
Aku melangkah pelan-pelan menuju pintu itu dan meraih pegangannya.
Kreeekkk....
Suara pintu yang tidak terkunci membuka perlahan-lahan dan memperlihatkan ruangan yang ada di balik pintu itu.
Aku melangkahkan kakiku pelan-pelan sambil memegang dan membuka pintu itu perlahan-lahan kemudian melepaskan pegangannya dan..
Brakk!!
Pintu tertutup sendiri. Aku membalikkan badan dan menggedor-gedor pintu beberapa kali, pegangan pintu ku gerakkan beberapa kali tapi apa yang aku dapatkan? pintu itu terkunci dan tidak bisa terbuka.
Aku melepaskan pegangan pintu kemudian, badanku perlahan turun kebawah sambil memegang pintu, kaki dan tanganku ku lipat seperti seperti orang yang sedang kedinginan dibawah pintu. Aku menatap ruangan itu. Sepi, sunyi, dan gelap adalah suasana yang kurasakan saat ini tapi, yang paling kurasakan saat ini adalah SENDIRIAN ditempat yang kumuh seperti ini. Aku melihat kesekeliling ruangan itu terutama rak-rak yang menyimpan data-data pasien yang sudah lama dan usang tak pernah dibersihkan dan sudah lama tak di sentuh tangan manusia.
Aku memberanikan diri untuk berdiri dan mengangkat badanku. Berjalan perlahan menuju sebuah rak usang paling pojok ruangan yang tertutupi oleh bangku dan rak buku lainnya.
Aku hanya merasa penasaran aja sama rak itu karna dari tadi aku merasakan sesuatu yang sangat kuat dan sangat gelap dalam rak yang dibawahnya terdapat lemari yang daritadi ku pandangi itu.
Aku berjalan sambil terjingkit-jingkit.
Sangat sakit! kakiku sangat sakit hingga hampir saja aku terjatuh tersungkur kebawah. Aku tak kuat berjalan lagi, kaki ku gemetar dan sakit sekali saat ingin berjalan. Tanganku memegang sebuah rak buku yang penuh dengan debu yang berhamburan, menahan tubuhku agar tidak terjatuh kebawah.
Keadaan yang gelap membuatku tidak melihat ada sebuah buku yang berisi data-data pasien 10 tahun lalu yang terjatuh dilantai dan membuatku terpeleset saat menginjaknya. Kakiku gemetar beberapa kali karna kesakitan.
Aku mengambil buku itu dan membukanya. Terlihat beberapa nama pasien yang namanya tercoret dengan pena berwarna merah. Terlihat juga saat aku membuka halaman selanjutnya aku melihat data kedua anak kecil. beserta fotonya yang terlihat sangat mirip dengan wajah anak kecil yang tadi menyuruhku untuk memasuki ruangan ini tapi, yang membuatku aneh adalah sesudah data kedua anak kecil itu dicoret menggunakan tinta yang merah pekat dan berbau amis menyengat. Tak hanya itu sesudah data kedua anak kecil itu, aku membalikkan halaman berikutnya dan betapa aku terkejutnya saat melihat data-data pasien yang namanya dicoret menggunakan tinta yang sama dan foto mereka sangat mirip dengan arwah-arwah yang tadi mengelilingiku. Aku tetap membalikkan halaman bukunya sampai ada halaman kosong yang belum di isi data pasien. Aku sangat terkejut saat melihat sebuah data yang baru saja namanya dicoret oleh tinta yang sama dan ketika aku membalikkan halamannya aku hampir saja berteriak karna ada data namaku yang satu-satunya belum dicoret oleh tinta itu.
Kemudian aku mengerti bahwa ini bukanlah data pasien 10 tahun yang lalu tapi, data pasien yang meninggal 10 tahun yang lalu sampai sekarang karna dibunuh. "Tapi kenapa ada namaku di data ini?(dalam hati) ".
