
Setelah Aku sampai di bar itu aku langsung bersiap siap karena sebentar lagi bar akan segera dibuka, aku melayani pelanggan dengan baik hingga menjelang sore, setelah itu aku pun berpindah ke bagian dapur pada saat sore, aku bekerja di bagian dapur dari sore itu hingga malam, aku mengerjakan hal-hal yang seperti ku lakukan semalam. Setelah bar itu tutup aku pun bersiap siap untuk pulang ke penginapan.
“Huhh, hari ini sepertinya tidak ada sesuatu yang sulit, aku melakukan semuanya dengan baik. Yoss kalau begitu aku harus bersiap untuk pulang”gumamku dalam hati
Pada saat di luar bar Miura menunggu ku seperti semalam. Dia menungguku hingga aku selesai bekerja.
“Heii Miura, padahal kamu tak perlu repot-repot menungguku disini hingga aku selesai bekerja, aku bisa pulang sendiri”
“Nee Aoki, ada yang perlu aku bicarakan kepadamu”
“Apa yang ingin kamu bicarakan?”
“Sepertinya kita perlu membicarakan nya di tempat lain, jangan disini”
“Oh baiklah bagaimana kalau di penginapan?”
“Ok aku setuju”
Aku pun kembali ke penginapan bersama Miura, Setelah sampai di penginapan aku langsung mengajaknya ke kamarku.
“Duduklah di manapun kamu suka”
“Nah sekarang, apa yang ingin kamu bicarakan?”
“Aku akan segera kembali ke tempat asalku didunia ini, karena akan segera terjadi peperangan sebentar lagi”
“Terus kenapa kamu bicarakan itu kepada ku, aku tak tahu menahu tentang peperangan di dunia ini”
“Aku ingin kamu ikut bersamaku ke sana, mungkin kamu akan bertanya kenapa aku mengajakmu, tapi aku memiliki alasan sendiri, kamu akan tahu itu jika kamu sampai disana”
Aku kaget dengan permintaaan miura yang mendadak itu, dan aku tak tahu harus menjawab apa, aku juga belum tahu apa tujuan Miura mengajakku dengan tiba-tiba”
“tapi…”
“Kamu tak perlu jawab sekarang, pikirkan dulu hingga besok karena aku akan tak punya waktu yang lebih lama lagi di sini”
“Baiklah akan kucoba pikirkan tawaran mu”
“Kalau begitu aku harus segera pergi dari sini sebelum orang lain melihat kita disini”
“Kalau begitu aku permisi dulu, aku akan mendengar jawabanmu besok malam. Jadi sampai jumpa besok”
Miura pun keluar dari kamarku.
“Apa yang harus ku lakukan dia adalah orang yang pertama ku temui di dunia ini, dia juga seorang reinkarnator sama sepertiku, dia juga sepertinya orang baik, tetapi aku belum banyak mengenalnya dan aku juga belum tahu apa tujuannya mengajakku”
“Ahhhh membuatku pusing saja, mending aku ke bawah untuk makan”
Aku pun turun ke bawah untuk mengambil makanan. Saat aku tiba ternyata team Leon juga ada di bawah sedang mengambil makanan.
“Ahh kupikir siapa ternyata Aoki, apa kau akan mengambil makanan juga?”ucap kaede
“Ya, aku juga akan mengambil makanan, aku merasa sangat lapar setelah bekerja”
“Apa kau juga baru pulang bekerja?”
“Ya aku baru pulang beberapa menit yang lalu”
“Owh begitu kah, kalau begitu ayo kita makan bersama”
Aku pun mengambil makanan dan pergi ke meja yang sama dengan team leon untuk makan bersama. Setelah kami selesai makan, seperti biasa kami bercerita tentang kejadian hari ini.
“Hei Aoki sepertinya kau harus berhati-hati saat pulang bekerja, karena aku dengar baru-baru ini ada kasus penyerangan di dekat bar tempat kamu bekerja, kudengar penyerangan itu menyebab korban 5 meninggal”ucap Green
“Ohh jadi ini yang sebabnya Miura menungguku hingga pulang kerja dan mengantarkan ku pulang”gumamku dalam hati
“Baiklah aku akan waspada ketika aku pulang kerja”ucapku
“Oh iya ada yang ingin kutanyakan”
“Tanya saja akan sebisa mungkin akan kami jawab”ucap Leon
“Apakah sebentar lagi akan terjadi peperangan?”
“Peperangan?”ucap Leon
“Kalau mengenai itu aku kurang tahu memangnya kenapa?”
“Aoki kamu dengar dari mana kalau akan terjadi peperangan?”ucap Kaede
“Ahh gawat aku, kalau aku bilang Miura yang memberi tahukan ini pasti mereka akan minta untuk di pertemukan”gumamku dalam hati
“Ahh aku hanya mendengar kabar-kabar dari para petualang yang datang ke bar”ucapku
“Ohh tak kusangka ternyata bekerja di bar ada manfaatnya juga untuk mencari informasi yaa”ucap Kaede
“Sepertinya aku akan ke kamar ku duluan, aku sangat lelah karena bar sangat ramai hari ini, selamat malam semua”ucapku pada team Leon
“Selamat malam juga Aoki”ucap Kaede danyang lainnya
Aku pun kembali ke kamarku dan berbaring sambil memikirkan perkataan miura tadi.
“Ahhh aku harus bagaimana”
Aku pun tertidur dengan lelap hingga pagi, akan tetapi tidur ku dibayang-bayangi ingatan tentang Miura.
