Back To Earth

Back To Earth
Ep 4



" Oiya, gimana keadaan perusahaan orang tua gue? Lo udah dapat informasinya?"


" Sebenarnya keadaan perusahaan itu udah diambang kebangkrutan, gue gak nyangka kalau Silica gak ngasih ampun ke bokap lo. Mereka bahkan gak membiarkan perusahaan bokap lo bernafas."


" Tapi tadi pagi bokap sama nyokap gue bahkan gak berangkat pagi pagi. Gue kira masalah nya udah selesai."


" Sebenarnya mereka meliburkan perusahaan hari ini. Mereka tau, tinggal menunggu waktu nya aja perusahaan mereka bangkrut. Makanya mereka meliburkan karyawan nya untuk hari ini. Mereka berusaha buat negosiasi sama Silica. Tapi mereka memberikan syarat, bokap lo harus ninggalin nyokap lo kalau mau perusahaan nya selamat."


" Sialan, dasar kakek tua bangka, dia gak mikir apa, kalau bokap gue itu anak kandung nya sendiri. Kenapa harus sekejam itu sih."


" Jadi menurut lo gimana?"


" Kita balik ke perusahaan. Gue mau kalian membantu gue menyiapkan sesuatu."


" Oke."


Setelah kembali ke Imperial Group, gue langsung menemui Dion di ruangan nya. Gue langsung masuk ke ruangan nya. Dion adalah adik dari Leo. Mereka sama sama cucu kakek Lee. Hanya saja, Dion tak begitu dekat dengan kakek Lee.


" No..nona Maureen. Ada yang bisa saya bantu? Idiot itu saya sudah memecatnya nona."


" Keluar..!!"


Mendengar suara gue, semua wanita wanita itu berlarian keluar. Para bodyguard yang menjaga juga ikut keluar.


" Nona... Apa saya membuat kesalahan lagi?"


" Enggak. Gue cuma butuh privasi aja. Lo bisa manggil nama gue kayak Leo."


" Baik no.. Maureen."


" Jadi apa rencana lo selanjutnya Reen?"


" Sebelumnya gue berencana buat menjauhkan orang tua gue dari Silica group. Tapi kayak nya kali ini gue harus benar benar menghancurkan keluarga itu."


" Tapi mereka masih keluarga lo Reen."


" Gini aja, gue minta tolong sama lo Dion buat nemuin orang tua gue. Tawarkan bantuan ke mereka. Tapi kasih syarat, mereka harus memindahkan kantor pusat nya ke Los Angeles, Amerika. Dan lo Leo, gue minta tolong carikan rumah di LA buat di tempati keluarga gue. Kalau bisa perumahan."


" Kenapa gak Leo aja yang nemuin keluarga lo? Gue kurang bisa negosiasi tanpa kekerasan soalnya, hahaha."


" Nyokap gue udah pernah ketemu Leo. Nanti mereka ngerasa gak enak. Makanya lo yang gue suruh Dion."


" Oke oke. Gue akan berusaha buat negosiasi. Tapi gue butuh asisten buat meyakinkan mereka."


" Lo atur aja. Itu undangan apa di meja lo?"


" Oh, Silica Group ngundang Imperial ke acara nya besok malam."


" Oh. Gue pergi sekarang. Jangan lupa tugas lo Dion."


" Siap bos."


Gue dan Leo memutuskan untuk ke salah satu butik terkenal disini buat nyari baju yang bakal gue pakai besok malam di acara Silica, juga memesan baju untuk acara Birthday Party gue Lusa. Sesudah itu Leo langsung mengantar gue pulang kerumah.


" Thankyou Leo. Jangan lupa lusa lo datang ya ke Birthday Party gue. Sampaikan salam gue ke Kakek Lee."


" Oke, sama sama Reen. Tenang aja, gue sampaikan nanti. Bye."


Leo langsung meninggalkan rumah gue. Didalam rumah gue liat ada Papa, mama dan Leon di ruang tamu.


