BITTERSWEET

BITTERSWEET
°eps 10



Jonathan memberikan senyuman khasnya terhadapku dan kembali masuk.


Inggris...


Sampainya di Inggris Angel cukup lelah dan segera masuk kerumah. Angel sebenarnya tidak tau sejak kapan mama nya membeli rumah ini.


Meski lelah, Angel tetap membereskan barang-barang miliknya agar tertata rapi. Setelah selesai, Angel langsung merebahkan diri di kasur. Entah kenapa pikiran Angel saat ini terisi dengan Jonathan.


Sekarang Jonathan gimana? ia sedang ngapain?


Angel menatap langit-langit kamar dan melamun. Akhirnya, Angel pun tidur lelap karena kelelahan.


JONATHAN'S POV


"Hm... apa yang harus aku lakukan?" gumamku sambil masuk kedalam kamar.


Lalu aku melompat ke kasur dan merebahkan diriku.


Jika aku bertindak akankah Angel senang? atau mungkin Angel tidak senang? hmmm


Sejak kapan aku bisa menjadi seperti ini? Sejak kapan aku menyukai nya? Sejak kapan aku tidak ingin ia pergi? Kenapa? Kenapa aku tidak mau dia dekat dengan orang lain? Aku tidak ingin dia menjadi milik yang lain, kenapa?


Semua pikiran ku mengangguku.


Aku pergi keluar mencari udara segar agar baikan.


Aku melamun memikirkan Angel, sedang apa dia? Dimana dia sekarang? Aku menemukan beberapa cara untuk menemui Angel, tapi apakah Angel setuju dengan cara ini?


Selama beberapa waktu aku memikirkan nya, aku merasa bodoh. Mengapa aku tidak menghubungi nya dengan no telp? Padahal aku punya kontaknya.


Dengan sigap aku mengambil hp yang berada di kantong celanaku, mencari no nya sambil menuju ke rumah.


Aku masuk ke dalam rumah, duduk di ranjang dan segera menghubungi nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Angel sedang tertidur lelap. Ia kaget karena hp nya berdering karena ada panggilan masuk. Tanpa angel lihat siapa penelepon nya, ia langsung mengangkat telepon itu dan berkata.


"Paket serbuk cabe nya bisa di ambil mbak Angel~" Ucap Jonathan dengan suara khas nya.


"Ha? Hah? Jonathan?"


"Angel... Aku ingin kau disini"


"Jonathan... Mungkin aku tidak lama disini, Jadi kurasa aku akan segera kembali ke Indonesia dan bertemu dengan mu"


"Tapi... Aku ingin kau di sini sekarang juga! Aku sudah beli serbuk cabe level 20 untuk mu. Terus serbuk cabe nya aku gimanain? Ini aku sempetkan untuk membeli untuk mu loh"


"Kalau kau seperti itu... Ya sudah, aku tidak akan pulang!!"


"Tidak... Aku hanya bercanda. Topi mu masih di aku bukan?"


"Soal topiku, tolong kau jagalah sampai aku kembali"


"Angel...."


"Jonathan.... Apa kau benar menyukai ku?"


"Iya"


"Kau tidak berbohong kan? Iya kan?"


"Tentu saja aku tidak berbohong"


"Jadi kau ingin aku di samping mu?"


"Iyalahh"


"Tunggulah aku. Aku, aku... Juga memiliki perasaan yang sama terhadap mu. Jika memang benar perasaan kita sama, tunggulah aku. Aku akan kembali kepadamu"


"Jika kau berpikir seperti itu.. Oke... Aku akan menunggu mu"


"Makasih Jonathan~ Jangan nakal di sana! jangan suka melakukan kekerasan! Apalagi kau suka mengusili teman mu, jangan lakukan itu!"


"Aku tidak janji Angel~ Mungkin aku akan tetap melakukan kekerasan dan keusilan hahaha"


"Dasar! Bandel banget si! Kau tidak boleh melakukan kekerasan kepada orang yang tidak bersalah, dan jangan mengusili semua anak"


"Oke~"


"Bener iya? Ya sudah aku akan menutup telepon ini. Bye waria"


"Iya Angel... sampai jumpa"


Angel lalu menutup telepon itu dan berkata.


"Aku akan kembali ke Indonesia dan mengutarakan perasaan ku kepada Jonathan!"