
Hahaha, gue puas banget bisa ngelihat para Silica yang seperti orang bodoh. Sesampainya dirumah, papa dan mama langsung mengintrogasi gue....
" Adriana, apa maksudnya ini semua?"
" Kenapa pa?"
" Jujur sama papa Adriana, semenjak kamu pulang, papa merasakan ada yang aneh dengan sikap kamu."
" Berubah gimana sih pa? Adriana biasa aja pa."
" Sejak kapan kamu mengenal keluarga Lee? Kenapa mereka membantu kita? Bahkan semalam salah satu cucunya datang menawarkan bantuan untuk keluarga kita."
" Percaya lah pa, Adriana hanya tidak sengaja menolong kakek Lee. Dan Adriana berteman dengan Leo dan Dion."
" Pantesan aja Cece gak kaget waktu Tuan Dion datang kemari. Ternyata teman Cece. Jadi cowok yang di ke sekolah Leon kemarin itu juga dari keluarga Lee?"
" Iya."
" Kesekolah? Kamu ke sekolah Leon? Ngapain Adriana?"
" Mama kayak gak tau Leon aja. Udah ya ma pa, Adriana mau ke kamar, bersih bersih. Papa sama mama tenang aja. Adriana gak aneh aneh kok. Pokoknya papa terima aja syarat dari mereka. Dan besok kemungkinan kita bakalan nerima banyak tamu di acara Adriana. Mama sama papa jangan kaget ya. Hehehe."
Sehabis berbicara dengan mama dan papa. Gue langsung masuk ke kamar untuk bersih bersih. Lalu menelfon Leo.
" Hallo, Leo, gue ganggu gak?"
" Enggak, kenapa Reen?"
" Lo bisa bantuin gue gak buat nyariin gue sekretaris pribadi? Buat ngatur jadwal gue."
" Tenang aja. Kalau lo butuh sekretaris pribadi. Gue siap jadi sekretaris lo."
" Lo serius? Tapi kerjaan lo gimana?"
" Tenang aja. Dion udah baikan sama kakek berkat lo. Jadi tugas gue bakalan di kerjain Dion. Terus kakek juga nanya, lo kapan berangkat ke LA? Soalnya kan susah buat lo kalau harus ngurus bisnis jarak jauh gitu."
" Tenang aja, kalau semua berkasnya udah selesai. Kita langsung berangkat. Setidaknya gue masih harus membasmi orang orang yang udah buat masalah untuk bokap nyokap gue."
" Tenang aja, gue bakalan bantuin lo semampu gue."
" Thankyou Leo. Gue tidur dulu kalau gitu. See you."
Setelah mematikan telfon, gue berencana langsung tidur, tapi ada yang ngetuk pintu kamar gue. Dan itu adalah papa.
" Adriana, boleh papa masuk?"
" Masuk aja pa."
" Kamu belum tidur?"
" Belum, kenapa pa?"
" Ada yang mau papa bicarakan sama kamu."
" Ngomong aja pa."
" Papa masih penasaran bagaimana kamu bisa mengenal keluarga Lee. Papa gak tau apa tujuan mereka bantuin keluarga kita sampai segitu nya, dan syarat yang mereka ajuin, papa belum bisa memikirkan maksudnya."
" Oke Adriana jujur sama papa. Adriana sempat nolongin kakek Lee, makanya Adriana bisa kenal sama mereka. Untuk detailnya bakalan panjang banget. Dan syarat untuk pindah ke LA itu sebenarnya tujuan nya karena Adriana sudah memutuskan untuk kerja di Imperial Group Amerika. Jadi kalau bisa Adriana gak mau jauh dari papa sama mama.
" Kamu kenapa gak bilang sama papa kalau kamu bakalan kerja disana?"
" Ya sebenarnya Adriana mau ngasih tau waktu party besok. Tapi karena papa penasaran banget makanya Adriana bilang sekarang."
" Baiklah, kamu sudah dewasa sekarang, papa percaya kamu bisa memilih mana yang baik untuk kamu. Papa akan terus mendukung kamu. Tapi papa minta maaf sayang, papa akan lebih memilih untuk melanjutkan bisnis papa disini. Sekarang kamu istirahat, papa juga akan istirahat sekarang. Good Night sayang."
" Good night too pa."
Setelah itu papa benar benar keluar, gue salut sama papa, apa pun yang terjadi papa gak pernah yang namanya menyerah, papa akan berjuang untuk mempertahankan segala yang dia sayangi.
-----------------------------------------
Menjelang sore, semua persiapan juga udah selesai, Leo juga tadi datang kerumah buat nganterin gaun yang kemarin gue pesan bareng Leo. Kiriman hadiah juga udah berdatangan mulai dari pagi, gue juga kurang tau semua itu dari siapa. Awalnya acara ini cuma buat keluarga dan teman teman dekat, tapi karena insiden kemarin, mau gak mau acaranya di buat jadi lumayan besar.