“Ehh mengapa saat aku tidur semalaman ini selalu terbayang-bayang Miura ya, ya sudah lah aku harus bersiap-siap untuk bekerja, Karena hari ini aku disuruh untuk datang lebih awal”
Setelah aku selesai siap-siap, aku langsung pergi ke bar untuk bekerja.
“Tuan aku telah tiba”ucapku kepada pemili bar
“Kamu datang sangat cepat juga ya Aoki”ucap pemilik bar
“Aoki aku ingin memintamu untuk mengantar beberapa botol bir pesanan ini ke toko yang berada di Distrik 7. Aku harus mengambil barang ke Distrik 12 aku rasa tidak akan sempat mengantar kan ini tepat waktu jadi aku memintamu untuk mengantarnya”
“Baik tuan aku akan segera mengantarkan bir-bir pesanan itu”
Aku pun segera mengambil botol botol bir itu dan menyusunnya ke dalam sebuah kotak agar memudahkanku untuk mengantarnya. Setelah aku selesai mengemasi botol-botol bir itu ke dalam kotak aku pun segera pergi ke Distrik 7 itu.
Ditengah perjalanan menuju ke Distrik 7 itu aku kembali teringat lagi permintaan Miura semalam. Pada akhirnya aku jadi memikirkan hal itu terus hingga sampai ke Distrik 7.
Saat aku sampai di Distrik 7 aku pun segera mencari toko itu sesuai dengan alamat yang diberikan, Setelah aku menemukan toko itu aku langsung memberikan bir itu, pemilik toko itu pun menitipkanku uang untuk diberikan kepada pemilik bar sebagai bayaran bir itu. Setelah itu
aku pun segera kembali ke bar.
Ditengah perjalanan ku menuju bar tiba tiba ada seorang anak kecil meminta tolong kepada ku.
“Kakkk, kakkk tolong bantu aku, kucing ku tersangkut di sebuah pohon”
“Kucing mu tersangkut di pohon?”
Aku pun merasa kasihan terhadap anak itu, aku menerima permintaannya.
“Baiklah tunjukkan ke kakak dimana dia tersangkut”
Dia pun langsung mengajakku ke sebuah tempat, ternyata setelah aku tiba bukannya dibawa ke sebuah pepohonan, malah aku di bawa ke jalan buntu yang sempit.
Aku pun berbalik untuk keluar dari jalan buntu itu, akan tetapi tiba-tiba muncul sekelompok orang, mereka berpenampilan menyeramkan dan membawa beberapa jenis senjata.
“Wah-wah-wah, ada budak yang tak bersama tuannya yang berkeliaran sampai sini”
Aku merasa sangat ketakutan, semakin lama aku semakin mundur hingga aku tersandar ditembok di belakangku
“Boss, sepertinya dia membawa uang di dalam kantong yang di pegangnya”
“Wahh-wahhh kerja bagus bocah, setelah aku menghabisinya aku akan mengambil uang itu dari dia”
“Apa kau menjebakku ya, padahal aku sudah berniat ingin membantumu dengan tulus”
“Maafkan aku kak, aku terpaksa”ucap bocah itu sambil menundukan kepala
“Baiklah waktunya bersenang-senang, heii berikan senjataku”
Dia pun semakin maju ke arahku dengan membawa dua buah pisau.
“Baiklah-baiklah, sekarang dari mana aku harus memulai apakah aku harus memotong jari-jarinya dulu dengan pisau ini, atau aku akan mengeluarkan bola matanya dulu”
Aku sangat ketakutan, hingga tubuhku gemetar ga karuan, aku berpikir apakah ini jalan akhir dari ku.
“Kayaknya aku perlu mengeluarkan bola matanya dulu”
Dia pun mengangkat pisau itu seakan seperti mau menusukku.
“Aku mohon siapapun tolongggg akuuuuuu”Aku berteriak dengan kuat sambil memejamkan mataku.
"Sreet..... Sreet..... Sreet.... "
“Arghhh!!”jeritan orang yang ingin melukai ku tadi
Saat aku membuka mata orang tadi telah terjatuh di depan ku. Aku pun melihat ke depan, ternyata Miura datang.
“Hei Aoki maaf terlambat, apa kau baik-baik saja?”
“Hm aku baik-baik saja”
“Kalau begitu bisakah kamu tunggu sebentar aku akan menghabisi mereka dulu”
Miura pun bergerak dengan sangat cepat lalu menebas orang-orang yang jahat itu. Dia terlihat sangat keren dengan gerakan berpedangnya itu, aku sangat terpukau.
“Miura tunggu disini sebentar ya aku segera kembali, aku akan memanggil pengawal kerajaan untuk membereskan sisa-sisa ini”
Dia pun berlari sangat cepat. setelah beberapa menit dia kembali, dan mengajakku untuk pergi dari situ.
“Aoki kita harus pergi dari sini, karena sebentar lagi pengawal kerajaan akan kesini, aku telah memberitahu mereka kalau mereka adalah buronan yang sedang mereka cari”
Aku pun segera pergi dari tempat itu dengan berlari sekuat tenagaku. kami berlari hingga ke tengah kota.
“Aoki sepertinya sudah cukup sampai sini, mereka tak akan tahu kita”
“Aku pikir juga begitu, kalau begitu aku harus segera kembali ke bar, karena sebentar lagi bar akan buka”
“Aku pergi dulu, daa”
Aku pun berjalan menuju ke bar untuk memberikan uang hasil bir tadi dan aku juga harus mempersiapkan bar untuk buka