ATARASHII SEKAI NI UTAU

ATARASHII SEKAI NI UTAU
Chapter 1



Sebentar lagi aku harus naik keatas panggung, kali ini aku juga harus berjuang agar penampilanku baik dan bisa melanjutkan kontrak dengan CONIX Production.


“Aoki-san anda akan tampil dalam 15 menit”staff


Sebentar lagi waktuku untuk tampil, aku harus bersiap di belakang panggung.


“Selanjutnya mari kita sambut penampilan Sayaka Aoki”pembawa acara


Giliran ku telah tiba, waktunya naik ke panggung.


“Semuanya terima kasih untuk hadir malam ini, aku akan mempersembahkan penampilan yang terbaik malam ini, jadi jangan lupa dukung aku ya”


“Untuk semua pendukungku mari kita perdengarkan lagu ini hingga ujung semesta”


“1..2..3…go..,hei lihat langit biru itu, yang terbentang tinggi di angkasa”


“Burung besi terbang tinggi, bagai seringan kertas ”


“Borak burung di siang ……”lirik ku terhenti


Dunia mulai terlihat hitam di mataku, dan aku mulai tidak bisa mengontrol tubuhku hingga terjatuh di panggung, sesaat aku terdengar suara berisik seperti ambulan, kemungkinan saat ini aku sedang dibawa menuju rumah sakit dengan ambulan, sesaat aku dapat tenang karena sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit, mungkin aku dapat istirahat hingga sampai di rumah sakit nanti.


Aku pun tersadar, akan tetapi bukan di rumah sakit melainkan di sebuah gua, aku terbangun di sebuah gua dengan pakaian rumah sakit dan terdapat kalung budak di leherku.


“Hah….? “


“Dimana aku sekarang, tak seharusnya aku disini, seharusnya aku aku sedang di rumah sakit atau di ruangan istirahatku”


“Sepertinya aku harus keluar dulu dari gua ini dan melihat di mana aku berada sekarang”


Aku pun jalan menelusuri gua itu untuk mencari jalan keluar, hingga aku melihat sebuah cahaya dari bagian gua tersebut yang mungkin cahaya tersebut berasal dari luar. Aku pun pergi menuju arah cahaya itu.


“Hah….?”


“Tempat apa ini, tempat ini sepertinya bukan di jepang, dimana aku sekarang?”


Setelah aku keluar dari gua itu aku melihat ke depan ada sebuah kota dengan tembok menjulang tinggi, tempat itu sepertinya mustahil ada di jepang.


“Zsssh…Zsssh…Zsssh”


Tiba-tiba muncul sekawanan wolf dari balik semak-semak, yang semakin lama maju menuju ku.


“Sepertinya kawanan monster itu akan menyerang ku, gawat aku harus bagaimana”


“Aaaaaaaaaaaaaaaaa……..”teriakku dengan ketakutan dan suara yang keras


Seketika wolf itu hancur bagaikan di ledakkan.


“Skill: Voice Boom didapat”


“Hah, suara apaan barusan, voice boom?”


“Apa itu tadi, aku ga ngerti dan bagaimana bisa wolf itu bisa hancur hanya dengan aku berteriak”


Aku pun mencoba untuk mendekati tempat wolf itu meledak, tiba tiba muncul tampilan menu.


“Tampilan menu apa ini, apakah sebuah tampilan status seperti game, coba aku liat”


“Hmm, Star wolf, level 23, dropping items, sepertinya wolf yang mati tadi menjatuhkan sesuatu, mungkin akan berguna, aku akan mencarinya”


“Ternyata wolf tadi menjatuhkan beberapa kristall, ya sudahlah aku bawa dulu mungkin suatu saat akan berguna”


Setelah aku mengambil kristall-kristall itu, aku kembali ke pintu masuk gua tadi untuk istirahat.


“Sebentar-sebentar, beberapa jam yang lalu aku terjatuh diatas panggung, mendengar suara ambulan, setelah itu terbangun di sebuah gua, memakai pakaian rumah sakit dan menggunakan kalung budak, setelah itu di luar gua ada sebuah kota seperti abad pertengahan dan lagi voice boom itu tadi apakah sebuah sihir”


“Apakah aku reinkarnasi ke dunia lain seperti cerita-cerita dongeng”


Aku pun bingung apa yang harus ku lakukan sekarang di dunia baru ini, aku tak punya pengalaman tentang dunia-dunia seperti ini.


“Baiklah, sekarang sepertinya aku harus pergi ke kota itu untuk mencari tahu informasi tentang dunia ini”


Aku pun pergi berjalan menuju kota itu. untuk sementara aku belum memiliki tujuan pasti yang akan ku lakukan kedepannya apa terhadap hidup baru ku ini.


Ternyata setelah sampai pintu masuk kota, ada penjagaan yang harus ku lewati. dan sepertinya mereka meminta untuk menunjukkan kartu pengenal, aku pun kebingungan bagaimana cara ku untuk melewati pengecekan itu. Tak lama kemudian ada seseorang dengan jubah hitam menghampiri ku.


