Back To Earth

Back To Earth
Episode 3 ( Syakila Azalea Natmore )



* Nada Dering *


" Hallo, siapa sih? Ganggu tidur gue aja."


" Azalea, bangun kamu. Tadi papa dapat kabar, oma kecelakaan di Amerika, sekarang juga kamu siap siap, 1 jam lagi kita ketemu di bandara."


" Hah? Apa? Oma kenapa pa?"


" Oma kamu kecelakaan, kita gak punya banyak waktu, bawa barang yan penting saja."


Setelah papa mengakhiri telfon tadi, gue masih termenung, Oma kecelakaan, oma gue, oma yang selama ini nemenin gue. Gue langsung masukin beberapa baju gue ke dalam koper dan keperluan gue. Pokoknya semua yang gue butuhin, setelah itu gue langsung berangkat ke bandara dianterin supir.


Setelah sampai bandara, gue langsung nemuin papa, dan menanyakan kabar oma.


" Papa, oma gak papa kan?"


" Papa belum tau kabar terbaru tentang oma, kabar terakhir yang papa dapat, oma kecelakaan dan sudah dibawa kerumah sakit. Jadi kita harus cepat kesana."


Gue nangis, gue sayang banget sama oma, selama ini selalu oma yang nemenin gue kalau papa sibuk kerja.


Setelah 19 jam berada di pesawat, gue sampai di bandara Internasional John F. Kennedy, New York City. Setelah itu kami langsung ke Rumah Sakit tempat oma di rawat. Sesampai nya di RS, papa dihampiri oleh sekretaris pribadi oma, gue langsung nanyain kondisi oma.


" Ce Shinta, gimana keadaan oma? Oma dimana? Ruang nya oma sebelah mana ce?"


" Azalea, tenang sayang, biarin Shinta jelasin dulu. Shinta, bagaimana keadaan mama saya?"


" Mendingan kita langsung menemui dokter nya saja tuan. Mari ikut saya."


Cece Shinta menunjukan jalan keruangan Oma, sesampainya diruangan oma, gue liat oma terbaring di dalam ruangan itu sendirian.


Setelah itu ada dokter yang menghampiri kami, dari percakapan papa sama dokter, gue tau kalau oma gak baik baik aja.


Gue gak kuasa untuk menahan tangis, disamping ce Shinta.


" Kenapa oma ce? Kenapa oma yang harus disana? Kenapa gak Lea aja Ce?"


" Kamu gak boleh ngomong gitu Lea, oma pasti bakalan sedih kalau kamu ngomong kayak gitu. Sekarang mending kamu doain oma supaya oma baik baik saja."


" Tapi ce, Lea takut, Lea takut sendiri, kalau oma, kalau oma,, oma,,,"


" Kamu tenang aja Lea, oma itu orang yang kuat, oma pasti bisa ngelaluin ini semua."


Gue tetap nangis di pelukan Ce Shinta. Sampai akhirnya papa nyamperin gue.


" Lea, dengerin papa ya, apapun yang terjadi sama oma, kamu masih punya papa. Kamu gak sendirian. Oke."


" Maksud papa apa hah? Oma itu kuat. Oma bakalan ngelewatin masa kritis nya. Oma bakalan baik baik aja!! Oma bakalan selalu bareng sama Lea!!"


" Iya Lea, kita doain yang terbaik untuk oma."


Tiba tiba banyak dokter masuk keruangan oma, gue panik, kenapa? Oma gue kenapa? Setelah setengah jam dokter akhirnya keluar.


" Dokter, gimana keadaan oma saya?"


" Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik."


" Hah? Gak mungkin kan? Oma pasti baik baik aja kan dokter, iyakan dokter? Iya kan pa? Oma baik baik aja kan? Oma cuma kecapean karena jalan jalan kan pa? Oma baik baik aja kan Ce? Iyakan?"


Rasanya kepala gue pusing banget, pandangan gue mulai kabur, dan gue udah gak bisa ingat apa apa yang terjadi.


