Another Creature

Another Creature
Episode 1 #Saat di perjalanan



Bayangkan jika kau berjalan menuju ke suatu tempat dengan tatapan aura kebencian dari orang-orang yang berada di sekelilingmu, menatap dan kemudian menghindarimu seperti ada seekor ulat yang sangat menjijikan melintas di depan mereka, dan jika ada seseorang yg menarik anaknya dan kemudian dia berkata "jangan pernah mendekatinya" seperti dia memandang diriku ini seperti seekor ular mematikan yang bisa menggigit anaknya kapan saja padahal yg kulakukan hanyalah berjalan melintasi mereka dan tidak ada yang kulakukan selain itu. Berjalan menuju sekolahan yang letaknya cukup jauh dari rumahku hanya berjalan melewati alun-alun kota kemudian berjalan lurus melewati jalan perbukitan yang menanjak keatas.


Jika kalian bertanya kenapa aku tidak naik bis sekolah saja agar lebih cepat sampai? maka aku akan menjawabnya karna jika aku menaiki bis sekolah,aku hanya akan menjadi sasaran utama para anak-anak nakal dan akan menjadi bahan tertawaan orang-orang. Mereka sangat suka membullyku dan menertawakan orang yang mereka bully.


Aku tak punya pilihan lain selain berjalan ke sekolahan yang jaraknya cukup jauh.


Saat aku sampai kedaerah perbukitan dengan jalan yang menanjak dan hutan dengan pepohonan yang menjulang tinggi-tinggi, aku melihat sebuah halte bis ber nomorkan 10


berada di paling atas jalan menanjak tersebut.


Walaupun aku sering melewatinya tapi aku terkadang sedikit merasa was-was terhadap halte tersebut.


Aku mendaki jalan itu dan semakin lama halte tersebut semakin terlihat jelas dan saat ku hampir sampai keatas aku melihat seorang anak kecil dengan baju serba putih memegang sebuah balon berwarna kuning sedang duduk sambil cekikikan. Merasa bahwa ada yang tidak beres aku pun berjalan sambil menundukkan kepala dan tak sedikit pula melirik kesamping anak kecil tersebut.


Saat aku sudah berjalan cukup jauh dari halte tersebut aku pun mulai berpikir sambil berjalan.


Dulu pernah ada kecelakaan tragis tak jauh dari halte bis tersebut. Konon saat bis tersebut melaju ke arah perbukitan ada seorang anak kecil menghalangi jalan dannnn bum


bis tersebut mengalami rem mendadak. Saat si supir hendak memperbaiki mesin di tengah malam yang sunyi dan sepi dari penduduk karna memang tempat tersebut jauh dari perumahan. Si supir malah mengalami kejadian aneh saat memperbaiki mesin itu. Kata para warga sekitar si supir di tarik oleh sesuatu menuju ke hutan dan menghilang tanpa jejak sebagai buktinya di temukan sebuah dompet, tas pinggang, dan sepatu milik supir.


Penumpang yang saat itu berada di dalam bis berteriak teriak kepada sang supir karna sudah lama tak kunjung kembali. Terlihat seorang penumpang yang mengulurkan tangannya untuk seorang gadis yang saat itu berdiri di depan halte bis. Awalnya tidak di perbolehkan oleh penumpang lainnya tapi penumpang tersebut merasa kasihan kepada gadis tersebut dan membantah para penumpang lainnya dan mengajak si gadis untuk duduk di kursi sampingnya yang kosong itu.


Saat para penumpang tertidur salah seorang penumpang ada yang waktu itu sedang bergadang karna tujuannya tak lama lagi sampai melihat ke kaca depan supir.


Penumpang tersebut yg mengulurkan tangannya kepada gadis tadi terus memandangi wajah si supir yang nampak sangat pucat dan kemudian memandangi jalan di sekitarnya.


Tiba-tiba dia terkejut saat si gadis tersebut memintanya untuk segera meninggalkan bis tersebut melewati jendela.Penumpang tersebut kebingungan dan melihat jalan yang di lewati bis tersebut adalah jalan hutan yang terjal. Dan penumpang tersebut melihat kembali kearah supir dan betapa terkejutnya si penumpang saat tidak ada yang mengemudikan bis tersebut. Sontak si penumpang berteriak sangat keras dan berusaha untuk keluar dari bis tersebut.


Para penumpang semua panik dan tak lama tersebut si gadis tersebut membukakan jendela untuk penumpang yang mengulurkan tangannya untuk dirinya. Saat si penumpang terjun dari jendela bis, dia tidak menyangka bahwa dirinya sudah berada di dalam rumah sakit.


Beruntung dirinya hanyalah koma beberapa hari dan baru sadar hari ini.


Saat si penumpang bertanya bagaimana nasib para penumpang lainnya, dokter yang waktu itu memeriksa keadaannya menundukkan kepala dan berkata "mereka sudah tak terselamatkan dan beruntungnya bapak masih bisa hidup sampai saat ini setelah mengalami kejadian yang begitu berat"


sontak si penumpang terkejut dan teringat kembali kepada si gadis tersebut.


Dan sampai saat ini masih menjadi misteri perginya si supir dan gadis misterius tersebut.


Merasa bahwa aku juga telah di ganggu aku pun menolehkan kepalaku ke belakang dan betapa terkejutnya aku ketika tidak ada siapapun di halte tersebut.


Aku pun berlari sekencang-kencangnya dan melewati sebuah gang yang tidak terlalu sempit sebagai jalan pintas tercepatku untuk sampai kesekolahan.