“Heii, apa kamu ingin masuk ke kota dan tidak punya tanda pengenal?”kata orang berjubah itu


“Yaa, aku ingin masuk ke kota dan tidak punya tanda pengenal, bagaimana anda bisa tahu”ucapku dengan heran


“Mudah saja untukku menebak, dari tadi kamu terlihat kebingungan di depan pintu masuk"


“Beneran, baiklah aku mau”ucapku dengan senang


Kami pun pergi menuju penjagaan itu.


“Hei budak mana tanda pengenalmu, dan mana tuanmu”ucap penjaga


“Oh maaf itu budakku, dia belum memiliki tanda pengenal, aku baru saja mendapatkannya di sebuah desa kecil”ucap orang yang bersamaku tadi


“Oh maafkan aku tuan, silahkan masuk”


Kami pun masuk kedalam kota itu, setelah kami masuk aku terpukau dengan bangunan abad pertengahan yang ada di dalam kota ini. seperti aku masuk ke dalam sebuah film yang bertema abad pertengahan.


“Heii, kamu reinkarnator kan”ucap orang yang menggunakan jubah itu


“Bagaimana kamu bisa tau kalau aku reinkarnator”ucapku dengan heran


“Aku dapat melihatmu dengan skill unikku, kamu bukan seorang reinkarnator pahlawan maupun raja iblis baru”


“Sebaiknya kamu berhati-hati, apalagi dengan wujud mu sekarang yang menjadi budak tak bertuan, kamu sendiri sudah lihatkan para penjaga tadi memperlakukanmu seperti apa. dan kamu juga harus menyembunyikan identitasmu sebagai reinkarnator”


“Kamu ini sebenarnya siapa, apakah kamu juga reinkarnator sama sepertiku”


“Sepertinya kita sudah bisa berpisah di sini, para penjaga itu juga tidak akan mencurigai warganya yang berada di dalam kota ini, karena penjagaan pintu masuk yang ketat. mungkin kita akan bertemu lagi di lain waktu, sampai jumpa”


“Heii, jawab kamu belum menjawab pertanyaan ku tadi”


“Lain waktu akan ku jawab”kata orang berjubah itu sambil berjalan menjauh dariku


Aku pun mengejar orang berjubah itu, akan tetapi orang itu menghilang dari pandangan ku di kerumunan banyak orang.


“Siapa sih dia itu, buat aku jadi penasaran saja”gumamku dalam hati


“Sekarang aku sangat lelah sepertinya aku harus pergi ke bar dulu untuk mengisi tenaga ku sebelum pergi mencari informasi”


Aku pun pergi mencari bar terdekat untuk makan agar tenaga ku bisa kembali pulih dan bisa melanjutkan mencari informasi tentang dunia ini.


“Selamat datang di bar kami ”pemilik bar


“Apakah anda akan memesan makanan?”


“Ah.. gawat aku aku lupa tidak memiliki uang di dunia ini, bagaimana aku bisa memesan makanan kalau tidak punya uang”gumamku dalam hati


Aku pun mengeluarkan kristall-kristall yang tadi di jatuhkah wolf saat di dekat gua, aku berniat menukarnya dengan makanan yang ada di bar itu.


“Maaf tuan, apakah kristall-kristall ini dapat ditukar dengan makanan yang ada di bar ini?”


“Boleh saya dulu kristallnya sebentar”pemilik bar


“Oh, tentu ini tuan”


Pemilik bar itu pun pergi ke meja yang berisi kumpulan para petualang.


“Maaf menunggu, sepertinya anda dapat menjual kristall ini dulu ke tempat pengepul barang hasil monster”


“Baiklah, boleh saya tau di mana tempat pengepul itu berada?”


“Kalau soal itu anda boleh tanya kepada para petualang yang berkumpul di meja sana”pemilik bar


Aku pun pergi menghampiri para petualang itu untuk menanyakan di mana tempat pengepul itu berada.


“Permisi tuan, apakah kalian tahu dimana tempat pengepul barang hasil monster berada?”


“Yah,ternyata seorang budak, mau apa kau budak, para pengepul hanya akan mau membeli barang dengan kualitas tinggi, barang milikmu palingan hanya hasil dari membunuh slime”kata para petualang itu


Aku pun kesal dengan omongan para petualan tadi, sehingga aku memutuskan untuk pergi mencari tempat pengepul itu sendiri. Tak lama setelah meninggalkan bar tadi aku, didatangi empat orang petualang.


“Hei, aku mendengar pembicaraanmu tadi, kau sedang mencari tempat pengepul barangkan”ucap petualang yang membawa tongkat


“Ya benar, apa kalian bisa memberitahu ku di mana tempatnya?”


“Ya tentu, tempatnya ada di distrik lima di dekat pintu masuk kota”


“Oh baiklah aku akan segera kesana, tapi apakah kristall-kristall ini dapat dijual”


“Tentu, para pengepul itu membeli semua barang hasil monster, walaupun itu hanya hasil dari membunuh slime, omongan dari para petualang yang di bar tadi hanya omong kosong jadi jangan khawatir”ucap petualang yang membawa pedang panjang


“Ahh syukurlah, sebab aku hanya memiliki kristall-kristall ini, terima kasih atas informasinya tuan, kalau begitu aku akan segera kesana”


Aku pun langsung pergi ke distrik lima itu, untuk segera menjual kristall-kristall ini agar dapat membeli makanan.