
Kami langsung menuju tempat acara di selenggarakan. Kata nya sih ini acara penyambutan Cece sebagai CEO baru Imperial Group. Gue gak nyangka kalau acara ini bakalan sebesar dan semewah ini.
" Yo, Leonardo. Lo disini juga?"
" Eh? Iya. Lo juga?"
" Gak cuma gue, noh ada Dava sama Rein juga. Lo sendiri kan? Gabung sama kita aja lah yuk."
" Emm.."
" Udah ayok aja. Santai kita mah."
Fabian ngajakin gue buat gabung ke mereka, disana ada Dava juga Rein.
" Hey gaes, liat gue ketemu siapa. Nih Leonardo yang di perpustakaan tadi."
" Eh? Kok beda banget? Gue kira lo anak baik baik gitu, hahah."
" Ini baju abang gue kayak nya. Gue cuma diajakin aja kesini. Kalian sama siapa?"
" Biasa bokap."
" Gue boleh nanya gak si ke kalian?"
" Nanya aja kali, kayak sama siapa aja lo. Santai kita teman."
" Kalian kok ramah banget sama gue?"
" Apa salah nya kalau kita pengen nyari teman? Lagian gak banyak orang orang yang mau temenan sama kita. Setiap ketemu kita pasti kayak ngelihat hantu. Langsung kabur atau gak menghindar. Tapi lo beda, waktu di perpus lo santai aja kita ajakin ngobrol. Makanya kita senang kalau lo mau temenan sama kita. Satu lagi, lo kayaknya biasa aja pas tau siapa kita. Jadi gue yakin, lo pasti orang baik."
" Lo emang hobi ngomong ya Bian?"
" Eh, jangan salah, gue gak akan mau ngomong kayak gini kalau bukan sama teman gue."
" Jadi gue teman lo ni?"
" Iya dong, mulai sekarang lo jadi sahabat kita semua, setuju kan gaes?"
" Kita sih oke aja."
" Oke, besok kita harus ngerayain karena kita dapat sahabat baru ni."
" Leon, tinggalin aja udah si Bian, dia emang gak alay, gak punya malu juga tuh anak."
" Lo pada kok jahat sih sama gue. Tungguin dong."
Setelah menikmati acara dan bertemu dengan beberapa orang yang mereka kenalkan, kita mencari tempat untuk duduk.
" Eh, lo pada yau gak? Dengar dengar ya CEO Imperial yang baru cantik banget loh."
Nah mulai ni jiwa gosip nya si Bian keluar, heran gue, dulu nyokap nya ngidam apaan ya?
" Iya bokap gue juga bilang katanya orang nya pinter banget, dan banyak ide cemerlang nya. Menjanjikan lah. Bokap gue dari tadi cerita nya cuma tentang gimana dia berhasil menjalin kerjasama dengan Imperial."
" Pantes aja bisa jadi penerus keluarga Lee. Tapi gue penasaran sih ya, Miss Maureen tu sebenarnya siapa nya keluarga Lee ya? Sampai dilayani sama keluarga Lee gitu?"
" Gue dengar, waktu itu Miss Maureen itu pernah menyelamatkan Mr. Lee, makanya Miss Maureen di anggap penyelamat keluarga Lee."
Buset dah, si Dava ternyata juga tukang gosip. Bener bener deh, tapi si Rein perasaan dari tadi diam mulu. Bisu apa ya?
" Nah itu orang nya, mau di samperin gak?"
" Lo pada yakin mau nyamperin? Kalau di cuekin gimana?"
Nah baru keluar tu suara si Rein, gue kira dia gak bisa ngomong.
" Santai Rein, kita punya Bian yang gak punya malu, jadi kita aman, hahaha."
" Sialan lo pada, malah gue yang di korbanin. Yaudah deh, yang penting bisa ketemu sama dewi gue. Ikut yok Leonardo."
" Panggil Koko aja. Biar gampang, gak nyaman gue lo manggil nama gue aneh gitu."
