Back To Earth

Back To Earth
Ep 6



Setelah sarapan, gue menelfon Leo untuk memberitahukan keputusan papa, dan memintanya untuk mengurus segala kebutuhan dan berkas berkas yang di perlukan untuk keberangkatan gue dan Leon.


----------------------------------------


- Seminggu Kemudian -


Ini adalah hari yang dijadwalkan untuk keberangkatan gue dan Leon. Dari pagi Leon udah berisik banget karena gak sabar untuk berangkat. Maklumin aja, keluarga gue bukan keluarga yang bisa kapan aja semau kita untuk pergi keluar negeri, makanya Leon sangat excited banget untuk kali ini.


" Koko, pastikan semua nya gak ada yang ketinggalan lagi. Di cek semua barang barang yang bakalan di bawa."


" Tenang aja Ce, semua barang gue udah pada gue packing. Dan semua barang yang gue butuhin udah masuk kedalam paket yang dikirim kan kesana. Jadi hari ini gue cuma bawa satu koper doang. Gak bakalan ada yang ketinggalan kok."


" Bagus deh kalau gitu. Yaudah, sekarang kita berangkat ke bandara. Leo sama Dion juga udah jalan ke bandara."


Setelah sampai di bandara, mama dan papa masih saja mengingatkan apa saja hal yang harus kami jaga selama disana. Gue jadi ingat waktu pertama kali gue mau berangkat kuliah ke Australia, mama dan papa juga seheboh ini untuk urusan wejangan nya.


" Oke, papa, mama. Adriana sama Koko bisa jaga diri disana oke. Kita juga bakalan dijagain sama Leo disana, jadi mama sama papa tenang aja disini oke. Kalau papa sama mama ada masalah, langsung hubungi Dion."


" Iya sayang. Kamu hati hati ya, ingat sampai disana langsung telfon mama sama papa disini. Kalau kamu sakit juga langsung kabari kami. Pokoknya kalau kalian membutuhkan sesuatu, langsing kabari kami. Kami akan mengusahakan yang terbaik untuk kalian. Oke."


" Iya papa. Yaudah sekarang kami masuk dulu ya. Bye papa, mama."


Mama sama papa orang nya memang drama banget, apalagi kalau udah menyangkut masalah kami. Tapi itu yang buat gue sayang banget sama mama dan papa.


Setelah melewati perjalanan yang panjang, akhirnya gue sampai di rumah yang akan gue tempati bareng Koko dan Leo. Ini adalah perumahan termewah yang ada di kota ini. Leo benar benar gak main main, fasilitas disini sangat lengkap dan nyaman. Rumahnya juga sangatlah asri.


" Cece, kita beneran bakalan tinggal disini? Lo gak bercanda kan?"


" Iya kita bakalan tinggal disini, ini juga perumahan yang dekat sama kantor gue. Dan juga gak jauh dari sekolah baru lo disini."


" Gue gak nyangka kalau gue bisa masuk ke sekolah paling mahal disini. Gue dengar itu adalah sekolah khusus anak anak orang kaya. Dan juga banyak anak pebisnis yang sekolah disana."


" Ya lo harus nya terimakasih ke Leo, itu semua berkat dia. Dia yang ngatur semua urusan itu. Gue cuma tinggal terima bersih doang."


" Ekhem... Makasih ya bang. Untuk semua nya. Sebelumnya gue juga belum bilang makasih ke lo. Tapi, sebenarnya kalian ini ada hubungan apa sih? Kok lo selalu bantuin Cece gue? Gak mungkin cuman sekedar teman kerja kan?"


" Lo serius gak ngasih tau apa pun sama adek lo Reen?"


" Males aja ngasih tau nya. Dia banyak tanya."


" Ngasih tau apa sih? Jangan jangan kalian pacaran ya?"


" Gak usah mikir aneh aneh deh lo. Gue sama Leo cuman temanan doang. Udah ah gue mau mandi. Kalau memang lo kepo, tanya aja sama Leo."


Setelah gue beranjak ke kamar dan mandi, Leo menceritakan semua yang terjadi, mulai bagaimana kami bertemu sampai dengan sekarang. Benar aja, Koko bukan orang yang bakalan percaya gitu aja. Bahkan saat makan malam, dia mulai menanyakan kembali, apakah yang di ceritakan Leo benar atau tidak.


" Lo mau nanya berapa kali sih? Gue sampai bosan dengar pertanyaan lo."


" Abisnya gue gak nyangka aja. Orang kayak lo bisa berbuat kayak gitu."


" Heh, gue ini nolongin orang, bukan ngelakuin hal jahat. Lagian gue juga gak mau sebenarnya dikasih hadiah yang berlebihan kayak gini. Tapi mau gimana lagi? Gue harus punya kekuatan dan kekuasaan buat melindungi mama dan papa."


" Ya apa pun itu, gue percaya lo pasti tau apa yang terbaik buat kita semua Ce."


" Yaudah lo istirahat sekarang, besok gue sama Leo bakalan ngaterin lo ke sekolah baru lo. Untuk waktu dekat ini, lo bakalan di antar jemput sama supir dulu. Kalau SIM lo udah keluar, baru lo boleh bawa mobil sendiri."


" Yahhhh, gak asik dong. Masak gue di antar jemput, emang nya gue anak SD apa. Ayolah Ce."


" Tidur sekarang. Gue mau tidur, gak usah protes."


