
Apa lagi kali ini? Disaat gue lagi sibuk sibuknya dengan urusan kantor dan sekarang gue harus menemui orang orang dari Paradise Group sendirian.
" Selamat siang Mr. Aaron. Maaf saya sedikit terlambat."
" Selamat siang Adriana Maureen. Apa kabar?"
" Lo?!! Ngapain lo disini?"
" Ingin bertemu dengan kamu, tentu saja. Bagaimana dengan makan siang diluar?"
" Gak usah bercanda lo. Gue gak ada waktu buat ngurusin lo Grey."
" Are you sure Miss Maureen? Tapi setelah melihat dokumen ini, gue yakin pasti lo gak bakalan menolak ajakan gue."
Gue melihat dokumen yang di berikan oleh Grey. Sialan, hari ini gue benar benar sial. Ternyata Grey adalah CEO dari Paradise Group, dan saat ini Imperial sedang terlibat kerjasama dengan perusahaan mereka. Siapa yang menyangka gue bakalan ketemu sama cowok ini.
Dia Aaron Grissham, teman SMA gue, dia juga adalah cinta pertama gue. Dan gue baru tau kalau ternyata dia adalah anak Aldrich Davidson, pemilik Paradise Group.
Siapa yang menyangka si brengsek ini bakalan muncul lagi di hadapan gue. Dia adalah orang yang benar benar menghancurkan hati gue.
#Flashback
6 Tahun yang lalu.
Ini adalah saat pertama kali gue ngeliat Grey. Di SMA gue bukan lah anak yang mudah bergaul, gue juga cupu dan kutu buku. Bahkan gue terkucilkan di kelas.
Gue sering memperhatikan Grey dari jauh, Grey adalah cowok paling populer di sekolah, dia pinter di semua mata pelajaran dan juga jago olahraga. Dibandingkan sama gue yang cupu ini, gue cuma bisa menjadi pengagum nya dari jauh.
Tapi seakan takdir sedang berpihak ke gue, gue disatukan dengan Grey rangka Olimpiade Matematika. Semenjak itu, gue sering menghabiskan waktu bersama Grey dengan alasan membahas materi olimpiade.
Grey tak pernah menolak ataupun malu berdekatan dengan gue, gue semakin menyukai nya karena dia adalah orang yang sangat baik. Gue pun bertekad untuk memberitahukan tentang perasaan gue seandainya kita menang Olimpiade.
Hari yang ditunggu tunggu pun tiba, gue dan Grey mewakili sekolah untuk mengikuti Olimpiade dan berhasil mendapatkan juara 1. Gue benar benar senang banget. Dan gue bersiap untuk mengatakan perasaan gue yang sebenar nya pada Grey.
Tapi semua rencana dan kata kata yang sudah gue persiapkan itu harus gue telan bulat bulat, karena ternyata Grey sama sekali tak pernah melihat gue. Saat itu gue baru saja memasuki perpustakaan, gue melihat Grey sedang duduk dengan seorang teman nya.
" Grey, lo beneran pacaran sama di cupu ya?"
" Cupu?"
" Iya, si Adriana. Lo berdua kelihatan nya dekat banget, anak anak pada gosipin kalau lo berdua pacaran. Bener gak sih?"
" Enggak lah, gila aja lo. Mana mungkin gue pacaran sama dia."
" Hahaha, iya juga sih, mana mungkin lo pacaran sama cewek cupu kayak dia."
Gue hancur, hancur banget, orang yang selama ini gue suka ternyata gak pernah sekali pun memandang gue, dia baik sama gue cuma karena kita disatukan dalam kelompok olimpiade, setelah olimpiade selesai, kita juga selesai.
Gue keluar dari perpustakaan sambil menangis. Semenjak itu gue mulai menghindar setiap bertemu dengan Grey. Grey selalu mencari kesempatan untuk berbicara dengan gue, tapi gue selalu menghindar. Sampai lah saat selesai UN dan gue berhasil di terima di salah satu universitas Australia. Gue pun langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun. Gue bahkan tak pernah mencari tahu apa pun lagi tentang Grey, sampai saat ini.
# Flashback Off.
" Hey Adriana, bagaimana?"
" It's just about work, for other things, I don't have time. Paham lo?"
" Oke."
" Lo tunggu gue di lobi, gue mau ngambil tas gue."
Gue langsung mengambil tas dan menemui nya di Lobi. Banyak karyawan yang melihat, gue benar benar gak nyaman.
" Cepetan deh, lo mau makan dimana?"
" Ikut gue."
Setelah berdebat, akhirnya gue satu mobil sama Grey. Grey membawa gue ke salah satu restoran Indonesia. Grey memesan meja yang agak sepi pengunjung. Setelah memesan makanan, Grey memulai pembicaraan.
" Lo apa kabar? Selama ini kemana aja?"
" Gue gak mau bahas perihal di luar kerjaan."
