
Jam istirahat...
Sekarang teman-teman ku banyak yang pergi ke luar untuk ke kantin, tetapi tidak untuk aku.
Aku hanya diam di kelas menyantap bekal yang dibawakan mama tiap harinya.
Tiba tiba aku merasa ada sesuatu di atas kepala ku. Entahlah itu apa tapi apapun itu aku ingin segera menyingkir kan nya.
"Hahh? ihhhh ini apaaa?" ucapku sambil membersihkan kepalaku.
"Ehh~~ Angel, kau tidak akan bisa makan lagi, itu pup lo pup!" balas seseorang dibelakang ku, tanpa melihatnya akupun sudah tau.
"JONATHAN ALESSANDRO!!! apa-apaan ini woy?!" teriakku sambil kesal karena ulah Jonathan.
"Itu pup, p u p pup. apakah kamu tidak bisa mendengar?". jawabnya dengan ketawa-ketawa.
"Apa sih! ga lucu tau! bersihkan rambut ku sekarang juga!!!"
"Kamu siapa ku?~~~ bersihkan sendiri lah, kau kan punya tangan dan kaki hihihi"
"GA LUCU TAU GA SI?! CEPAT BERSIHKAN!!"
"Tidak mau~~~ kamu tidak bisa memaksa dong kalau aku tidak mau hihihi"
Tak lama kemudian Kent datang dan berkata.
"Apalagi ini? pertengkaran antara dua kekasih? hahaha" ucap Kent.
"Ih, siapa juga yang mau jadi kekasih nya. ini tuh lo, si Jonathan memberiku pup di atas kepalaku"
"Hahahaha, itu tidak mungkin beneran. pasti itu hanya pup mainan"
"Hah ha? apa? mai-nan?"
Seketika aku menetap Jonathan dengan mata tajam dan dengan aura hitam tetapi hal itu tidak berpengaruh terhadap Jonathan. Ia malah makin semangat untuk menjahili Angel
Albert habis selesai pergi ke toilet dan segera menuju kelas. seperti biasa, Angel dengan Jonathan selalu bertengkar. Albert heran, mengapa tiap hari mereka selalu menemukan ide bertengkar dan juga tidak lelah akan itu. Mereka selalu bertengkar tiap hari tidak kenal lelah.
Tetapi entah mengapa Albert tidak suka melihat Angel dekat dengan Jonathan. Jonathan bukan salah satu murid yang baik, ia selalu melakukan kekerasan, ke usilan walaupun ia pintar. Sebagai sahabat Angel, Albert tidak senang melihat Jonathan mendekati Angel. Dan Albert berusaha mencari cara agar mereka tidak dekat lagi.
"Angellll.... aku menemukan kedai yang banyak makanan menarik nya lo! bagaimana kalau kita kesana hari Minggu? sekalian belajar bareng" ucap Albert.
"Bagaimana kalau jam 10.00? aku akan menjemputmu di rumahmu" tanya Albert.
"Wahhh, oke oke..."
Albert senang melihat Angel mulai tersenyum lagi.
Sedangkan sekarang Jonathan...
"Albert pasti sedang menjauhkan ku dari Angel. Seperti nya Albert merencanakan itu agar mereka berdua bisa dekat" gumam Jonathan.
"Jadi Albert juga tertarik dengan Angel?"
"Hmm... Angel memang gadis menarik, secara fisik dia memang cantik, manis, dan juga imut. Kecerdasan nya juga tidak kalah dengan ku dan juga Vincent, terutama ia paling jago di mata pelajaran ilmu pengetahuan alam. Yaaa Angel berbeda dari yang lainnya, maka dari itu aku tertarik padanya" gumam Jonathan lagi.
"Yaaa~~ Albert~~ lebih baik kau jangan mengajak Angel. Ia cacingan hihihi makanya tubuh ia tidak berisi begitu. makan banyak tetapi tetap kurus hihihi". ucap Jonathan mencoba merusak suasana mereka.
"Apaan sih! kamu tuh sok tau! tau kapan gue makan aja kagak" balas Angel kesal.
"Angel tidak cacingan, buktinya ia tidak lesu dan pucat. Angel bantu aku ajari materi ini" balas Albert.
"Yahhh~~~ aku tidak bisa menganggu nya lagi -3-" gumam Jonathan.
.....
"Aku sangat senang di ajak Albert tetapi aku juga malas dengan setan itu yang terus mengusili ku. kutinggalkan saja dia lalu aku pergi belajar bersama Albert". gumam Angel.
Akhirnya Albert dengan Angela pergi ke perpustakaan. Meninggalkan si Jonathan di kelas.
"Oii Jonathan! bilang saja engkau tidak mau Angel pergi bersama Albert hahaha. untuk apa kau sampai mengejek cacingan" ucap Vincent menggoda Jonathan yang sedang duduk di bangku nya.
"Aku tidak ada maksud lain dengannya, aku hanya suka mengejek dan menjahili nya, memang salah kah? Toh hari Minggu aku ada jadwal menonton di bioskop bersama dengan Farrel. iya kan Farrel?"
"Iya begitu" balas Farrel.
"Iya deh iya, jangan sampai ditikung Albert ya hihihi~ Angel itu gadis yang manis dan baik lo~" ucap vincent sambil menepuk kepala Jonathan.
"Apakau bilang?!" , ucap Jonathan sambil mengacungkan saus yang super pedas terhadap Vincent
"Ampunnnn". balas Vincent