
Setelah kami sampai di pintu keluar, kami harus melewati lewati pos pemeriksaan, sama seperti saat masuk, mereka meminta untuk menunjukkan tanda pengenal. Aku pun menunjukkan tanda pengenal ku yang baru saja ku dibuat. Setelah selesai menunjukkan tanda pengenal kami pun diperbolehkan melanjutkan perjalanan keluar dari kota itu.
"Aoki mulai dari sini kita akan berjalan menuju arah utara"
"Utara?"
"Bukannya dibagian utara ada iblis?"
"Kamu benar di utara banyak sekali iblis, bahkan disana ada kerajaan yang dipimpin oleh iblis"
"Tapi tenang saja aku pasti akan menjagamu, aku pastikan tak ada yang bisa melukaimu dalam perjalanan ini"
"Baiklah aku akan percaya padamu"
"Kalau begitu mari kita berangkat menuju utara"
Kami pun berjalan bersama menuju utara, kami berjalan hingga hari mulai gelap, setelah itu kami beristirahat untuk malam ini di tengah hutan yang lebat itu.
"Aoki tunggu sebentar disini ya, aku akan berburu sebentar untuk makan malam kita"
"Baiklah jangan lama-lama"
"Tenang saja aku hanya sebentar, jika ada bahaya langsung teriak lah, aku akan segera datang menolongmu"
Miura pun pergi masuk ke dalam hutan lebat itu. Aku pun menunggu Miura di dekat api yang telah dia ia buat tadi, aku menunggu dan sambil menyanyi
"Hmm…mmmm….hmmmm…hmmmmm…"
"Hmmmmm……hmmmmmm...mmmmmmm…."
"Ummmmm…ummmmmm….ummmmmm….mmmm….."
"Umm…ummmm….uuummmmmm..ummm"
"Ahhh nyanyian kamu bagus juga"ucap Miura
Tanpa kusadari Miura sudah berada di dekat ku, dengan membawa hasil buruannya.
"Ahh kau membuatku kaget saja"
"Ahh maaf, aku ga mau mengganggumu sedang bernyanyi"
"Lagu apa yang tadi kau nyanyikan Aoki?"
"Itu lagu yang sering aku dengar saat mau tidur waktu aku masih anak-anak, aku tidak tahu bagaimana lirik lagunya"
"Ohhh lagunya terdengar bagus saat kau nyanyikan tadi, ohh iya aku sudah berhasil mendapatkan 3 ekor kelinci, aku rasa ini sudah cukup"
"Aku rasa juga itu sudah cukup, kalau begitu ayo kita masak"
Aku pun membantu Miura untuk membersihkan kelinci-kelinci itu dan menusukkannya ke ranting pohon untuk di bakar. Setelah selesai di bersihkan dan di tusuk Miura pun membakar nya.
"Aoki sepertinya kita akan tidur beristirahat disini saja sampai pagi, setelah matahari terbit baru kita melanjutkan perjalanan lagi"
"Baiklah aku mengerti"
"Sepertinya daging-daging kelinci ini sudah matang, ayo langsung kita makan selagi masih hangat"
Aku dan Miura pun memakan daging kelinci yang sudah matang itu, saat ku makan, ternyata daging sangat lembut dan menurutku rasanya pas.
"Hmm ternyata enak juga daging kelinci ini walau hanya di bakar dengan bumbu garam, tapi aku merasa cocok di lidah ku"
"Syukurlah kalau kamu menyukainya, kalau begitu setelah kamu selesai makan, beristirahatlah aku akan berjaga sepanjang malam"
Aku pun telah selesai makan, dan menyiapkan tempat untuk aku tidur.
"Miura apa kau tak masalah berjaga sepanjang malam?"
"Aku tak apa-apa"
"Beneran bagaimana kalau kita bergantian untuk tidur?"
"Itu tidak perlu, kamu tidur saja, aku akan menjagamu"
"Kalau begitu, selamat malam Miura"
"Umm malam"
Aku pun tidur di dekat api unggun itu, hingga cahaya pagi membuat ku terbangun.
"Uhhhhhhh….."
"Selamat pagi Aoki"
"Pagii Miura"
"Ini aku sudah menyiapkan sup selagi kamu tidur, makan lah segera mumpung masih hangat, setelah itu baru kita melanjutkan perjalanan kita lagi"
"Umm terima kasih Miura, tapi apa kau tak butuh istirahat?"
"Gapapa, aku kuat kok, ayoo segera makan aku juga sudah lapar niii"
Aku pun memakan sup itu. Setelah selesai makan, kami pun melanjutkan perjalanan lagi menuju utara.
"Miura apa perjalanannya masih jauh?"
"Bisa dibilang seperti itu, kenapa emangnya?"
"Apa kau lelah"
"Iya aku sedikit lelah"
"Kalau begitu kita istirahat di sini sebentar"
Kami pun istirahat disini sejenak.
"Sreetttt….sreeettt….sreetttt…"
Tiba-tiba muncul suara dari balik pepohonan yang berada di belakang kami.
"Miura apa kau mendengarkan sebuah suara?"
"Ya aku mendengarnya, sepertinya akan ada yang menyerang kita, Aoki berlindunglah di balikku"
Aku pun berlindung di belakang Miura. Dan tiba-tiba muncul sebuah monster dengan tanduk seperti badak.
"Huuuhhhhhh……….huuhhhhh……hhuuhhhhhh……."
Miura pun menebas monster itu dengan pedangnya. Akan tetapi sepertinya monster itu tak terjadi apa apa.