" Come on Adriana, lo ninggalin gue tanpa penjelasan, lo menghindari gue selama ini. Bahkan gue sampai gila nyariin lo. Dan sekarang, setelah gue nemuin lo, lo malah kayak gini?"
" Adriana, tunggu..! Gue belum selesai."
Gue langsung meninggalkan Grey di sana dan langsung pulang kerumah. Apa apaan sikap nya itu? Kenapa dia membuat seakan akan gue yang jahat? Bukannya dia gak suka cewek kayak gue. Dan sekarang, setelah gue punya ini semua, dia baru ngeliat gue? Bahkan dia gak punya hak buat maksa gue untuk menjawab pertanyaan nya itu.
" Adriana, ingat lo sekarang adalah cewek yang kuat, lo gak akan jatuh ke lubang yang sama untuk yang kedua kali nya. Grey hanya penasaran kemana lo selama ini, kenapa lo menjauhi dia, ingat Adriana, Grey gak akan mungkin menyukai cewek kayak lo."
Gue meyakinkan hati gue, tembok yang gue bangun selama ini adalah nyata, bukan sebuah ilusi. Sampai sore pikiran gue hanya dipenuhi oleh si brengsek itu. Benar benar buat gue gila rasanya. Kenapa harus muncul di kehidupan gue lagi sih.
" Sialan...!!!!"
" Hey, Reen. Segitu marahnya lo sama gue karena gue ninggalin lo seharian? Bahkan gue baru masuk dan lo langsung mengumpat gue."
" Leo?!! Darimana aja lo? Lo gak tau betapa susah nya gue karena lo? Kenapa tiba tiba perusahaan Wooden Group di akuisisi sama perusahaan kita? Kerjaan lo itu kan?"
" Gue hanya melakukan apa yang seharusnya gue lakukan. Anak itu terlalu sombong, tidak menyadari dimana tempat nya. Jadi sekalian aja gue kasih pelajaran."
" Lo gila, ini masalah hidup orang Leo."
" Hey, kalau lo tau apa yang dia perbuat, mungkin lo bukan hanya menghancurkan perusahaan nya, bisa aja berita pagi ini berubah dengan menghilang nya keluarga Wooden secara misterius."
" Memang nya dia ngapain?"
" Udah deh, ada hal yang lebih penting lagi. Tadi siang lo kemana? Gue sempat mampir ke kantor tadi dan dengar dari karyawan kalau lo pergi keluar makan siang sama cowok dan gak balik lagi ke kantor?"
" Sialan..!! Ini semua gara gara lo tau. Kalau aja lo gak ninggalin gue hari ini, gue gak akan ketemu sama cowok itu lagi. Gue benar benar emosi kali ini..!!!!"
" Oke, santai. Tarik nafas habis itu buang. Tenang.. Cerita sama gue pelan pelan."
Akhirnya gue menceritakan semua nya ke Leo dari awal sampai akhir, lihat saja ekspresinya sekarang. Bisa bisa nya dia tertawa dengan bahagia nya.
" Hahahaha..."
" Iya ketawa aja lo terus, mau gue hajar lo?"
" Haha, oke oke. Sorry deh. Abis gue gak nyangka aja ada cowok yang berani nolak lo."
" Heh, sialan. Bahkan gue gak pernah ngasih tau dia tentang perasaan gue yang sebenarnya. Mana bisa lo bilang dia nolak gue."
" Ya berarti lo di tolak sebelum menyatakan. Sama kayak lo kalah sebelum bertarung, hahaha."
" Iya ketawa aja lo terus, puas puasin ketawa lo."
" Wah, ada apaan ni? Seru banget kayak nya. Lagi ngomongin apaan bang?"
" Hahaha, Cece habis ketemu sama cinta pertama nya tadi di kantor."
" Oohh, yang di SMA dulu itu Ce? Yang buat Cece patah hati terus melarikan diri dengan kuliah di Australia?"
" Lo tau darimana?"
" Dulu waktu lo di Australia, dia sering datang kerumah nanyain lo dimana ke papa dan mama. Tapi papa gak pernah mau ngasih tau, soalnya dia aneh sih. Masak tiba tiba kerumah minta alamat lo ke papa."
" Serius lo? Kok papa gak pernah ngomong?"
" Gak penting sih. Lagian gue mau bilang lupa terus. Soalnya lo sibuk terus."
" Bodoamat lah. Udah gak penting. Oiya Leo, dia dari Paradise Group."
" Uhukk.uhukkk.... Apa lo bilang?"
" Cowok itu dari Paradise Group. CEO nya yang sekarang. Aaron Grissham Davidson."
" Lo serius? Sial, lo kok gak bilang kalau dia dari Paradise Group?"
" Ya ini kan gue udah bilang. Emang kenapa sih lo sampai kaget kayak gitu?"
" Paradise Group itu...."
------------------------------------------