
“Baiklah simpan cerita sedih mu untuk lain kali, aku benar benar sedang mencoba menikmati sarapan pagiku.”
“Kau benar benar dingin nona. Tak memiliki simpati sedikitpun.”
“Yah, aku tau itu. Kau orang ke sekian yang menyebut aku seperi itu.”
------------------------------------------
Semenjak mengenal Alex aku tau bahwa dia bukanlah orang yang jahat. Alex selalu datang untuk sekedar minum teh di pagi hari atau bahkan sekedar berbasa basi. Awalnya Artius sempat kaget melihat Alex yang sering kali datang, setelah aku menjelaskan nya, akhirnya dia pun mengerti.
Alex berjanji membawaku keluar untuk berjalan jalan jika ia memiliki waktu luang lain kali, ya sebenarnya aku sangat bosan berada di dalam kamar hotel ini selama berbulan bulan. Hampir setengah tahun aku berada di hotel ini untuk menyelasaikan sekolahku, beberapa hari lagi aku akan menyelesaikan segala sesuatunya. Aku akan membawa Leo untuk pindah denganku kerumah mama dan papa kandungku. Aku tak akan membiarkan Leo untuk di manfaatkan oleh orang orang itu lebih lama lagi. Rencana yang sudah ku susun selama ini bersama dengan Artius dan Hilman akan membuahkan hasil.
Awalnya aku meminta Artius dan Hilman untuk mencarikan Perusahaan yang mampu bersaing dengan Penta group, karena perusahaan yang sebelumnya ku ambil alih tidak cukup kuat untuk bertabrakan dengan Penta Group, apalagi mereka berjalan pada bidang yang berbeda. Maka dari itu setelah mendapatkan Imperial Group, aku meminta Artius dan Hilman untuk terus menekan Penta Group. Penta Group adalah perusahaan yang lumayan tangguh karena mampu bertahan hingga saat ini. Aku akan lebih dulu memotong sumber daya keluarga itu agar tak bisa melarian diri seperti biasanya. Setelah Hilman melakukan penyelidikan tentang keluarga lama ku, mereka sering kali di laporkan dengan kasus penipuan dan perdagangan ilegal. Tapi setiap kali itu pula mereka bisa lolos tanpa bukti yang cukup serta suap yang di keluarkan oleh Penta Group. Mau bagaimanapun Penta Group tak akan tinggal diam jika anak nya harus terlibat skandal seperti itu.
Sudah lebih dari seminggu mereka semua mencari ku, untungnya ada Alex yang membantuku agar mereka tak bisa menemuiku. Mereka benar benar merasa bisa memanfaatkanku untuk membantu mereka karena keluarga Penta sudah tak bisa membantu mereka lagi. Seperti hari ini mereka menelfonku.
"Hallo Anna..!! Bagaimana kamu benar benar menghilang selama ini? Mama sama papa benar benar khawatir dengan keadaan kamu sayang. Kamu pulang ya, atau kamu beritahu kami dimana kamu sekarang, mama sama papa akan menjemput kamu."
"Untuk apa?'
"Mengapa kamu mengatakan hal seperti itu sayang? Tentu saja kamu harus pulang sayang. Orang tua mana yang tidak khawatir kalau anak nya menghilang selama berbulan bulan."
"Tidakkah kalian lelah? Bahkan akupun sudah lelah untuk berpura-pura tak terjadi apapun."
"Apa maksud kamu Anna?"
"Kalian yang mengaku sebagai orang tua ku, apakah kalian pikir aku tak mengetahui semua kebenaran yang kalian sembunyikan dari ku? Aku tau kalian bukan orang tua kandungku. Dan juga apa yang telaj kalian lakukan selama ini."
"Apa yang sedang kamu bicarakan Anna? Mama benar benar tak paham."
"William Pentra Agra, Kalliste Muriel. Kalian kira aku tak tau siapa nama asli kalian. Dan satu lagi, kalian tak perlu untuk mencariku karena dalam waktu dekat kita akan bertemu."
"Kamu...!!!"
Belum sempat mereka menyelesaikan perkataan mereka, aku sudah lebih dahulu menutup telfon karena aku sudah muak mendengar omong kosong yang akan keluar dari mulut mereka, aku mengatakan pada Artius untuk mempercepat mereka mengumpulkan bukti yang tak terelakkan agar aku lebih mudah membawa Leo. Leo sudah ku anggap seperti adikku sendiri. Maka aku akan melindunginya sebisaku.