"Wahhh sepertinya kulit monster ini cukup kuat menahan serangan"
"Kalau begitu coba rasakan ini"
"Boom…boom..boomm…"
Miura menggunakan sihir api yang diarahkan ke monster itu, seketika seluruh badan monster itu terbakar.
“Ahhh kau belum menyerah juga ya kalau begitu terimalah ini”
“wusshhhh…..wuusshh….wusshh…”
Miura menggunakan peluru batu yang terbakar dan melesat sangat cepat. Monster itu pun tak kuat menahan serangan itu dan akhirnya terjatuh.
“Akhirnya tumbang juga monster ini”
“Wahhh ternyata Miura bisa menggunakan sihir, kau hebat sekali tadi”
“Tidak-tidak itu tak seberapa Aoki”
“Kalau begitu sebaiknya kita melanjutkan perjalanan, sepertinya nanti akan ada beberapa monster yang akan menyusul kesini karena bau darah monster ini”
“Ya ayo kita lanjut berjalan, aku juga sudah tak terlalu lelah lagi, hari juga sudah hampir sore”
Hari pun semakin gelap. akan tetapi kami masih melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba tampak sebuah desa dari kejauhan.
“Miura lihat di depan sana sepertinya ada desa kecil, ayo kita mampir kesana, mungkin saja disana ada penginapan”
“Kalau begitu ayo kita lihat kesana dulu”
Kami pun berjalan menuju desa itu, saat kami sampai ternyata desa itu cukup ramai.
“Miura sepertinya disana ada penginapan,ayo kita kesana.”
Aku dan Miura berjalan menuju sebuah rumah yang sepertinya menyediakan tempat untuk menginap.
“Permisi apa disini menyediakan kamar untuk menginap?”
“Ya tuan kami menyediakan kamar untuk menginap”
“Kalau begitu aku pesan 2 kamar”
“Ohh maaf tuan kamar yang tersedia hanya tinggal 1 saja”
“Wahh, bagaimana ini Miura kamarnya hanya tinggal 1”
“Kalau begitu aku ambil 1 kamar itu untuk 1 malam”
“Kamu saja yang menggunakan kamar itu aku nanti akan menginap di luar atau di bar”
“Apa kamu yakin?”
“Diluar sangat dingin lo”
“Tak apa-apa pergilah ke kamarmu jika ada sesuatu aku akan segera datang”
Aku Pun pergi menuju kamar yang telah di pesan tadi.
“Ahhh perjalanan ini sangat melelahkan, tapi juga sangat menyenangkan, di dunia sebelumnya aku belum pernah pergi sejauh ini dengan berjalan kaki”
“Ngomong-Ngomong Miura ternyata sangat baik, dia selalu memperdulikanku, bahkan dia rela untuk di luar sedangkan aku menggunakan kamar ini sendiri”
“Kalau tak salah dia juga sepertinya belum tidur dari semalam, apa dia baik-baik saja ya”
“Aku juga ingin sedikit berguna di perjalanan ini, kalau begitu aku besok harus bangun lebih awal dan membawakan sarapan untuknya”
Akupun Tertidur hingga pagi. Saat aku terbangun pagi aku langsung bergegas mencari penjual makanan di desa itu. Saat aku berkeliling desa itu aku menemukan penjual roti dan aku membeli beberapa buah roti untuk ku berikan ke Miura. Setelah selesai membeli roti aku kembali ke penginapan untuk mencari Miura. Saat aku sampai di penginapan ternyata Miura telah menungguku di depan penginapan itu.
“Kau dari mana saja Aoki, aku dari tadi menunggu mu disini”
“Ah maaf-maaf tadi aku pergi untuk membeli makanan, oh iya aku juga membelikan roti untuk mu”
Aku memberikan roti yang telah kubeli tadi ke Miura.
“Ini untuk mu Miura”
“Ternyata kau sedang lapar ya, maaf ya aku lupa”
“Ihhhh aku sengaja membeli ini untuk dimakan bersama mu lo, sebagai ucapan terima kasih ku untuk makanan yang kau buat semalam”
“Ohh begitu ya, Baiklah aku akan memakannya”
“Terima kasih Aoki”
Kami pun memakan roti itu bersama.
“Aoki kalau begitu sekarang ayo kita lanjut berjalan”
“kalau begitu tunggu sebentar aku akan mengambil tasku yang ku taruh di kamar”
“Sudah, kalau begitu ayo kita berangkat”
Kami pun lanjut berjalan menuju ke utara, sepanjang perjalan kami kali ini di penuhi hamparan padang rumput yang sangat luas, dan didepan sana tampak gunung-gunung yang menjulang tinggi.
“Aoki kita hanya akan berjalan sampai mendekati gunung-gunung itu, setelah sampai sana kita akan dijemput oleh orang kenalan ku”
Kami pun berjalan lurus di tengah hamparan padang rumput itu hingga sampai dikaki gunung yang terdekat.
“Aoki sepertinya kita akan berhenti disini, kita tunggu mereka disini saja”
“Baiklah, kalau begitu aku juga ingin istirahat sebentar”
Dari jauh tampak beberapa orang berjalan menuju arah kami. Saat mereka mendekat ternyata mereka bukanlah manusia ternyata mereka adalah iblis.
“Heii Miura ada gerombol iblis yang mendekat kesini, ayo cepat kita lari dari sini sebelum iblis-iblis itu menyerang”
“Tenang saja Aoki tak perlu lari, aku akan menjagamu”
Gerombolan iblis itu pun semakin dekat dengan kami, ternyata mereka membawa sebuah kereta kuda. Setelah mereka sampai di hadapan kami entah apa yang terjadi tiba-tiba gerombolan iblis itu menunduk di hadapan kami”
“Maafkan kami tuan, pasti tuan telah lama menunggu disini”