
Indonesia...
Di negara Indonesia itulah sekarang aku menetap. Aku pindah disini karena pekerjaan mamaku yang selalu berpindah-pindah dari negara ini hingga ke negara itu. Apa pekerjaan mamaku? Aku pun juga tidak tau apa perkejaan yang mama lakukan.
Bagaimana dengan ayahku? Ia sudah meninggal lama sejak aku berumur 10 tahun. Ia mengidap penyakit tumor otak yang mengakibatkan kematian nya.
Aku sangat cukup suka berada di Indonesia. Besok pun aku akan masuk ke SMP baru ku di negara ini. Namanya adalah SMP Pascia.
SMP Pascia sangat terkenal karena elite nya, dan kecerdasan para murid-muridnya. Mereka sangat mementingkan nilai, namun masalah contek menyontek hampir tidak pernah terdengar di sekolah itu. Aku cukup suka dengan sekolah itu, karena aku tidak suka siswa yang mendapatkan nilai bagus dengan cara menyontek.
Di sana dibagi kelas A,B,C,D untuk kelas 1 dan 2. Untuk kelas 3 dibagi A,B,C,D,E. Kelas E adalah kelas paling terpuruk dari kelas lainnya, di sana dikumpulkan siswa nakal, mendapatkan nilai kurang, dan yang buruk lainnya.
Tidak ada satupun siswa yang ingin masuk kelas E. Maka dari itu mereka menanam sebuah motivasi yang sangat kuat mengakar pada mereka.
"Aku tidak akan masuk kelas E, aku tidak akan masuk ke sana!" begitulah.
.........
KRINGGGG! KRINGGGG!
Suara jam wekermu berbunyi dan sukses membuat mu terpisah dari alam mimpi.
"Emm... hari ini adalah hari pertama aku mulai masuk sekolah baru. pasti menyenangkan" begitulah ucapku pada diriku sendiri.
Aku segera bangkit dari tempat tidurku. Aku menunggu hingga 35 detik untuk memulihkan kesadaranku. Setelah itu aku segera bangun mandi untuk membersihkan badanku. Setelah selesai mandi dan juga mengeringkan badan, aku segera memakai seragam resmi SMA Pascia beserta dengan atribut lainnya. Setelah itu aku membereskan buku yang akan ku bawa menuju sekolah. Setelah selesai aku langsung turun kebawah untuk sarapan.
"Angel, apakah kau bersemangat untuk berangkat sekolah hari ini?" sapa mamaku di meja makan sambil tersenyum.
"Tentu ma, sepertinya aku akan nyaman sekolah di sini" balasmu dengan senyuman.
Lalu aku menyantap makanan yang di sajikan di meja makan dan setelah selesai makan Angel memakai kaos kaki dan sepatu lalu segera berangkat.
......
Saat ini Angel sudah sampai di sekolah baru nya dan segera menuju ruang kelas nya.
"Apakah ini kelas ku?" gumamku sambil melihat sekelilingku saat ini.
"Hai, apakau anak baru di sini?" ucap seorang dari belakang mu. Reflek itu membuat ku menoleh padanya.
"Hahaha, maaf mengagetkan mu. Namaku Michael Vincent, senang berkenalan dengan mu". ucap pemuda itu bernama Vincent.
"Aa iya, aku murid baru disini. perkenalkan namaku Angelia Levirna, senang berkenalan dengan mu" ucapku sambil tersenyum.
"Hmm apakah kau perlu ku temani untuk melihat sekeliling sekolah?" ucap Vincent.
"Jika kau tidak keberatan boleh saja" balasku.
"Tentu saja tidak keberatan, ayo akan kukenalkan sekolah ini" -Vincent.
........
Jam pelajaran pertama akan dimulai, aku cukup bersemangat menjalani pelajaran pertama ini. Ditambah aku cukup lega karena memiliki teman baru di lingkungan baruku ini.
"Halooo... e-eh pelajaran sudah dimulai kah?" ucap seorang pelajar laki-laki di pintu.
"Jonathan Alessandro!! kau kenapa terlambat lagi?!".
"Tidak apalah guru, aku akan segera duduk. silahkan lanjutkan pembelajaran mu itu~". Ucap pemuda itu dengan santai nya.
Bukan hanya ketidak sopanan pelajar ini, Angel juga terkejut karena penampilan nya.
Warna rambutnya golden dengan bercampurnya cokelat tua, mata nya sipit. kulitnya putih bersih dan mulus ukuran seorang remaja pria. Ia juga tinggi, mungkin sekitar 175 cm.
"Anak baru yaa?~". ucapnya dengan wajah tersenyum tidak ikhlas kepadamu.
Aku hanya terdiam, aku tidak mau berurusan dengan anak seperti itu.
.......
Aku sudah menghabiskan waktu 1 Minggu disini. Aku sudah menghafal semua nama teman sekelas ku. Sekarang aku akrab dengan Kent dan Albert.
Selain mereka berdua, aku juga akrab dalam pelajaran dengan Vincent. Vincent sering mengajarkan ku pelajaran yang tidak aku mengerti.
Dibalik kedamaian ku dengan Kent, Albert dan juga Vincent. Aku juga akrab bertengkar dengan si rambut golden itu yang bernama Jonathan Alessandro. Dia suka jahil meski ternyata ia cerdas, kecerdasan nya itu menandingi Vincent. Aku dan Jonathan sering bertengkar, saling mengusili, dan banyak lagi bentuk kerusuhan lainnya.