ATARASHII SEKAI NI UTAU

ATARASHII SEKAI NI UTAU
Chapter 5



“Hei, semalam kau bilang akan menjawab pertanyaanku lain waktukan, bagaimana kalau sekarang kau menjawab pertanyaan-pertanyaan itu”ucapku dengan melihat ke arah


“Pertanyaan ya, baiklah, dari mana aku harus memulai menjawab nya”


“Bagaimana kalau, saat di gerbang masuk kota aku menanyakan apakah kau juga seorang reinkarnator yang sama sepertiku”


“Baiklah, kau benar, aku juga seorang reinkarnator yang sama sepertimu”


“Aku dipanggil ke dunia ini dengan upacara pemanggilan. Dengan kata lain aku adalah orang yang dipanggil secara paksa ke dunia ini”


“Bagaimana dengan kau?”


“Kalau aku, pada saat aku sebelum bereinkarnasi , aku sedang bernyanyi di sebuah panggung, dan tiba tiba terjatuh tak sadarkan diri, setelah itu saat aku terbangun, aku seperti berada di sebuah ambulan, aku pikir aku akan segera berada di rumah sakit jadi aku tertidur di ambulan itu, saat aku terbangun tiba-tiba aku berada di sebuah gua”


“Berarti kau telah di reinkarnasi karena kematianmu”


“Aku pikir juga seperti itu. Lalu bagaimana kau tahu kalau aku hari ini akan bekerja di bar?”


“Ahh kalau itu, pada saat kau berbicara dengan pemilik bar itu, aku kebetulan sedang berada di bar itu juga dan tak sengaja mendengar pembicaraan kalian berdua”


“Kalau begitu apa kau juga yang memesankan aku sebuah minuman pada saat itu?


“Ya itu aku yang memesannya”


“Ternyata benar dugaan ku”


“Lalu apa yang sedang kau lakukan di kota ini?”ucapku


“Ada sebuah pekerjaan yang perlu ku lakukan di kota ini”


“Dan aku juga sepertinya tak lama lagi akan meninggalkan kota ini pekerjaan ku disini hampir siap”


“Oh iya 1 hal lagi siapa nama mu, pada saat bertemu hingga saat ini kau belum memberitahu namamu”


“Oh maafkan aku, sepertinya aku lupa belum memperkenalkan diri, nama ku Tatsuya Miura, bagaimana denganmu”


“Kalau aku Sayaka Aoki. Sebentar-sebentar disurat yang kau berikan kan ada namaku kenapa kau menanyakannya lagi. Lagian dari mana kau tau namaku bahkan aku juga belum memperkenalkan diri”


“Ya anggap saja sebagai simbolis. Kalau soal itu apa kau lupa, Aku sudah memberitahumu kalau aku memiliki  unik skill yang dapat melihat informasi seseorang, kau kan juga seorang reinkarnator harusnya kau juga memilikinya”


“Apa aku juga memilikinya?”


“bagaimana cara mengaktifkannya?”


“Fokuskan pandanganmu ke target, lalu akan muncul tampilan status”


Aku pun mencoba fokus kepada Miura, dan benar katanya tiba-tiba muncul tampilan status.


“Wahh kamu benar, muncul sebuah tampilan status, tampilan ini sama seperti yang kulihat sebelumnya saat berada di dekat gua”


“Miura tatsuya, skill disamarkan, level disamarkan, pekerjaan disamarkan. Hah kenapa ini kok semua di samarkan?”


“Ya aku sengaja memblokir tampilan itu untuk diriku sendiri, karena aku tak mau orang lain tahu aku siapa”


“Owhh ternyata tampilan seperti ini juga bisa di blokir”


“Apakah skill seperti ini bisa digunakan orang lain?”


“Ya, ada beberapa orang yang dapat menggunakan skill seperti ini, contohnya seperti pahlawan, raja iblis, dan petapa naga”


Tak terasa Kami telah mengobrol hingga sampai di penginapan.


“Nah kita telah sampai, kalau begitu aku akan segera pergi”


“Baiklah, terima telah menemaniku hingga sampai ke penginapan”


“Ya, kalau begitu aku pamit dulu sampai jumpa lagi”


Setelah Miura pergi aku langsung menemui pemilik penginapan untuk membayar tambahan masa sewa untuk beberapa hari kedepan. Setelah selesai membayar aku pun menuju dapur untuk mengambil makanan yang telah disediakan oleh pemilik penginapan itu, saat aku sampai di dapur ternyata team Leon juga sedang berada disitu, sepertinya mereka baru saja selesai makan, aku pun langsung menyapa mereka.


“Aoki bagaimana dengan pekerjaanmu di bar hari ini?”ucap kaede


“Aku melakukan hari pertama ku dengan sangat baik, walau saat tadi sore ada yang menjahiliku, akan tetapi pemilik bar itu baik dan pengertian”


“Syukurlah kalau begitu”


“Bagaimana dengan misi kalian hari ini?”