" Okelah, yok lah sebelum dewi gue hilang."
Salut gue sama Cece, banyak orang yang kagum banget sama dia. Bangga banget gue. Gue pasti bakalan belajar dengan serius supaya bisa kayak Cece gue.
" Yaelah, malah ngelamun, ikut kagak lo?"
" Oke oke."
Mereka menghampiri Cece yang sedang bersama dengan bang Leo. Gue lihat memang Bian orang yang lucu banget, tadi bahkan dia dengan Pd nya mau nyamperin Cece, nah sekarang malah dia yang grogi.
" Permisi Miss Maureen... Saya Fabian Raquel, se..senang bisa bertemu dengan anda."
Gue pengen ngakak ngeliat muka tegang Bian. Kasian banget dia sampai tegang gitu. Gue liat Cece hanya melihat nya saja. Ya gue yakin Cece pasti pengen ngerjain dia ni.
" Dan ini teman teman saya, Maladeva Zenith, Reinaldi Genta dan Leonardo....."
" Oh, baiklah. Lalu?"
Nah kan, liat aja muka malu nya Bian sekarang. Sumpah dia kikuk banget, kasian gue ngeliat nya. Bang Leo juga ngasih tatapan gak enak ke mereka semua.
" Oh Come on Ce, bang Leo. Mereka teman teman gue. Gak usah nakutin mereka kayak gitu."
Mereka semua kaget banget dengar apa yang gue omongin, lihat aja sekarang ekspresi mereka. Mereka memandang ke gue dan Cece bergantian.
" Haha, maaf maaf. Saya hanya bercanda. Perkenalkan saya Adriana Maureen, kakak Leonardo Maureen, dan ini adalah Leo Lee."
" Hahaha, sumpah muka lo pada. Bikin ngakak. Hahaha."
" Wait wait, maksudnya lo adek Miss Maureen dewi gue?"
" Dewi?"
" Eh, maaf maaf Miss Maureen, maksud saya..."
" Iya jadi Bian itu suka banget sama Cece, dari tadi dia gak berhenti ngomongin Cece mulu."
" Haha, aduh jadi malu saya. Makasih lo ya. Kalian bisa panggil saya Cece seperti Leon. Dan kalian bukan teman anak anak tadi sore kan?"
" Hah? Maksudnya?"
Bian langsung melihat ke arah gue, gue yakin yang dimaksud Cece pasti Martin CS.
" Martin CS. Tadi dia sempat kerumah gue. Nanti deh gue ceritain."
" Lo tenang aja. Anak anak tadi sore udah gue beresin. Jadi lo gak usah khawatir."
" Maksud nya bang?"
" Ya liat aja besok. Kita masih harus menemui beberapa orang, lo nyantai aja dulu sama teman teman lo, pulang nanti gue kabarin."
" Lo pulang bareng kita aja Ko. Boleh kan bang?"
" Oh, yaudah tapi kalian hati hati."
" Oke bang."
Akhirnya gue misah dari Cece dan bang Leo. Mereka mulai mengintrogasi gue. Ya gue senang mereka setidaknya gak kayak Martin CS. Mereka benar benar baik, dan Bian benar benar bisa mencairkan suasana. Setelah acara selesai, gue dianter pulang oleh Dava yang kebetulan rumah gue sama dia satu komplek. Cuma beda blok aja.
---------------------------------------------
Pagi ini gue bangun dan bersiap pergi ke sekolah, hari ini Bian dan yang lain janjian buat jemput gue dirumah.
" Morning Ce, bang Leo mana?"
" Morning, udah berangkat duluan. Soalnya ada berkas yang dia lupa ambil dimana gitu. Jadi nanti Cece bareng mobil kamu."
" Cece pakai supir aja. Koko di jemput sama Bian."
" Oh, ya mereka cukup baik. Latar belakang nya juga gak aneh aneh kayak anak anak kemarin itu. Cece ingatin, berteman jangan pilih pilih, tapi harus tau mana yang benar benar teman kamu. Paham?"