Saat aku ingin berdiri, lemari kecil yang berada di bawah rak yang tadi aku pandangin tiba-tiba membuka dan menutup sendiri seperti ada seseorang yang sedang memainkannya. Bukan seseorang tapi seperti makhluk dunia lain yang sedang bermain-main dengan pintu lemari kecil itu Tapi, jika ada seseorang atau makhluk dunia lain yang sedang memainkan lemari itu kenapa aku ridak bisa melihatnya? apa aku dekati saja lemari itu? tidak! jika aku mendekatinya, apa yang terjadi padaku jika makhluk itu bukanlah makhluk yang baik?
tiba-tiba....
Brak!
"Ada seseorang yang sedang mendobrak pintunya tapi siapa? dirumah sakit ini hanyalah ada aku seorang dan dokter itu juga ada para arwah yang tadi mengelilingiku tapi jika dilihat dari caranya mendobrak pintu sepertinya bukanlah arwah melainkan orang hidup. Jangan-jangan.... oh tidak aku harus sembunyi! tapi aku harus sembunyi dimana? apa di lemari itu saja ya? (dalam hati) "
Aku berusaha untuk meraih lemari kecil yang tadi membuka dan menutup sendiri tapi saat aku ingin membuka pintu lemari itu tiba-tiba sebuah tangan menarik tanganku hingga aku terkunci di dalam lemari itu. Aku berusaha untuk memberontak tapi tidak bisa, seperti ada sesuatu yang memelukku sangat erat didalam lemari itu. Pelukannya sangat hangat dan membuatku sangat nyaman saat berada di dalam lemari itu sampai-sampai tidak menyadari kalau data pasien yang aku pungut itu sedang aku pegang peluk dengan erat.
Brak! kreeekkkk...
Pintu gudang yang terbuka membuatku sedikit ketakutan. Bukan hanya itu, suara sayatan pisau beberapa kali terdengar ditelingaku, tak salah lagi dia adalah dokter itu yang sedang mencariku. Suara langkah kakinya yang terdengar jelas ditelingaku menandakan jika dia berada di dekat lemari ini. Aku gemetar ketakutan tapi seseorang yang menarikku kedalam lemari ini memelukku lebih erat dan membisikkanku "jangan takut... aku ada di belakangmu"
Suara yang sangat lembut sedikit serak terdengar ditelingaku membuatku sedikit merasa lega.
Tiba-tiba terdengar suara rak di obrak-abrik sesuatu dan terdengar suara orang yang panik
"dimana buku itu! dimana buku itu!! kenapa tidak ada disini! kenapa! disini juga tidak ada! dimana sebenarnya buku itu! " Dokter
Suara yang terdengar familiar ditelingaku. Itu adalah suara dokter yang memeriksaku dan juga dokter yang sama yang mencariku. "Apa yang dimaksud buku itu? kenapa terdengar sangat panik? apa jangan-jangan yang dia cari adalah buku ini?
Semoga saja dia tidak mengobrak-ngabrik rak lemari ini (dalam hati) ". Thania
Tiba-tiba sebuah pisau menancam di pintu lemari membuatku kaget setengah mati.
Kemudian suara langkah kaki dan suara rak yang terobrak-abrik sudah tak terdengar lagi.
Pintu lemari kecil juga terbuka sendiri, aku keluar dan membalikkan badanku. Aku terkejut saat tidak ada siapa-siapa yang berada di dalam lemari itu.
Keadaan gudang sangat parah! rak-rak dan buku-buku tergeletak di lantai dan berserakan dimana-mana lalu terlihat kedua anak kecil yang tadi menyuruhku untuk memasuki gudang melambaikan tangan mereka kearahku. Aku berjalan kearah mereka dan mengikuti mereka berdua.
Mereka berdua berlari sambil cekikikan di dalam lorong yang gelap dan aku mengikuti mereka dari belakang.
_____________________________________________