" Kamu darimana Adriana?"


" Habis keluar sama teman ma, kenapa?"


" Cece tau gak siapa yang baru datang kemari?"


" Siapa?"


" Tuan Dion Lee. Cucu dari pemilik Imperial Group. Mereka nawarin bantuan untuk perusahaan papa sama mama."


" Ooh.."


" Kok Oh sih Ce."


" Ya bagus dong kalau ada yang mau bantuin perusahaan papa mama."


" Tapi mereka ngasih syarat. Kita semua harus pindah ke LA."


" Menurut papa sama mama gimana?"


" Mama gak tau. Mama syok."


" Nanti papa pikirin gimana baik nya. Papa mau istirahat dulu."


Gue pun langsung memasuki kamar dan beristirahat. Gue benar benar capek banget.


---------------------------------------


Hari ini gue udah siap siap buat menghadiri acara Silica Group. Ternyata acaranya di adakan di Imperial Hotel. Papa, mama dan Leon sudah bersiap di bawah, mereka hanya menunggu gue siap.


Setelah selesai berdandan, gue langsung turun ke bawah, kali ini gue mengenakan dress bernuansa Navy dan Heels berwarna Golden Black. Dengan aksesoris yang tidak terlalu ramai. Setibanya di bawah, gue hanya menemukan Leon.


" Loh, papa sama mama kok gak ada?"


" Oh, yaudah kita berangkat sekarang aja."


Gue berangkat bareng Leon dengan mobil nya. Sesampainya di Imperial Hotel, gue di sambut oleh penerima tamu dan diantarkan ke ballroom tempat acara berlangsung. Di sana terdapat banyak orang orang penting yang hadir. Gue dan Leon berbaur sambil mencari papa dan mama. Ternyata mereka sedang bersama keluarga kakek.


" Papa, mama, maaf kita terlambat."


" Begini kah ajaran kamu Arkana? Telat di acara sepenting ini? Atau ini adalah ajaran dari wanita kampung itu? Papa sudah bilang kalau wanita itu hanya pembawa sial."


Itu adalah Hermawan Silica, kakek gue. Bahkan acara belum di mulai, dia sudah mulai merendahkan mama.


" Selamat malam Tuan Silica. Selamat ulang tahun. Dan sepertinya di hari ini anda tidak perlu merendahkan orang lain."


" Anak sialan. Siapa yang mengajarimu untuk tidak sopan terhadap yang lebih tua?"


" Tentu saja saya belajar dari anda Tuan Silica. Jika anda ingin dihargai, maka hargai pula lah orang lain."


" Hey bocah lancang, berani nya kau berbicara seperti itu, apa kau tak tau dengan siapa kau berbicara? Bahkan jika bukan karena keluarga kami, kalian tidak akan pernah bisa memijakkan kaki ke tempat ini. Ingat lah, kita hidup di dunia yang berbeda."


Yang menjawab adalah Benedict Silica. Adik kandung papa.


" Tentu saja kita hidup di dunia yang berbeda. Bahkan saya tidak berharap hidup di dunia yang sama dengan anda dan keluarga anda."


" Tak bisa kah kau sopan terhadap kakek dan paman mu Adriana?"


Dia adalah Silvana Silica. Kakak Bernard Silica. Anak dari adik papa.


" Hey Silvana, semenjak keluarga lo memutuskan untuk bermusuhan dengan perusahaan papa gue, maka mulai di hari itu keluarga gue dan lo gak punya hubungan apa apa."


" Hey bocah, hentikan omong kosong mu. Tanpa bantuan dari Silica Group, tidak akan ada yang mau bekerja sama dengan perusahaan papa mu. Apa kau paham itu?"


Tiba tiba Dion bersama dengan anak buahnya memasuki ruangan tersebut.


" Siapa yang membuat keributan disini?!!"


" Ah, tuan Dion. Maafkan kami atas ketidaknyamanan ini. Ini hanya omong kosong seorang bocah. Kami pastikan untuk mengusir nya secepatnya tuan."