Hari ini aku berencana untuk ke Imperial Group. Seperti yang di janjikan, aku bakalan di jemput oleh Hilman jam 9. Hilman mengabari kalau dia sudah sampai di Lobi hotel. Saat keluar kamar, ternyata ada Alex yang sedang berbicara dengan beberapa orang, tampaknya Alex benar benar sangat sibuk belakangan ini karena yang kulihat Hotelnya semakin sering di datangi oleh orang orang asing yang ingin berlibur. Lebih baik aku tak mengganggunya.
"Ayo Hilman, aku ingin melihat lihat sudah sejauh apa perkembangan di Imperial."
"Baiklah nona. Mari silahkan."
Kadang aku sering berfikir apakah sudah benar hidpu yang ku jalani sekarang? Bukankah aku ingin menikmati kehidupan normal seperti gadis seumuranku. Tapi kenapa aku sudah harus berhadapan dengan masalah orangtua yang selama ini merawatku.
"Ada apa nona?"
"Tidak ada Hilman, hanya menikmati pemandangan saja. Mungkin karena sudah terlalu lama tidak keluar dari Hotel."
"Ya sekali kali tak masalah untuk keluar nona. Tak perlu mengurung diri di dalam hotel itu. Tuan Art sudah mendapatkan rumah seperti yang nona inginkan, apakah nona masih berminat untuk pindah?"
"Tidak, aku sudah memutuskan untuk kembali pada keluarga ku."
"Keluarga De Ville maksud nona? Tapi mereka..."
"Ya aku tau Hilman, kamu tak usah khawatir karena aku yakin kalian akan tetap berada di sisiku kemana pun aku pergi."
"Ya anda benar nona, maafkan saya mengkhawatirkan sesuatu yang tak di perlukan."
Aku hanya mendengarkan apa yang di katakan Hilman selagi menikmati pemandangan di sepanjang jalan.
"Oh iya Hilman, sesudah dari Imperial aku masih harus ke sekolahan Leo. Semalam dia bilang kalau dia kena masalah disekolah."
"Baiklah nona."
@Imperial Group.
Saat memasuki sebuah ruangan, tampak seorang yang sangat tidak sopan sedang duduk sambil merangkul wanita di sebelahnya.
" Hey Hilman, apa kabar? Apakah ini bocah yang disebut oleh Art?"
" Benar Dion. Dia adalah Andriana Maureen. Pemilik baru Imperial Group. Dia akan menjadi bos disini karena nona ini sangat penting untuk tuan Art."
" Jangan mimpi Hilman. Aku gak akan menyerahkan perusahaan ini segampang itu pada gadis asing ini dan menganggap nya sebagai bos."
" Terserah saja. Saya juga gak perduli, yang saya butuhkan cuma orang orang yang mampu untuk menjalankan setiap perinta yang saya berikan."
" Gadis sialan, siapa yang mau menjadi kacung?"
" Bisakah kau diam Dion..!!"
Aku langsung memberi perintah pada Jarvis untuk mencari semua data tentang orang ini, tentu saja dengan semua hal yang dia rahasiakan dari ku.
"Hahaha, beraninya gadis kecil seperti mu memerintahku? Jangam harap aku akan mendengarkan semua perkataanmu. Aku akan terus membuat masalah denganmu gadis kecil."
"Benarkah Dion? Atau lebih baik ku panggil Weylin Xerver?"
Tampaknya informasi dari Jarvis benar benar dapat di andalkan, Lelaki ini adalah Weylin Xerver, kembaran dari Xuwey Xerver. Seorang gadis jenius yang sangat di kenal oleh dunia karena berhasil memecahkan Teori sains yang sangat rumit dan tak bisa di selesaikan oleh profesor profesor berpengalaman di seluruh dunia. Dan keluarga Xerver terkenal dengan keluarga yang selalu menghasilkan generasi genarasi yang sangat menakjubkan. Dan Weylin Xerver sebenarnya adalah lelaki yang genius, hanya saja dia tak pernah mendapat pengakuan dari orang orang di sekitarnya karena mereka lebih memperhatikan adik kembarnya.
"Apa kau terkejut bagaimana aku tau siapa kau sebenarnya?"
"Bicara apa kau bocah? Aku tak mengerti apa maksudmu."
"Kau lebih dari sekedar paham dengan apa yang aku katakan DION..!!"
"Baiklah, selagi kau tak membocorkan identitasku, aku akan melakukan apapun yang kau katakan."
"Ya itu akan lebih menyenangkan, karena aku sangat membutuhkan orang orang yang sangat berguna seperti kau."
