
“Selamat datang di toko saya”ucap pemilik toko
“Permisi tuan aku ingin menjual kristall-kristall ini”
“Tolong tunggu sebentar saya akan mengecek kristall nya dulu”
“Maaf telah menunggu, kristall ini adalah hasil dari monster wolf, saya akan membelinya kristall- kristall ini dengan harga 17 koin perak, bagaimana?”
“Baiklah saya setuju”
Setelan berhasil menjual kristall-kristall itu aku langsung kembali ke bar tadi untuk membeli makanan.
“Ahh akhirnya aku bisa mengisi tenaga ku kembali, setelah selesai makan mungkin aku harus mencari penginapan dulu dengan sisa uangku yang ada”
Setelah selesai makan, aku berkeliling kota untuk mencari penginapan yang murah, karena aku hanya miliki sisa 13 koin perak. Setelah cukup lama berkeliling aku menemukan penginapan yang bangunannya sangat tua, aku pun masuk ke sana untuk mengecek berapa harga penginapan itu.
“Permisi, harga 1 kamar untuk 1 orang per malamnya berapa ya”
“Selamat datang kak, harga untuk per malamnya hanya 6 koin perak sudah termasuk makanannya, kakak boleh langsung liat kamarnya kok, tapi apa kakak hanya sendiri?”ucap penjaga penginapan
“Ya aku hanya sendiri, baiklah kalau gitu aku akan menginap untuk 2 malam dulu, ini bayarannya”
“Baik kak, mohon tunggu sebentar aku akan menyiapkan kamarnya terlebih dahulu”
“Terima kasih telah menunggu kak, ini kunci kamarnya, kamar kakak ada di lantai 2 paling ujung”
Aku pun bergegas ke kamar ku untuk istirahat, saat aku masuk ke dalam kamar aku terkejut ternyata suasana kamarnya beda dengan suasana bangunan yang di luar, di dalam kamar sangat rapi dan bersih.
“Tak kusangka penampilan penginapan ini sangat berbeda dari luar dan dalam. ya sudahlah, hari juga sudah semakin gelap, aku mau istirahat dulu. besok pagi baru aku akan pergi mencari informasi”
Keesokan paginya aku langsung turun ke bawah untuk mengambil sarapan pagi yang disediakan oleh penginapan. saat aku sampai aku melihat para petualang yang kemarin memberitahuku lokasi pengepul, mereka juga sedang sarapan, mungkin saja aku bisa memulai mencari informasi dari sana.
“Kalian kan para petualang yang semalam memberitahuku lokasi pengepul, apakah kalian juga sedang menginap disini”
“Ya, sebenarnya kami baru tiba beberapa hari di kota ini, kami adalah petualang pemula jadi tidak memiliki banyak uang, makanya kami menginap di tempat ini”ucap perempuan yang berada satu kelompok dengan para petualang itu
“Oh iya terima kasih untuk informasi yang kalian berikan semalam, berkat kalian aku dapat menjual kristall-kristall itu”
“Ah itu hanya masalah kecil”
“Bolehkah aku bertanya beberapa hal kepada kalian?”
“Hal apa yang ingin kamu tanyakan?”
“Sebenarnya aku tidak mengetahui beberapa hal tentang dunia ini, jadi aku ingin menanyakan beberapa beberapa hal tentang itu”
“Bagaimana bisa kamu tidak mengetahui tentang dunia ini, apakah kamu dikurung di suatu tempat atau bagaimana?”ucap perempuan itu
“Ohh iya dimana tuanmu, aku belum melihatnya dari semalam”
“Ya banyak hal terjadi”jawabku dengan ragu
“Ahh bagaimana ini, aku tidak tahu harus jawab apa untuk pertanyaan itu, sepertinya tak ada cara lain, aku harus berpura-pura dan membuat cerita ku sendiri”gumamku dalam hati
“Sebenarnya saat aku kecil aku di culik oleh para memburu untuk di jadikan budak, sudah beberapa tahun aku tidak laku terjual, akhirnya penjual budak itu mengurungku dalam sebuah gudang dengan sangat lama, sampai suatu hari ada seorang pria yang membeliku dan menjadi tuanku, aku menghabiskan waktu di rumahnya untuk membersihkan rumahnya dan memasak untuknya, dia juga seorang petualang, jadi jarang berada dirumah, karena itu aku tak banyak bicara dengannya, pada saat memasuki kota ini saja aku berpisah dengan tuanku, ia mengatakan ada urusan sebentar, dan menyuruhku untuk ke kota ini duluan, dan dia mengatakan akan menyusul nantinya”ucapku dengan mencoba meyakinkan para petualang itu
“Hei semua sepertinya sudah waktunya, kalau tidak kita akan terlambat”ucap pria yang membawa busur kepada tim petualangnya
“Oh tidak, maafkan aku kami harus segera pergi, mari lanjutkan pembicaraannya nanti malam saja, jika kamu ingin tahu beberapa hal coba saja datang ke kantor guild yang berada di tengah kota, disana banyak para petualang dari berbagai daerah berkumpul, tapi kamu juga harus berhati-hati ya, kalau begitu kami pergi dulu”ucap perempuan itu
Mereka pun bergegas pergi dari penginapan itu dengan berlari, pada akhirnya aku tak mendapatkan informasi satupun dari para petualang itu.
