
Beberapa hari kemudian, disebuah ruangan bernuansa Eropa kuno yang tampak begitu mewah. ruangan yang terlampau besar jika hanya ditinggali oleh seorang gadis yang saat ini tak sadarkan diri. tubuh gadis itu terlihat lemah, raut wajah nya memucat.
semenjak kejadian dia tenggelam di danau beberapa hari yang lalu, gadis itu belum sadarkan diri hingga sekarang. pelan pelan, jemari gadis itu mulai bergerak, disusul keningnya yang mengernyit lalu perlahan kedua netranya mulai terbuka. pening menjalar di kepalanya saat ia membuka mata. ia mencengkeram kepalanya, berharap rasa pening itu segera menghilang. setelah dirinya mulai tenang, dan pening di kepalanya membaik. kini dirinya terlihat bingung. pandangan nya meneliti sekitar. dia ingat, terakhir kali dirinya mengalami kecelakaan hebat setelah pulang dari rumah sakit, lalu kenapa sekarang dia berada di kamar mewah bernuansa Eropa seperti ini??
apakah ada seseorang yang menculiknya lalu membawanya ketempat ini, tapi untuk apa??. oh, atau mungkin dia sudah mati lalu sekarang dia berada di surga?? tapi memangnya surga seperti ini??
Alexa, gadis itu mengusap wajahnya kasar. bukankah seharusnya sekarang dia di rumah sakit, mengingat dia mengalami kecelakaan yang cukup hebat. tapi tunggu!!, kenapa dia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya??. Alexa memperhatikan tangan nya. tangan nya terlihat lebih kecil, juga sangat indah dan lentik. tangan ini tampak begitu lembut dan lemah. ini bukan tangan Alexa.
Alexa melangkah turun dari ranjang, kemudian mendekati cermin besar yang terletak tak jauh darinya. bola mata Alexa melebar terkejut, ini bukan dirinya!. dengan gemetar, tangan Alexa terulur menyentuh bayangan cermin didepannya, bayangan gadis yang begitu cantik, rambut berwarna silver Dengan iris mata berwarna blue sapphire yang tampak mempesona.
" ini bukan gue." monolognya frustasi.
bagaimana bisa bayangan cermin itu melakukan gerakan yang sama dengan dia. apakah bayangan itu memang dirinya??
" oke tenang Alexa, tenang. coba Lo pikirin apa yang terjadi sama Lo"
Alexa memejamkan matanya sejenak, dia menghembuskan nafasnya berulang kali.
Alexa, dia adalah gadis berusia 27 tahun. seorang wanita dewasa dan bukan gadis berusia kisaran 14 tahun seperti yang dia lihat di cermin sekarang. dia ingat, dia mengalami kecelakaan dan jika di lihat situasinya saat itu, kemungkinan dia sudah mati. tapi sekarang dia justru bangun di tubuh seorang gadis belia. jadi kesimpulan nya, apakah jiwanya berpindah, dan dia mengalami time travel seperti cerita novel yang sering dia baca begitu??
oh ayolah itu mustahil!!!
" tapi gue beneran ngalamin itu.."
monolognya frustasi. dirinya sedikit meremas rambut nya kuat. dan memikirkan itu semua membuat kepalanya semakin pusing...
" astaga, nona!!"
teriakan seseorang berhasil membuat Alexa berbalik, ia melihat seorang gadis berusia kisaran 17 tahun yang sedang berlari mendekati nya. raut gadis itu terlihat khawatir bercampur terkejut.
" apa yang anda lakukan!!"
tukasnya khawatir, gadis itu segara menuntun Alexa menuju ranjangnya, kemudian mendudukkan nya pelan pelan.
" Anda sudah sadar?? kenapa tak memanggil saya?. Anda tidak tau seberapa khawatirnya saya saat anda tak kunjung sadar?. sekarang bagaimana kondisi anda??, apa ada yang sakit?? oh atau perlu kita memanggil tabib?? yaa.. sepertinya perlu, tunggu sebentar nona, saya akan segera memanggil tabib kemari. kondisi anda sep--"
"cukup!!" potong Alexa kesal,
" tidak bisakah kau bertanya satu satu?? kau membuat kepalaku semakin sakit dengan ocehan mu" tukas Alexa kesal dengan kedua tangan yang terus mengurut pelipisnya. dia tidak bohong mengenai itu, kepalanya memang pusing sekarang.
" astaga, Anda kesakitan?! saya harus memanggil tabib sekarang!!"
panik gadis itu yang segera beranjak lalu berlari keluar kamar.
" tunggu!! saya tidak papa. serius!. jadi kau tidak perlu memanggil tabib sekarang"
tahan Alexa yang segera di turuti gadis itu. Gadis itu segera mendekati Alexa.
" Anda baik baik saja nona??"
tanya nya lagi khawatir. Alexa menatap gadis di depannya Lamat Lamat. sorot matanya menatap sendu bercampur khawatir juga lega secara bersamaan. raut wajahnya tampak lelah. kantung matanya menghitam, menandakan dia belum tidur selama berhari hari. tapi, untuk apa dia melakukan itu??
