
- Leonardo Maureen -
Kenalin gue Leonardo Maureen, gue adik dari Adriana Maureen. Hari ini adalah hari pertama gue masuk ke sekolah baru gue di LA. Setelah mendapat persetujuan dari papa dan mama, akhirnya gue bisa juga ikut Cece ke LA, impian gue buat sekolah di luar negeri akhirnya tercapai.
Salah satu guru disini mengantarkan gue ke kelas yang akan menjadi kelas gue selama setahun ke depan.
" Baiklah anak anak, disini kita kedatangan siswa baru. Silahkan perkenalkan diri kamu."
" Salam kenal, gue Leonardo Maureen. Dari Indonesia."
Ya gue bukan orang yang mudah berbicara di depan umum kayak Cece gue. Sebenarnya kalau sama orang yang gue gak kenal, gue lumayan dingin.
" Baiklah Leonardo, kamu bisa duduk di sebelah Giant, di bangku kosong sebelah kanan."
" Baik Miss."
Setelah itu pelajaran di mulai, selama pelajaran gue serius memperhatikan, karena gue harus mengejar ketertinggalan gue. Untung nya Giant dengan senang hati meminjami gue catatan nya. Setelah pelajaran berakhir, Giant mengajak gue untuk berkenalan dengan teman teman nya.
" Come on Leon, gue ajak lo kenalan sama teman teman gue. Nah ini Martin dan ini Reihan."
" Salam kenal, jadi lo murid pindahan dari Indo itu ya? Gue harap kita bisa berteman baik kedepannya."
" Jangan lupain gue, gue Martin Wood, bokap gue adalah pemilik Wooden Group. Dan yang perlu lo ingat disini, ada beberapa orang yang gak boleh lo singgung. Mereka suka ngebully orang, mereka juga suka mintain duit anak anak disini. Mereka itu lebih dikenal dengan sebutan the Lord."
" The Lord? Apaan tu? Lagian masih zaman malakin anak orang? Mereka kan kaya kaya."
" Mereka adalah anak anak dari perusahaan besar. Mereka itu Fabian Raquel dari Raquel Group. Maladeva Zenith dari Zenith Group dan yang terakhir Reinaldi Genta dari Genta Group."
Ya itu lah yang mereka sebut dengan The Lord, namanya lumayan aneh, tapi kata teman teman gue, itu adalah nama julukan dari orang orang disini. Gue juga gak terlalu perduli dengan mereka, lagi pula gue dan mereka juga gak saling kenal.
" Oiya, nanti sepulang sekolah kita bakalan nongkrong di Cafe dekat sini, lo ikutan gak? Anggap aja sebagai sambutan selamat datang lo."
" Boleh deh. Tapi gue nebeng kalian ya, soalnya pagi ini gue dianterin sama Cece gue."
" Oke, santai."
Selama pelajaran berlangsung, semua berjalan sebagai mana mestinya. Ketika pelajaran terakhir, kelas kosong, guru nya gak masuk. Gue pergi ke perpustakaan buat baca buku, teman teman yang lain pada males ke perpustakaan, alhasil gue pergi sendiri.
Setelah sampai di perpustakaan gue mengambil beberapa buku untuk di baca, dan ternyata di perpustakaan ada beberapa orang yang sedang membersihkan dan menyusun buku.
Saat sedang membaca buku, ada beberapa orang yang tiba tiba duduk di samping kursi yang gue duduki.
" Lo anak baru itu ya?"
Gue cuma membalas perkataan nya dengan tatapan bingung, ni orang tiba tiba ngajakin gue ngomong, padahal gue juga gak kenal mereka.
" Oh, gue Fabian Raquel, lo bisa manggil gue Bian, mereka ini teman teman gue, Dava dan Rein."
" Oh, Gue Leon."
" Iyakan lo anak baru itu?"
" Iya."
" Kita disini cuma mau ngingatin lo aja, jangan terlalu dekat sama Martin, dia gak kayak yang lo liat."
" Maksudnya?"
" Ya pokoknya jangan terlalu dekat sama dia."
" Oke. Thankyou."
" Kita cabut dulu, hukuman kita udah selesai."
" Oke."
Ya mereka gak kelihatan kayak anak anak yang suka malakin orang atau ngebully. Tapi yang pasti hubungan mereka sama Martin gak baik. Ya apapun itu, gue gak peduli, toh gak ada hubungan nya sama gue.
Sepulang sekolah, gue dan teman teman gue langsung menuju Cafe yang mereka bilang. Tempat nya lumayan asik, banyak anak anak dari sekolah lain juga nongkrong disini. Termasuk Bian dan teman teman nya.
" Nah lo liat itu mereka, the Lord. Setiap mereka kesini, mereka pasti cuma numpang makan dan minum, habis itu mereka pergi. Mereka gak pernah bayar. Gue dengar mereka pernah ngancam pemilik tempat ini, makanya mereka bisa makan gratis disini."
" Lo tau darimana? Bisa aja kalau Cafe ini milik salah satu dari mereka bertiga kan."
" Yaelah, banyak kali yang ngomong. Lo baru makanya belum tau."
" Ya ya ya, terserah lo pada deh. Gue pulang duluan deh, gue belum ngabarin Cece gue kalau gue telat pulang."
" Tenang aja, nanti gue anterin lo sampai rumah deh. Oiya, gue pakai duit lo dulu dong Leon, gue lupa bawa ATM, duit Cash gue habis."
" Yaudah gue bayar dulu."
" Lo bayar pake Kartu Kredit itu?"
" Iya, kenapa?"