Tepat jam 7 para tamu mulai berdatangan, begitu pula dengan Dion, Leo dan kakek Lee. Lebih banyak nya adalah teman teman bisnis papa. Setelah acara tiup lilin dan potong kue, gue liat semua orang mulai berpencar untuk mencari orang orang yang mereka pikir bisa menguntungkan mereka.
Gue gak terlalu suka tempat ramai, jadi gue memilih untuk menyingkir dari keramaian dan memilih untuk duduk taman belakang.
" Hey, kenapa bintang utama malam ini malah menyendiri?"
" Gue rasa, gue kurang suka keramaian, kalau tau acara nya bakalan ramai gini, gue lebih milih ngadain acara kayak sebelum nya aja."
" Gue gak habis pikir deh sama lo Reen, bahkan disaat lo lagi ngomong sama gue lo sempat sempat nya melakukan pelatihan pengendalian lo."
" Setiap waktu yang gue habiskan itu terlalu berharga untuk di sia siakan Leo. Oiya, kayaknya papa gue bakalan nolak deh buat pindah ke LA."
" Kenapa?"
" Gue lupa kalau papa gue itu orang yang gak suka bergantung sama siapa pun, jadi dia bakalan milih buat berjuang sendiri untuk mempertahankan perusahaan nya."
" Ooh. Kalau gitu kita bantu diam diam aja. Gak usah terang terangan ngebantuin nya. Dengan begitu, papa lo gak bakalan kesusahan buat berdiri kembali."
" Lo yakin kalau kayak gitu gak papa?"
" Iya gak papa lah, kan bokap lo gak bakalan tau juga kan. Untuk itu gue bakalan ngurus semua nya buat lo. Tenang aja."
" Makasih ya Leo. Lo udah banyak bantuin gue."
" Gue senang bisa berguna buat lo Reen. Udah masuk yuk, ini acara lo, kan gak lucu kalau lo nya malah ngilang."
Gue masuk kembali kerumah untuk meneruskan acara sampai selesai. Setelah acara selesai, dan bersih bersih, semua nya langsung beristirahat karena memang mereka semua udah pada capek karena udah dari pagi sibuk nyiapin acara.
------------------------------------------
Morning to rhe world. Gue bangun pagi ini dan langsung mandi, setelah itu langsung ke meja makan karena semua udah pada ngumpul di meja makan.
" Morning ma, pa."
" Morning too sayang."
" Morning Cece."
" Morning too. Eh, tumben lo udah bangun Leon?"
" Gak tau, bawaan nya pengen cepat bangun aja Ce. Lagian kata papa ada yang mau di bicarakan sama kita semua."
" Baiklah papa mulai aja. Semalam papa dan mama sudah berdiskusi dan sudah mengambil beberapa keputusan. Yang pertama, papa akan menolak bantuan dari Keluarga Lee karena papa tidak bisa memenuhi persyaratan mereka untuk pindah ke LA. Dan yang kedua, untuk pekerjaan kamu Adriana, papa serahkan ke kamu. Kalau kamu mau bekerja di perusahaan papa, papa akan senang, akan tetapi dengan kondisi perusahaan papa sekarang, papa belum bisa menjanjikan yang terbaik untuk kamu. Tapi kalau kamu mau bekerja di Imperial Group Amerika, jadikan itu sebagai pembelajaran dan pengalaman. Dan jaga baik nama perusahaan, kamu harus ingat pesan pesan yang papa dan mama sampaikan ke kamu. Kamu paham Adriana?"
" Paham pa. Nanti Adriana bakal menghubungi keluarga Lee."
" Jadi kita gak jadi pindah ke LA pa? Padahal Koko udah nyiapin berkas berkas Koko dan juga Koko udah buat daftar sekolah sekolah bagus yang akan Koko masukin."
" Gimana kalau Leon ikut Adriana ke LA. Kayak nya Leon juga udah pengen banget buat pindah kesana pa. Anggap aja sekalian dia belajar mandiri."
" Memang nya gak bakalan ngerepotin kamu disana sayang?"
" Enggak lah ma, kan bisa sekalian jadi teman Adriana disana."
" Papa setuju, lebih baik ada yang menemani kamu disana, bagaimana pun kamu adalah perempuan."
" Yey, jadi Koko bakalan ikut sama Cece ke LA kan pa, ma?"
" Tapi ingat, kamu jangan nyusahin Cece kamu dengan masalah yang gak penting, paham Leon?"
" Paham pa."
Gue bisa ngelihat bagaimana senang nya Leon karena bisa keluar negeri. Ya memang sedari SMP Leon sangat ingin sekolah di luar negeri. Setidaknya salah satu impian nya bisa terwujud. Gue janji bakalan memperbaiki semua kesalahan gue dan tentu saja membahagiakan keluarga gue.
Setelah sarapan, gue menelfon Leo untuk memberitahukan keputusan papa, dan memintanya untuk mengurus segala kebutuhan dan berkas berkas yang di perlukan untuk keberangkatan gue dan Leon.
----------------------------------------