" Paham Ce."
Tak lama, Bian sampai dirumah gue bareng yang lain.
" Nah mereka udah sampai, Koko berangkat dulu ya Ce."
" Oke, hati hati. Gue juga mau berangkat ini."
Gue langsung menghampiri mereka di depan, mereka udah nongkrong aja didepan mobil.
" Ko, dewi gue mana ni? Gue udah sengaja ganteng ganteng ni buat ketemu sama dewi gue."
" Dewi kelapa lo, udah ah gak usah bacot, Cece gue masih didalam. Ntar telat kita."
" Tapi kan, gue udah ganteng gini, jangan sia siakan perjuangan gue buat bangun pagi pagi dong."
" Memang sarap tu anak Ko. Biasa nya dia paling telat, nah pagi ini dia bahkan udah nongkrong di rumah gue jam 6:30 pagi. Gila gak tu."
" Serius lo Rein?"
" Serius lah, nyokap gue aja sampai bingung tetiba tu anak nongol pagi pagi dirumah gue."
" Hahaha, udah gak ada ketemu ketemu dewi, kita berangkat sekarang."
Tiba tiba Cece gue keluar.
" Loh, kalian belum berangkat? Udah jam segini?"
Gue liat Bian langsung mulai sok ganteng nya.
" Pagi Cece. Pagi ini kayak nya cantik banget."
" Pagi juga Bian. Jadi Cece cantik nya cuma pagi ini aja ni?"
" Eh,, enggak.. Bukan gitu maksud Bian Ce..."
" Haha, yaudah Cece berangkat ke kantor dulu ya. Kalian hati hati dijalan."
Cece pun pergi diantar sama supir yang biasa nganterin gue ke sekolah.
" Haha, makanya jangan sok sokan ngegombal lo kutu kuda."
" Berisik aja lo kutil onta."
" Oke oke, kita berangkat sekarang. Gue gak mau di hukum gara gara kita terlambat, ketampanan gue bisa berkurang nanti."
" Haha, emang lo tampan Rein?"
" Jelas lah, gue yang paling tampan di antara ibu ibu komplek gue."
" Wkwkwkw."
Gue termasuk beruntung bisa temenan sama mereka, karena mereka adalah orang orang baik yang susah untuk di cari. Sesampainya disekolah, sekolah heboh banget karena Martin CS yang tiba tiba dikeluarkan dari sekolah dan perusahaan mereka bangkrut.
" Sumpah gue gak lagi mimpi kan? Mereka benar benar bangkrut?"
" Mana gue tau, kita semua juga baru sampai sekolah."
" Ko, jangan jangan ini maksud abang lo semalam?"
" Aduh sumpah gue gak tau, kok bisa?"
" Lah, lo aja gak tau, apalagi kita."
" Nanti deh gue tanya bang Leo."
--------------------------------------------
- Adriana Maureen -
Hari ini gue benar benar sibuk karena Leo harus menghadiri pertemuan komunitas bela diri dunia. Awal nya gue berniat untuk ikut, tapi Leo bilang kerjaan di perusahaan lebih penting dari pada itu.
" Sialan...!! Disaat kayak gini gue malah ditinggal sendiri.."
Tok..Tok..
" Permisi Miss Maureen, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda."
" Siapa?"
" Seseorang dari Paradise Group nona."
" Bukannya saya tidak ada janji apapun dengan mereka?"
" Benar nona. Tapi..."
" Sudahlah, kamu minta mereka untuk menunggu saya di ruang Meeting aja."
" Baik nona."
Apa lagi kali ini? Disaat gue lagi sibuk sibuknya dengan urusan kantor dan sekarang gue harus menemui orang orang dari Paradise Group sendirian.
" Selamat siang Mr. Aaron. Maaf saya sedikit terlambat."
" Selamat siang Adriana Maureen. Apa kabar?"
" Lo...."
--------------------------------------------