" Gila, lo masih SMA udah punya Kartu Kredit yang itu, bahkan bokap gue cuman ngasih gue Kartu yang biasa."
" Ini dikasih Cece gue tadi pagi."
" Setau gue di sekolah ini lo orang ke 4 yang megang Kartu Kredit itu, 3 lagi itu the Lord."
" Ya ya ya, pokoknya sekarang kita pulang dulu. Udah sore."
Sepanjang perjalanan mereka gak berhenti berbicara. Bahkan gue sampai pusing mendengar ocehan mereka tentang The Lord. Sesampainya dirumah, mereka mulai berbicara lagi, kali ini membahas rumah ini. Wah mereka benar benar, dari tadi hanya membicarakan tentang uang uang uang.
Martin benar benar, tak habis habis, mulai dari membayar minuman dan makanan di Cafe, mengisi bensin mobilnya, dan kali ini makanan. Oke, gue bakalan turutin untuk kali ini.
Tak lama gue dengar ada mobil berhenti didepan, gue yakin itu pasti Cece dan bang Leo.
" Oh ternyata ada tamu. Kok lo gak ngomong Ko, kalau ngomong gue kan bisa beli makanan di jalan pulang tadi."
" Hehe, gak papa Ce, gue udah delivery makanan tadi."
Ya gue menjawab sebiasa mungkin, gue gak mau Cece tau kalau gue lagi kesal banget. Kemudian bang Leo menyusul di belakang, mungkin dia habis memarkirkan mobilnya.
" Loh lagi rame? Teman teman nya Koko ya?"
" Iya bang. Ni kenalin, mereka teman teman gue. Yang rambutnya pirang itu Martin Wood. Yang pakai kacamata itu Giant Mahesa. dan yang terakhir Reihan Rizaski. Mereka teman satu kelas gue. Dan ini abang sama Cece gue, Adriana Maureen dan bang Leo."
" Senang bertemu dengan anda Miss Maureen dan Mr. Leo."
" Duh gak perlu terlalu formal gitu. Panggil Cece. Yaudah kalian lanjut dulu ya. Cece mau ke kamar."
Setelah Cece ke kamar, Martin tiba tiba bertanya.
" Itu kakak sama abang lo ya? Wah bakalan aman hidup gue kalau temanan sama lo, hemat duit jajan gue."
" Maksud lo apaan?"
" Iya, mereka pasti bukan orang sembarangan, liat aja dari Kartu Kredit lo, terus barang barang yang di pakai nya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rumah ini juga, ini perumahan mewah. Gue yakin gak salah lagi, kakak atau abang lo pasti CEO baru di Imperial Group yang dikabarkan akan mengelola bisnis disini."
" Lo dari tadi kayak nya gak berhenti ngomongin kekayaan, uang, dan kawan kawannya. Lo gak bosan?"
" Oh Come on Leon, gak usah naif gitu dong. Zaman sekarang mana ada orang yang mau punya teman kalau gak bisa menguntungkan. Bahkan mereka berdua temenan sama gue karena setiap hari gue bayarin mereka makanan enak."
" Hah, gue benar benar capek sekarang. Mending lo semua pulang deh. Gue mau istirahat."
" Lo marah Leon? Come on, kalau bukan kita, siapa lagi yang mau temenan sama lo?"
" Gue bilang KELUAR SEKARANG..!! LO TULI YA?"
" Santai dong, sekarang lo boleh ngusir kita, tapi ingat, besok gue akan buat lo gak bakalan punya teman disekolah."
" Terserah lo..!!"
Sialan, gue kelewat emosi, setelah mereka keluar, Cece dan bang Leo turun nyamperin gue.
" Loh, teman teman lo tadi mana Ko?"
" Udah pulang."
" Tadi gue dengar ada suara ribut ribut, ada apaan?"
" Kagak ada. Gue masuk ke kamar dulu. Capek banget gue."
" Jangan lupa nanti malam lo ikut ke acara perusahaan gue."
" Iya."
Gue langsung meninggalkan Cece gue di ruang tamu. Gue tau kalau dia penasaran, tapi gue gak mau buat di khawatir. Gue ketiduran sebentar dan kemudian di bangunkan oleh bang Leo.
" Koko, bangun. Cepetan siap siap sekarang."
" Mau kemana sih bang?"
" Kan tadi udah dibilang sama Cece, kalau malam ini ada acara di perusahaan."
" Hah? Males ah bang, mending abang sama Cece aja yang pergi deh. Gue dirumah aja."
" Come on, ini acara penting. Gak mungkin dong lo gak datang. Lagian disana juga banyak anak anak dari sekolah lo kok."
" Ogah banget gue bang."
" Terserah, mending ikut atau lo di pulangin ke Indo?"
" Ah gak asik nih abang, main nya ngancem gitu, yaudah bentar deh, gue mandi dulu."
" Oke, gue udah nyiapin baju buat lo pakai."
Gue mandi gak sampai setengah jam, dan bersiap siap, dibawah Cece sama bang Leo udah pada siap.
" Lama banget sih lo."
" Yaelah Ce, gue juga udah cepat cepat tadi. Gak usah bawel kenapa."
" Lo juga ngapain pake acara ketiduran segala sih?"
" Nama nya juga gue capek. Maklum aja lah."
Kami langsung menuju tempat acara di selenggarakan. Kata nya sih ini acara penyambutan Cece sebagai CEO baru Imperial Group. Gue gak nyangka kalau acara ini bakalan sebesar dan semewah ini.
" Yo, Leonardo. Lo disini juga?"
" ..... "
---------------------------------------------