------------------------------------------


Pagi ini gue bakalan nganterin Koko ke sekolah baru nya setelah itu baru pergi ke kantor. Leo bilang sekolah ini masuk ke dalam daftar sekolah terbaik di dunia. Ya gue percaya itu.


" Gimana Ko, suka sama sekolah ini?"


" Suka banget, ini benar benar sekolah impian. Dan tentu aja sekolah ini banyak cewek cantik nya."


" Yaelah Ce, lo kayak gak pernah muda aja."


" Ya pokoknya jangan buat masalah, guru lo bakalan nganterin lo ke kelas, gue langsung ke kantor sekarang."


" Oke, see you Ce. Hati hati."


Setelah itu gue dan Leo langsung menuju ke Kantor Imperial Group. Sesampainya disana, gue berkenalan dengan beberapa staff yang ada disana. Mereka sudah mengetahui akan kedatangan gue.


" Gimana? Udah lega sekarang?"


" Lega gimana? Ini bahkan belum sehari. Gue khawatir si Koko gak bisa menyesuaikan diri disini."


" Tenang aja Reen, Koko pasti bakalan cepat berbaur. Dia kan udah lama banget pengen sekolah di luar negeri. Ya lo harus percaya aja sama dia."


" Iya sih. Ya pokok nya kita lihat aja deh gimana kedepannya. Untuk SIM Koko, kira kira butuh waktu berapa lama buat ngurus nya?"


" Normalnya sih seminggu. Tapi gue usahain secepatnya."


" Ya pokoknya kalau udah keluar, kabarin aja gue. Jangan langsung di kasih ke Koko. Gue mau liat dulu gimana perkembangan dia."


" Oke. Sekarang ini jadwal buat lo hari ini. Ada beberapa meeting untuk hari ini. Dan kita bakalan ketemu klien di luar setelah makan siang. Jadi gimana kalau sekalian makan siang diluar?"


" Oke, boleh kalau gitu."


Leo adalah orang yang benar benar bertanggung jawab, apa pun tugas yang di berikan, semua akan terselesaikan dengan baik.


Meeting selesai lebih cepat dari yang di jadwalkan. Jadi kami memutuskan untuk keluar lebih cepat karena gue juga pengen jalan jalan sebentar dan melanjutkan dengan makan siang.


Setelah makan siang, gue dan Leo langsung bertemu dengan klien di tempat yang sudah di janjikan.


" Selamat datang Mr. Leo, Apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu. Dan ini adalah?"


" Baik tentu saja. Saya akan memperkenalkan, ini adalah Nona Adriana Maureen, CEO baru Imperial Group. Dipilih langsung oleh Mr. Lee."


" Oh, maafkan saya Miss Maureen. Saya adalah Frankestein Zenith. CEO Zenith Group. Saya tidak menyangka jika CEO baru Imperial akan secantik anda. Saya berharap kedepannya bisa menjalin kerja sama dengan anda."


" Terimakasih Mr. Zenith. Saya mengharapkan meeting kali ini menghasilkan keputusan yang memuaskan."


Setelah menghabiskan waktu sekitar 1 jam, akhirnya kesepakatan terjalin. Mr. Zenith benar benar orang yang kompeten. Gue yakin kerjasama ini akan sangat menghasilkan.


" Wah, lo benar benar hebat Reen, Mr. Zenith itu orang yang cukup keras kepala dalam hal bisnis. Dia terkenal sebagai orang yang benar benar bermulut manis, siapapun tidak akan bisa mengetahui apa yang di pikirkan nya. Tapi lo dengan mudah nya mencapai kesepakatan dengan dia."


" Ya anggap aja kita lagi beruntung. Dan ini benar benar memakan waktu yang sangat lama, gue kira kita bakalan selesai lebih cepat. Yang gue tau, Mr. Zenith ini gak akan mau berbicara dengan klien nya lebih dari 15 menit."


" Ya lo benar, dia gak akan membuang waktu nya untuk orang orang yang dia rasa tidak kompeten. Berarti dia mengakui lo Reen. Ya gue senang kita bisa mendapatkan kerjasama ini. Penandatanganan kontrak nya akan di lakukan 3 hari lagi."


" Ya pokoknya kita berhasil hari ini. Kita pulang sekarang. Gue benar benar capek banget."


Sesampainya dirumah, kelihatan nya rumah benar benar ramai. Apa Koko udah punya teman ya? Ketika masuk ke dalam rumah, ternyata ada beberapa orang yang mampir.


" Oh ternyata ada tamu. Kok lo gak ngomong Ko, kalau ngomong gue kan bisa beli makanan di jalan pulang tadi."


" Hehe, gak papa Ce, gue udah delivery makanan tadi."


" Lo lagi rame? Teman teman nya Koko ya?"


" Iya bang. Ni kenalin, mereka teman teman gue. Yang rambutnya pirang itu Martin Wood. Yang pakai kacamata itu Giant Mahesa. dan yang terakhir Reihan Rizaski. Mereka teman teman satu kelas gue. Dan ini abang sama Cece gue, Adriana Maureen dan bang Leo."


" Senang bertemu dengan anda Miss Maureen dan Mr. Leo."


" Duh gak perlu terlalu formal gitu. Panggil Cece. Yaudah kalian lanjut dulu ya. Cece mau ke kamar."


---------------------------------------------