“Ya tak apa-apa lah, lagi pula mereka akan kembali nanti malam, mungkin aku harus coba untuk ke kantor guild sesuai apa yang dikatakan olehnya”
“kalau begitu setelah sarapan aku akan ke sana”
Aku pun telah menyelesaikan sarapanku dan bergegas pergi, di dalam perjalanan aku banyak melihat hal baru, mulai dari ras manusia setengah hewan, elf, monster wolf yang telah jinak, dan banyak lainnya yang tak mungkin ada di dunia sebelumnya. setelah berjalan kurang lebih 30 menit akhirnya aku sampai di kantor guild.
“Huh..huhhh…huhhh..., tak kusangka perjalanan dari penginapan ke sini cukup jauh”
Aku pun masuk ke kantor guild itu. Pada saat aku masuk, aku banyak melihat para petualang-petualang hebat, mereka membawa pedang, tongkat, palu, busur, perisai, dan banyak senjata lainnya.
“Tak kusangka kantor guild ini akan seramai dan sesibuk ini, sekarang aku harus mulai dari mana ya untuk mencari informasi”
“Hmm mungkin aku perlu mencoba menanyakan beberapa hal ringan seperti bagaimana cara membuat tanda pengenal”
“Maaf permisi bolehkah aku bertanya”
“Hmm mungkin benar dia sedang sibuk sebaiknya aku menanyakan kepada yang lain”
“Permisi bolehkah aku bertanya”
“Tidak aku sedang sibuk”
“Permisi bolehkah”
“Tidak-tidak”
“Permisi boleh”
“Team aku tidak akan tertarik dengan tawaran mu sebaiknya cari yang lain saja sana”
“Permisi”
“Kau mengganggu saja, sana pergi”
Aku telah bertanya ke beberapa petualang disana akan tetapi semua menolak dan seakan menghiraukanku, mungkin karena aku menggunakan kalung budak dan berpakaian aneh di dunia ini.
“Kenapa sih mereka, apa salahnya dengan budak, apakah mereka berbuat kejahatan atau sebagainya makanya mereka berbuat seperti itu”gumamku dalam hati
Aku pun terduduk sebuah kursi di dalam kantor guild itu, aku sudah mulai malas bertanya kepada para petualang di situ. Tak tahu sudah beberapa lama aku duduk di kantor guild itu, hingga kelompok yang berisi empat orang memanggil ku.
“Heii apa yang kamu lakukan disini, aku melihatmu dari pintu masuk kamu duduk dengan tertunduk lesu”ucap perempuan itu
“Aku mencoba saranmu, untuk datang kesini, aku juga sudah bertanya kebeberapa petualang, akan tetapi entah kenapa para petualang itu tak ada satupun yang bisa ku tanyai, mereka seakan menghindar dari ku, mungkin karena aku seorang budak”ucapku dengan lesu
“Hei kaede aku sangat lelah ayo kita berbicara di bar saja” ucap petualang yang membawa tongkat itu
“Yaya baiklah-baiklah, sebaiknya kita melanjutkan cerita ini di bar saja, karena kami sangat lelah setelah menjalankan misi”
Kami pun berpindah tempat dari kantor guild itu menuju bar, setelah kami sampai di bar para petualang itu langsung memesan makanan.
“Hei kenapa kau tidak memesan makanan”ucap pria yang membawa busur itu
“Tidak apa-apa aku akan makan nanti”ucapku untuk mengalihkan bawa aku tak memiliki cukup uang untuk memesan makanan
Setelah makanan tiba mereka pun langsung menyantapnya dengan lahap, aku pun menunggu mereka hingga selesai.
“Permisi nona, ini ada pesanan minum untuk nona yang menggunakan kalung budak”ucap pemilik bar
“Hah untukku?”
“Tapi aku tidak memesannya”
“Tadi ada seorang yang pria yang memesankannya untuk anda”
“Hah pria?”
“Bolehkah aku tau mana orangnya?
“Maaf nona, pria itu barusan pergi dari bar ini dan sudah membayar pesanan ini”
Aku pun langsung segera memeriksa keluar bar untuk mencari orang yang dimaksud pemilik bar itu. Sekilas dari kejauhan aku melihat orang berjubah hitam, seperti yang bertemu dengan ku di gerbang kemarin. Aku berniat mengejarnya akan tetapi dia terlalu cepat hilang dari pandangan ku. setelah itu aku pun kembali ke dalam bar tadi
“Apakah pria itu yang menggunakan jubah hitam itu orang yang ku temui kemarin dan apa dia juga ya, yang memesankan minuman itu untukku?”gumamku dalam hati
“Apakah kau menemukan orang yang memesan minuman itu?”ucap perempuan dalam kelompok itu
“Tidak, aku tidak melihatnya, mungkin dia sudah berjalan jauh sehingga tidak kelihatan”
Setelah aku kembali para petualang itu telah selesai makan. dan aku pun mulai menanyakan beberapa pertanyaan kepada mereka.
“Apa sekarang aku boleh melanjutkan pembicaraan tadi pagi?”
“Oh tentu, tapi sebelum itu, mari kita sama sama memperkenalkan diri dulu”ucap perempuan itu
“Aku Yui Kaede, satu satunya perempuan di kelompok ini, pria yang membawa busur itu Asahi Ryota, kalau yang membawa tongkat sihir itu Green Bartfort, dan yang terakhir Leon D. Cramier dia juga ketua dari kelompok kami sekarang giliranmu”
“Aku Sayaka Aoki”
“Kalau begitu, sekarang apa yang ingin kamu tanyakan?”ucap Kaede