Semua orang di dalam ruangan itu merasakan kengerian saat berhadapan dengan Anna. Bahkan dalam sekejab Anna bisa dengan mudah mengetahui siapa Dion sebenarnya. Hilman sudah mengetahui kehebatan nonanya, tapi tak pernah menyangka akan sehebat ini. Untuk mencairkan suasana, Hilman memberanikan diri untuk berbicara.
" Baiklah, selanjutnya saya akan memperkenalkan nona Anna kepada semua staff yang ada disini. Dion tolong kumpulkan semua karyawan kita."
" Baik. Saya laksanakan segera."
Setelah acara pengenalan selesai. Dan mengingatkan kepada semua karyawan untuk tak mengatakan siapa identitasku, karena aku tak ingin di repotkan oleh orang orang yang hanya memberi kesan baik. Setelah itu aku langsung menuju sekolah Leon yang hanya berjarak sekitar 30 menit dari Imperial. Leon dan aku di sekolahkan di sekolah Elit yang berbeda, Aku bersekolah di Amoora High School sedangkan Leon bersekolah di Imperial High School. Maka dari itu sekolahnya tak terlalu jauh dari kantor.
"Sekarang antarkan aku ke Imperial High School ya Hilman."
"Maaf nona, tapi saya harus mengantarkan berkas meeting tuan Art lebih dulu, karena ini berkas yang lumayan penting untuk proyek kita kali ini. Mungkin kita akan terlambat sedikit sampai di sekolah adik nona."
Tiba tiba Dion menawarkan diri untuk mengantarkan ku.
"Bagaimana jika saya saja yang mengantarkan anda nona? Saya cukup dikenal di Imperial High School. Mungkin saya bisa membantu menyelesaikan permasalahan nya."
"Baiklah kalau begitu. Hilman aku akan pergi dengan Dion. Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu."
"Baik nona. Dion saya percaya kamu bisa menjaga nona Anna."
" Selamat siang Tuan Dion. Apa ada yang bisa saya bantu? Karena tumben sekali tuan datang tanpa pemberitahuan apa apa."
"Tidak, saya hanya mengantar nona ini."
Kepala sekolah itu melihatku dari atas hingga bawah dan menunjukkan wajah bingung bagaimana mungkin Dion mengantarku kemari.
"Mohon maaf sebelumnya, saya adalah Andriana Maureen dan saya kakaknya Leon. Dan kalau boleh saya langsung saja, mengapa sampai Leon mendapatkan surat panggilan dari sekolah ya buk?"
"Begini...Eee..."
"Anna.."
"Ya begini Anna, maaf sebelumnya tapi saya harus menanyakan apakah hubungan nona ini dengan tuan Dion?"
"Apakah itu penting untuk dibahas sekarang? Saya datang kesini untuk menyelesaikan masalah adik saya."
Ya aku sedikit aneh dengan kepala sekolah ini, karena sepertinya dia sangat tidak senang melihatku diantar oleh Dion. Apakah mereka memiliki hubungan?
"Maaf kalau seperti itu, saya akan kembali ke topik utama kita, Leon terlibat perkelahian dengan seorang teman nya. Dan karena perkelahian itu, salah satu orang tua wali murid tersebut menuntut untuk bertemu dengan orang tua Leon. Maka dari itu saya memberi surat panggilan orang tua. Saya tidak menyangka malah nona ini yang datang, saya tidak tau apa yang akan di pikirkan wali murid itu ketika melihat anda yang ada disini."
" Ya orang tua saya sedang sibuk. Maka dari itu saya sebagai kakak Leon mewakili orang tua saya untuk datang kemari. Jadi kapan saya bisa bertemu dengan orang tua wali murid tersebut."
" Mereka sudah tiba lebih dulu. Dan sekarang sedang menunggu di ruangan tamu saya. Mari saya antar kan. Disana juga sudah ada Leon."
Ketika sampai di ruang tamu kepala sekolah. Hal tak terduga yang aku lihat, wanita paruh baya itu menampar Leon. Aku langsung berlari untuk menahan tangan nya agar tak menampar Leon untuk kedua kalinya.
" Hey, siapa kamu? Kenapa kamu menghentikan saya untuk menampar anak kurang ajar ini?"
" Saya adalah wali nya. Bisakah anda menjelaskan mengapa anda ingin menampar adik saya?"
" Dia pantas mendapatkan nya karena sudah berani memukul anak kesayangan saya. Dan kenapa hanya kamu yang datang? Dimana orang tua mu? Bahkan orang tua mu tidak berani untuk bertemu dengan saya. Apa apaan ini? Apakah kalian meremehkan keluarga saya?"