" kau siapa??"
bola mata gadis itu melebar terkejut.
" nona, Anda melupakan saya??"
tukasnya dengan mata berkaca kaca.
" ya.. aku tidak mengingat apapun setelah aku bangun, jadi bisakah kau memberitahu ku sesuatu tentangku ??"
gadis itu menunduk, sejenak dia menyeka air matanya. kemudian menatap Alexa dengan sorot sedih.
" saya tidak tau kalau kejadian itu membuat anda kehilangan ingatan seperti ini. maafkan saya nona. andaikan saat itu saya bisa menghalangi anda. mungkin anda yg tidak akan mengalami hal menyedihkan ini lagi."
tukasnya yang membuat Alexa bingung.
gadis itu menghembuskan. nafasnya pelan.
" saya adalah pelayan anda nona, nama saya Rachel."
" sedangkan anda sendiri bernama zhevelice shereen de helbert. Anda se---"
" zhevelice shereen de helbert"
jawab Rachel bingung, Alexa melongo tak percaya, apa apaan ini. kenapa namanya sangat mirip dengan tokoh novel yang terakhir dia baca, apalagi dia barusan menghina kebodohan tokoh ini. dan sekarang dia masuk kedalam tubuh tokoh yang barusan dia hina?? gak mungkin...
" Rachel, apakah ayah ku bernama grand Duke claud Leonel de helbert?? terus kakak ku bernama Lucius altair de helbert, dan aku memiliki adik laki laki yang lebih muda satu tahun dariku bernama Simon altair de helbert. apakah seperti itu??"
tanya Alexa terkejut. Rachel mengangguk membenarkan. rautnya tampak bahagia sekarang. berbeda dengan Alexa yang tampak frustasi.
" Anda sudah mengingat semuanya nona??"
tanya Rachel bahagia. Alexa menggeleng
" tidak semua, bisa kau beritahu aku kenapa aku tak sadarkan diri??"
Rachel tersenyum miris, dirinya kembali menatap gadis di depannya sedih. dia takut nona nya akan melakukan hal gila jika tau hal yang sebenarnya terjadi??
" Anda memutuskan bunuh diri dengan melompat ke danau setelah pemakaman ibu anda nona."
Alexa terdiam. kenapa dadanya terasa sesak sekarang. seperti sesuatu telah hilang darinya. rasa sesak ini membuat air matanya menetes tanpa sadar, ini bukan perasaan Alexa, ini perasaan pemilik tubuh asli.
" beruntung saat itu ada tuan muda Lucius, jadi tuan muda langsung menolong anda setelah anda melompat ke dasar danau"
Tukas Rachel sedih, Rachel menundukkan dirinya, dia tidak bisa melihat nona nya seperti ini. apalagi dengan sorot mata nona nya yang terlihat kosong sekarang. Rachel benar benar tak bisa melihat itu semua.
" nona--"
" tinggal kan aku sendiri."
perintah Alexa. kepalanya semakin pusing sekarang. apalagi perasaan pemilik tubuh asli ini yang semakin terasa mendominasi.
" tapi nona,__"
" tinggalkan aku sendiri Rachel, pergilah."
Rachel mengangguk mengerti. perlahan dia beranjak lalu melangkah pergi Dangan tetap melihat Alexa. air mata Rachel luruh begitu ia keluar dari kamar zhevelice. harus nya ia sudah tau ini yang akan terjadi saat nona nya membuka mata.
" nyonya, kenapa anda pergi begitu cepat. keluarga helbert tak bisa kehilangan anda nyonya"
***
Alexa menghembuskan nafasnya pelan, ia menatap hamparan bunga edelweis dari balik jendela kamar nya. pikirannya menerawang. dia ingat novel yang terakhir kali dia baca itu berjudul ' stranger love' .
novel ini menceritakan seorang gadis bernama elfriya lindsay. dia adalah anak angkat Baron claine yang mengetahui sedikit tentang medis. wilayah Baron claine berada di perbatasan yang menjadi sasaran serangan pasukan musuh. disanalah awal mula pertemuan elfriya dengan 3 tokoh utama pria. singkat cerita, elfriya begitu mengagumi sosok alfarest, mengingat setiap terjadi hal buruk terhadap elfriya, alfarest adalah orang yang selalu menolongnya.
seiring berjalan nya waktu ternyata diam diam elfriya jatuh hati terhadap alfarest, tapi alfarest adalah alfarest. dia tidak pernah menerima wanita dalam kamus hidup nya. setiap wanita yang mendekati dia pasti akan dibunuh olehnya. tapi elfriya berbeda. entah kenapa alfarest tak bisa membiarkan gadis itu terluka. alfarest sadar jika wanita itu menaruh hati padanya. dan alfarest dengan jahat nya mempermalukan elfriya dan menolak wanita itu dengan keji. patah hati dengan sikap alfarest, membuat elfriya terpuruk dan disaat itu Robert, salah seorang sahabat alfarest sekaligus pewaris arch Duke hadir menghilangkan luka di hati elfriya. kelembutan Robert, perhatian nya dan cara Robert memperlakukan elfriya. membuat elfriya jatuh hati.