Dion melihat gue dan terkejut. Lalu disusul dengan kedatangan Leo dan Kakek Lee.


" Hey Cece, bukankah itu cowok yang sama lo kemarin? Kenapa dia bersama dengan Kakek Lee?"


" Lo kenal kakek Lee?"


" Enggak, cuma gue tau kalau dia orang berpengaruh disini. Dan dia adalah pemilik Imperial Group."


" Selamat datang Tuan Lee dan tuan Leo. Saya tidak menyangka kalau anda akan menyempatkan waktu untuk datang di acara saya malam ini. Saya sangat merasa terhormat."


Kakek Lee tidak menghiraukan perkataan dari Kakek Hermawan. Kakek Lee langsung menghampiri gue dan keluarga gue.


" Selamat malam Nona Maureen. Apakah ini adalah Tuan dan Nyonya Maureen?"


" Malam kakek Lee. Iya, ini mama dan papa saya. Dan ini Leon adik saya."


" Wah senang bisa berkenalan dengan anda tuan Maureen. Kapan kapan saya berharap bisa makan malam bersama dengan keluarga anda."


Gue tau papa dan mama terkejut. Bahkan seluruh keluarga Silica sama terkejutnya dengan mereka.


" Senang juga berkenalan dengan anda Tuan Lee. Saya merasa terhormat bisa bertemu dengan anda."


Ya papa bukan seorang penjilat yang pandai bermulut manis. Papa adalah orang yang apa ada nya.


" Dengarkan semuanya, Siapa pun yang berani membuat masalah untuk keluarga Maureen, maka akan menjadi musuh Keluarga Lee."


Semua orang mulai berbisik bisik dan mulai berusaha menarik perhatian papa dan mama. Gue hanya membiarkan itu terjadi. Gue bisa melihat amarah dari Silica Group. Tiba tiba Benedict memulai aksinya.


" Wah tuan Lee, saya tidak menyangka jika anda mengenal abang saya. Saya adalah adik dari Benjamin Arkana Silica, atau tuan Maureen, saya dan abang saya mengharapkan agar bisa bekerja sama dengan perusahaan anda. Saya harap bisa bekerja sama kedepannya dengan anda Tuan Lee."


" Benarkah tuan Benedict? Tetapi mengapa yang saya ketahui adalah anda saat ini sedang menyerang Maureen Group dan bersekongkol dengan beberapa perusahaan untuk menjatuhkan Maureen Group?"


Leo memulai aksi nya. Leo sengaja menarik mereka kedalam jebakan yang sudah disiapkan nya.


" Seperti nya anda salah paham tuan Leo, ini adalah bisnis, bisnis pasti ada naik turun nya. Maureen Group mungkin sedang tidak sanggup untuk mengelola perusahaan dengan baik, dan menyebabkan jatuhnya harga saham perusahaan mereka, maka dari itu perusahaan Cities Group berniat membeli seluruh saham mereka untuk membantu mereka. "


" Apa kah saya membahas tentang Cities Group tuan Benedict?"


" Maksud saya,,, itu bukankah semua orang sudah tau tentang Cities Group yang berhasil membeli saham Maureen Group?"


" Apakah seperti itu? Apakah beritanya sudah ditayangkan? Atau sudah ada konfirmasi dari pihak terkait?"


" Itu,, anu... apa.."


" Hahaha, pertunjukan menarik Leo, sekali bodoh tetap aja bodoh. Untuk kali ini cukup sampai disini. Kami akan pulang duluan, dan Kakek, jangan lupa untuk datang ke acara Birthday Party Maureen besok malam ya. See you kakek."


" Hati hati dijalan Maureen."


Hahaha, gue puas banget bisa ngelihat para Silica yang seperti orang bodoh. Sesampainya dirumah, papa dan mama langsung mengintrogasi gue....


" Adriana, apa maksudnya ini semua?"


---------------------------------------------