" Tenang lah nyonya Marina, saya akan memberi pelajaran pada murid kurang ajar ini."
Yang berbicara itu adalah di wakil kepala sekolah itu. Bagaimana seorang kepala sekolah berperilaku seperti itu,
" Begini kah sikap wakil anda nona kepala sekolah? Diam saja saat anak didiknya ditampar oleh orang lain, lalu membela mereka yang salah? Dan apakah anda berhak untuk menampar adik saya?"
" Jika aku menginginkan kau mati saat ini, itu pasti akan aku lakukan, kalian hanyalah seonggok sampah, berani nya melawan saya. Apa kau tak tau siapa saya? Saya adalah Marina Belva Pradipta. Suami saya adalah seorang Manager di Imperial Group dan orang kepercayaan Tuan Dion Lee. Apa kau masih berani menyinggung ku? Jika kau meminta maaf pada ku dan adikmu berlutut pada anak ku, aku akan melepaskan kalian sekarang juga."
" Apakah suami anda adalah Didi Pradipta?"
" Benar, apa kalian takut sekarang?"
" Kau kenal siapa dia? Kalau gitu mending kau saja yang ngurus."
" Baiklah, tunggu sebentar nyonya."
" Baiklah, saya akan menunggu, percaya lah, jika masalah ini sampai pada suami saya. Kalian tidak akan selamat."
" Lihat saja. Apa kau masih bisa bersikap sombong sampai akhir nenek tua."
Belum sempat dia memakiku, aku lihat wanita itu menerima telfon. Dan muka nya berubah menjadi pucat pasi.
" No...nona Anna.... Ma...maafkan saya nona... Saya tidak menyangka kalau anda.... Nona, maafkan kesalahan saya nona."
" DIon, dia udah nampar adikku. Selesaikan semua nya sampai bersih. Dan untuk wakil kepala sekolah itu, aku gak mau dengar kalau dia masih ada disini besok. Aku tunggu di kantin sekolah. Ayo Leon."
Aku mengajak Leon ke kantin sekolah. Ini adalah jam nya masuk kelas, jadi tidak banyak orang yang berada di kantin.
" Benarkah kamu kakakku?"
" Maksudnya?"
" Lupain aja. Makasih karena udah belain Leon tadi."
" Tentu aja. Kamu itu adik kakak. Jadi kakak pasti bakalan belain kamu."
" Walaupun aku salah?"
" Memang nya kamu merasa salah?"
"Aku,, cuma..."
"Cuma apa?"
" Aku udah mukul Rantana Belva, dan itu gak bagus untuk kita kak."
" Percaya lah, mulai besok mereka gak bakalan gangguin kamu lagi. Dan pertanyaan kakak, kenapa kamu mukul dia?"
" Dia... nidurin cewek aku kak. Makanya aku langsung emosi waktu dia pamer kalau udah berhasil nidurin pacar aku."
" Cewek? Laurent maksudnya?"
" Kakak tau darimana?"
" Hah... Aku tau semua nya. Kamu udah di jebak sama cewek itu, dia sengaja memprovokasi kamu supaya kamu mukul si anak dari keluarga Belva itu supaya kamu di keluarin dari sekolah. Nih foto foto nya, dia adalah salah satu wanita nya Ben. Jadi untuk kedepannya kakak harap kamu bisa ngelihat mana cewek yang benar benar sayang sama kamu."
" Inikan.... Sialan...!!! Mereka ngejebak aku kak. Mereka....."
" Tenang aja. Kita bakalan membalas mereka di pertemuan keluarga. Kakak jamin mereka gak bakalan bisa berkutik."
" Maksud Kakak?"
" Lupain aja. Kamu balik belajar sana. Kakak mau pulang. Dan ingat, jangan sampai mama sama papa tau masalah ini."
" Oke. Tapi kasih tau Leon, siapa cowok yang sama kakak tadi?"
" Teman kakak. Udah masuk kelas sana. Ingat, diemin aja apapun yang dikatakan dan di lakukan sama Ben. Jangan terpancing lagi."
" Oke.. Thankyou ya kak.."
Setelah Leon pergi, Dion datang menghampiriku.
" Udah beres?"
" Beres. Mereka akan meninggalkan Indonesia malam ini. Aku mengirim mereka ke Afrika."
" Bagus lah. Setidaknya berkurang satu lagi yang harus disingkirkan. Oiya, gimana keadaan sekolah ini sebenarnya? Dan siapa kepala sekolah tadi? Kelihatan nya dia benar benar memusuhiku ketika melihatku datang bersamamu."
" Sebenarnya....
----------------------------------