--------------------


Gue kebangun diruangan yang serba putih, gue dimana? Terakhir yang gue ingat, oma gue. Gue tiba tiba bangun, tapi kepala gue langsung sakit banget, gue pusing banget.


" Lea dimana Ce? Oma dimana?"


" Lea diruang rawat, karena Lea tiba tiba pingsan tadi, makanya Lea dirawat disini."


" Oma ce, oma dimana?"


Gue langsung nangis lagi.


" Oma lagi diurus sama papa kamu Lea. Kamu tenang aja ya. Setelah semuanya selesai, kita pulang ya."


" Kenapa ce? Kenapa oma juga ninggalin Lea? Kenapa semua yang Lea sayang, pergi ninggalin Lea ce?"


" Kamu gak boleh ngomong gitu Lea, ikhlasin oma Lea, sekarang oma udah tenang, gak ngerasain sakit lagi. Seharusnya kamu senang Lea, oma gak harus lama lama nahan sakitnya."


Gue gak tau harus ngomong apa lagi, gue yang paling kehilangan oma, karena selama ini gue yang selalu ditemenin oma, setiap gue sedih, oma selalu ada buat gue. Gue sayang banget sama oma.


1 Jam kemudian papa nyamperin gue dan bilang kalau kita bisa pulang sekarang, dan minta ce shinta untuk ngambil semua barang oma di hotel. Kata papa, oma bakalan di makam kan di Indonesia aja, disamping makan opa. Selama perjalanan gue diem aja, gue mengingat semua kenangan bareng oma.


-------------------


Setelah acara pemakaman selesai, gue ditemenin Zizi pulang kerumah, sesampainya di depan rumah, gue liat banyak banget wartawan yang udah standby, memang sejak awal pemakaman, para wartawan udah ramai mengikuti acara pemakaman oma. Oma adalah salah satu orang yang berpengaruh di dunia bisnis.


" Syakila, yuk masuk aja. Biar wartawan nya nanti gue yang ngurus."


" Maaf ya Zi, gue ngerepotin lo lagi."


" Gak papa Sya, oma lo jugakan oma gue."


Gue langsung masuk kamar buat istirahat, semenjak sampai rumah, gue gak ngeliat papa. Sesampainya gue dikamar, gue langsung tidur karena memang 2 hari ini gue gak ada tidur. Sampai acara selesai, gue baru di bangunin sama Zizi.


" Syakila, makan dulu yuk, lo belum ada makan dari pagi. Ini udah malam lo."


" Gue gak laper Zi."


" Syakila, lo gak boleh kayak gini dong, lo harus makan, kalau lo sakit nanti gimana?"


" Lo aja yang makan, gue mau istirahat. Gue beneran gak laper."


Disaat kayak gini mana ada nafsu buat makan. gue memang gak selera buat makan, gue juga gak ngerasa laper sama sekali.


" Makanan nya gue bawa kesini aja ya, nanti lo makannya gue temenin, Oke. Jangan nyiksa diri sendiri Syakila. Gue gak mau liat lo sakit."


Setelah ngomong kayak gitu, Zizi pergi dari kamar gue, gue beruntung dapat sahabat kayak Zizi, pas tau oma meninggal, Zizi langsung nyamperin gue kerumah selesai syuting dan bantuin semua persiapan acara dirumah. Padahal gue yakin dia capek banget, tapi masih aja mikirin gue.


" Ini makanan nya, lo makan ya Syakila, sedikit aja. Lo gak kasian sama gue, gue udah capek capek masakin makanan kesukaan lo, tapi malah gak lo makan."


" Iya ini gue makan."


" Nah gitu dong, kalau lo makan, jadinya kan masakan gue gak sia sia."


" Lo bohong kan? Ini sih semur di restoran depan."


" Hehehe, kalau gak gitu, lo gak bakalan mau makan."


" Makasih ya Zi."


" Sama sama beb. Malam ini gue nginep disini oke. Besok gue ada syuting lagi."


" Oke."