“Misi kami hari ini tak terlalu seru, karena kami hanya disuruh untuk mengumpulkan tanaman obat”ucap Ryota


“Aku telah selesai, kalau begitu aku akan ke kamarku duluan”ucap Green


“Kalian sudah selesai makan kan, kalau begitu aku juga akan makan, perut ku sudah kelaparan hehe”ucapku


Aku pun mengambil makanan yang telah disediakan, pada saat aku makan team Leon sudah pada kembali ke kamar masing -masing. Setelah aku selesai makan, aku juga langsung kembali ke kamarku untuk istirahat.


Setelah aku masuk ke kamarku, aku langsung melompat ke kasur ku.


“Ahhh, hari ini melelahkan sekali, tak kusangka bekerja di bar itu akan melelahkan seperti ini”


“Karena kata pemilik bar itu aku boleh datang agak siang, mungkin aku akan berkeliling kota dulu saat sebelum pergi bekerja”


Aku pun tidur hingga pagi, setelah aku bangun aku langsung bersiap siap dan sarapan. Sehabis sarapan aku pun langsung pergi berkeliling kota itu


Pada saat aku berkeliling kota itu aku melihat banyak toko-toko senjata, mulai pedang hingga perisai. Di pertengahan jalan, aku tanpa sengaja aku bertemu dengan miura.


“Aoki, apa kau tidak bekerja sekarang?”


“Untuk hari ini aku diperbolehkan untuk datang siang oleh pemilik bar”


“oh begitukah, kalau begitu maukah kau menemaniku sebentar?”


“menemani kemana?”


“aku akan mengambil pesananku sebentar”


“baiklah tapi hanya sampai siang”


Miura pun mengajakku ke sebuah toko penempah senjata yang berada di pinggir kota.


“Permisi tuan apakah pesanan ku telah siap?”ucap miura kepada pemilik toko itu


Muncul seorang dwarf dari balik ruangan di toko itu.


“Oh tuan yang kemarin, pesanan anda telah saya siapkan tuan mohon tunggu sebentar”


Dwarf itu kembali lagi ke dalam ruangan yang tadi, beberapa menit kemudian dia keluar dari ruangan itu dengan membawa sebuah kotak.


“Ini tuan pesanan anda, Saya sudah melakukan yang terbaik untuk membuat ini”


Miura pun membuka kotak itu, ternyata isi yang ada di dalam kotak itu adalah sebuah pedang hitam dengan sebuah permata merah terpasang di gagangnya.


“Pedang apa yang kau pesan itu miura?”


“oh ini hanya sebuah pedang biasa, pedang ini untuk membantuku melawan monster saat menjalankan misi”


“Baiklah tuan sepertinya ini cukup untuk membayaran hasil pedang ini”


Miura pun memberikan sebuah kantong yang sepertinya berisi uang.


“Wahh terima kasih banyak tuan ini sudah lebih dari cukup, datang lah lagi kemari jika ingin dibuatkan sesuatu”


Kami pun keluar dari toko itu, dengan membawa kotak yang berisi pedang hitam tadi.


“Sekarangkan masih punya waktu hingga siang bagaimana kalau kita jalan jalan sebentar?”


“baiklah”


“Aoki tunggu disini sebentar aku akan segera kembali”


Miura pun kembali masuk kedalam toko tadi, dan aku menunggu di luar. setelah beberapa menit dia kembali dengan tidak membawa kota tadi.


“Ada apa?, Mengapa Kau kembali ke toko itu lagi?”


“Tidak aku hanya menitipkan pedang tadi ke pemilik toko itu, karena akan menyusahkan jika membawa kotak besar itu keliling kota


Setelah itu kami pun kami pergi berjalan jalan di kota, Di tengah perjalanan miura mengajakku untuk masuk ke sebuah toko.


“Aoki ayo mampir ke toko itu sebentar”


“Untuk apa kita pergi ke toko pakaian seperti ini?”


“Aku ingin memberikanmu sebuah baju, coba lihatlah baju yang kamu gunakan sekarang terlalu aneh jika dipakai di dunia ini”


“Kamu benar juga”


“Kalau begitu pilihlah baju sesukamu, aku yang akan membayarnya”


Aku pun memilih beberapa baju untuk ku coba. Setelah ku coba, aku memutuskan untuk memilih sebuah baju yang murah dan menurutku bagus, aku pun memberitahunya kalau aku akan mengambil baju ini.


“Miura aku sudah mendapatkan baju yang ku inginkan”


“Apakah itu sudah cukup untuk mu?”


“Ya aku hanya butuh satu baju ini saja”


“Kalau begitu, bawalah ini juga”


Miura memberikan sebuah jubah kepada Aoki.


“Tidak perlu, aku juga tak memerlukannya”


“Kau akan memerlukan jubah ini, karena kau akan selalu pulang kerja pada saat malamkan, udara malam hari lebih dingin dan tak baik untuk tubuhmu, lagi pula jubah ini akan cocok jika disatukan dengan baju pilihanmu itu’


Aku pun menerima jubah yang diberikannya, dan Miura pun langsung membayar barang yang ku pilih tadi. Setelah selesai membayar kami pun keluar dari toko itu.


“Miura sepertinya sudah waktunya aku pergi bekerja, terima kasih telah mengajakku berkeliling kota dan terima kasih untuk baju ini”


“Ya sama sama, aku juga berterima kasih karena kau telah menemaniku ke toko penempah itu”


Aku pun berpisah dengan Miura dan langsung berangkat menuju bar.