disaat cinta bersemi antara Robert dan elfriya, alfarest sadar jika dia sudah terlalu jatuh kedalam pesona elfriya. alfarest mencintainya dan membuat cinta itu berubah menjadi obsesi. berulang kali alfarest mencoba mendapatkan perhatian elfriya juga memisahkan mereka berdua. tapi selalu gagal. cinta mereka berdua terlalu kuat hingga saat alfarest memaksa elfriya, elfriya dengan yakin mempertahankan Robert. musuh alfarest tak hanya Robert saja, tapi ada Lucius, pria itu sangat mencintai elfriya, namun dia sadar kebahagiaan elfriya lebih penting dari apapun. hingga akhirnya bersama Robert, Lucius menyerang alfarest. alfarest yang terlalu kuat tak dibisa dibunuh oleh Lucius dan Robert. hingga jalan terakhir adalah dengan menyegel alfarest selamanya.
penyegelan itu memerlukan tumbal nyawa dan Lucius menjadikan nyawanya sebagai tumbal untuk menyegel alfarest. dia berharap dengan ini elfriya, wanita yang dicintainya ini bisa hidup bahagia walau tidak dengan dirinya. setelah itu, cerita berakhir dengan Robert yang hidup bahagia dengan elfriya.
itu garis besar cerita novel yang dia baca. lalu karakter zhevelice ada di bagian mana??.
tentu saja sebagai pelengkap agar cerita ini lebih menarik. zhevelice dalam cerita di jelaskan sebagai istri masa kecil alfarest. mereka menikah saat zhefelice berusia 6 tahun dan alfarest berusia 9 tahun. sehari setelah pernikahan, alfarest segera meninggalkan kota zuella menuju perbatasan dan melakukan peperangan besar untuk memperluas kerajaan.
11 tahun kemudian alfarest kembali ke ibukota dan tentu saja zhevelice yang saat itu berusia 17 tahun langsung pindah ke kerajaan. dan tinggal di kediaman alfrest karena status alfarest yang sebagai putra mahkota kerajaan olardo. saat itu alfarest terlanjur terobsesi dengan elfriya, hingga dalam kehidupan pernikahan mereka velice tak pernah dianggap oleh alfarest. puncak nya adalah perayaan ulang tahun kaisar, elfriya di jebak oleh seseorang dan menjadikan zhevelice sebagai kambing hitam. tanpa menyelidiki terlebih dahulu, alfarest segera menyeret zhevelice ke penjara bawah tanah lalu menyiksa gadis itu. dan puncaknya, zhevelice tewas karena di penggal sendiri oleh alfarest.
alexa menghembuskan nafasnya kasar, dia tidak tau harus menjabarkan perasaannya bagaimana, yang jelas semuanya terasa kacau dan rumit. tubuh yang dia tempati sekarang berusia 14 tahun. dan itu berarti masih ada waktu 3 tahun sebelum dirinya dibunuh oleh alfarest. memangnya dirinya mau dibunuh begitu saja dengan sadis oleh alfarest??. tentu saja tidak!!
" terus gue harus gimana dong???"
monolog Alexa bingung. ia melangkahkan kakinya menuju meja belajar. kemudian ia mengambil tinta juga pena bulu kemudian meraih secarik kertas. Alexa mulai menuliskan alur cerita yang berkaitan dengan dirinya. dan untuk itu dia harus memiliki cara untuk bertahan hidup, lagi pula tidak mungkin Alexa akan terus membiarkan alur novel ini berjalan bukan??. jika pun begitu, Alexa harus merubah agar dia tidak di bunuh oleh alfarest. itu point utamanya. jadi yang harus dia lakukan adalah, tentu saja menjauhi semua tokoh dalam novel.
berhubung dirinya akan bertemu para tokoh itu 3 tahun lagi. maka untuk sementara ini yang harus dia lakukan adalah mencari pelindung. ini jaga-jaga kalau sesuatu yang buruk terjadi padanya. dan pelindung pertama yang akan dia lakukan adalah...
menaklukkan keluarga helbert. hehehehe....
kenapa begitu, karena dalam cerita zhevelice tidak memiliki hubungan yang baik dengan kakak, adik, ataupun ayahnya. jadi saat zhevelice dalam cerita dibunuh pun keluarganya juga tak perduli.
zhevelice adalah gadis yang sangat pendiam, dia pun terlalu takut untuk berbicara dengan saudara maupun ayahnya. karakter dingin yang menjadi ciri khas saudara dan ayahnya tak bisa membuat zhevelice mendekati mereka, apalagi setelah kematian ducces helbert, hubungan diantara mereka semakin memburuk. padahal keluarga helbert adalah keluarga yang keberadaannya memiliki pengaruh besar di kekaisaran. menyinggung keluarga helbert berarti mencari mati. dan keluarga kekaisaran pun akan berpikir dua kali jika berani menyinggung keluarga ini.
Alexa menggelengkan kepalanya. zhevelice memiliki keluarga yang begitu kuat, tapi kenapa dia tidak mau menggunakan nya???. benar benar bodoh...