendiri dan kadang Jonathan bertanya padaku tentang materi IPA yang tidak ia ketahui. Meski di sela-sela belajar aku dan Jonathan suka bertengkar seperti biasa, tapi entah mengapa keadaan ini terlihat seperti akur tidak seperti biasanya.
45 menit kemudian.....
"Huahh otak ku panas sekali memahami materi ini! tidak kuaaatttt!", keluhku saat Jonathan memberi waktu luang untuk beristirahat.
"Yhaa~ Angelll~ seperti nya kamu tidak pandai menalar ya~~~"
"Diam!!!"
Entahlah, baru sekali ini aku merasa canggung di depan Jonathan ini. Jonathan yang menyadari kecanggungan ini mulai berulah lagi.
Jonathan mengeluarkan diam-diam kantong berisi benda-benda aneh nya itu dan mengeluarkan sebuah kecoak mainan lalu melemparkannya padaku.
"AAAAAAA!!!"
Aku yang terkejut secara tidak sengaja memeluk tubuh Jonathan. Menurutku, saat ketakutan menyentuh seseorang membuat mu merasa lebih tenang.
Saat aku sadar aku telah memeluknya aku sangat menyesal melakukan nya. Dia pasti tambah tau ketakutan ku dan mungkin tambah-tambah menggangguku dengan itu lagi di hari selanjutnya.
Aku harap dia tidak akan berulah dengan memanfaatkan ketakutan ku ini untuk lain harinya.
"Hahaha wajahnya saat ketakutan lucu sekali~ untung aku sudah memfoto aib nya bisa untuk koleksi hahaha", ucap Jonathan dalam hati.
"Tapi satu hal lagi, aku tidak menyangka bahwa ia akan memeluk ku a~ sungguh menyenangkan", gumam Jonathan.
Wajahku padam seketika dan langsung menjauh dari Jonathan. karena itu sangat canggung.
"Angell~ pakai acara peluk-pelukan kenapa nih? mulai tertarik ya denganku?~", ucapnya dengan nada yang sangat sangat menjengkelkan.
"Itu reflek! juga aku menyesal memelukmu!"
"Amosok si? pikirkan alasan yang baik yaa~~"
"HAH APA-APAAN KAU? SINI!!" Ucapku sambil berdiri di sofa dan melemparkan bantal kepada Jonathan.
"Cie marah~ cepet tua lo hahahaha"
"Ma...ma.. pulang nak!"
Mamahku baru saja pulang dan melihat keributan yang terjadi disini. saat ini aku sedang berdiri di sofa dan segera kembali dan duduk manis seperti biasa.
"Kenapa ini berantakan Angel??! apa yang terjadi?" , ucap mamahku yang sedikit emosi melihat keributan ini.
"Begini mah, aku sangat sering bertengkar dengan teman ku yang ini. Dia suka usil, tadi ia melemparkan kecoa mainan terhadap ku, jadi aku marah dan begitulah:)" Ucapku.
"Haduh haduh siapa nama mu nak?"
"Saya Jonathan, tante"
"Tante tau ga? tadi si Angel memeluk ku loh Tante!:)" Ucap Jonathan yang terang-terangan terhadap mamaku.
"Apa hah apa? iya ya Angel sekarang kamu sudah berani begitu ya!"
"Hah mah tidakk! tadi reflek karena ia mengagetkan ku huhuhu T_T"
"Hahahhahahah" tawa Jonathan yang bergembira