Another Creature

Another Creature
Episode 5 #Anak laki-laki mysterius



"Gerbang dunia lain? hei jadi kau membawaku kemari cuma mau memasukanku ke alam lain kah? atau jangan-jangan kau mau membunuhku lalu membuang jasadku kesana? "


"Diam! jangan banyak omong kosong! aku membawaku kemari hanya ingin menunjukkanmu sesuatu"


"sesuatu apa itu? "


"lihatlah baik-baik Gerbang itu"


"ehh? "


Swosh.... (sebuah gambaran para penghuni dunia lain yang nampak sangat menakutkan dan bermacam bentuk rupa )


"lihatlah baik-baik mereka. Mereka adalah makhluk yang pernah membuat kekacauan di kotamu. Jika kau melihat salah satu dari mereka, kau harus membawanya kemari"


"hah?? kau bilang aku harus membawanya kemari? "


"iya, kau adalah anak dengan kemampuan melihat hal ghaib dan tidak ada jika di lihat mata manusia biasa tapi kau berbeda. Kau bisa melihat semua hal yang tidak dapat di lihat mata manusia biasa jadi ku harap kau bisa membantu ku untuk menangkap dan memenjarakan para hantu yang sangat suka membuat kekacauan di kota dan oh ya jika ada hantu yang meminta bantuanmu, kau harus membantunya dengan sepenuh hati"


"tunggu dulu, jadi maksudmu membawaku kemari adalah ingin meminta bantuanku?"


"iya kau benar"


"apa kau bercanda? aku adalah gadis biasa dan aku juga tidak pandai berbicara dengan orang"


"tapi kau adalah anaknya Letnan min dan juga anak yang di takdirkan untuk melakukan ini semua"


"aku memang anaknya min shaki tapi aku bukanlah seorang budak yang bekerja tanpa imbalan dan oh ya aku memang bisa melihat mereka semua tapi bukan berarti aku mau membantu dan menangkap mereka"


"huuhhh... asal kau tau saja Thania, kau adalah orang yang di takdirkan untuk bersamaku selamanya dan juga matamu yang merah darah itu membuatku yakin jika kau adalah anak yang ada di dalam ramalan"


"Takdir? ramalan? heh aku tidak pernah percaya pada takdir yang ditentukan di sebuah ramalan".


"percaya atau tidak tapi aku sudah melihatmu membantu seorang hantu wanita dan memenjarakan seorang hantu jahat sebelum ku bawa kau kemari"


"jadi kau melihat semua yang ku lakukan? "


"iya kau benar"


"tapi apa yang kau maksud dengan aku menolong seorang hantu wanita dan memenjarakan seorang hantu jahat? dan oh ya kenapa kau selalu menghalangi kakak itu yang ingin menyelamatkan anaknya? "


"heh jadi kau belum menyadarinya ya? baiklah akan ku beri tau kamu sesuatu. Seorang wanita yang kau sebut Kakak itu sebenarnya adalah hantu jahat yang sedang berada di dalam tubuh seorang wanita meskipun dia itu terlihat hidup dan baik kepadamu tapi sebenarnya dia sedang mengincar darahmu. Saat siang hari wanita itu akan kembali kesemula dan baik kepada semua orang tapi disisi lain saat menjelang malam dia akan berubah menjadi seorang hantu jahat yang akan membunuh siapa saja yang menghampirinya. Apa kau masih ingat yang di ceritakan wanita itu? "


"maksudmu cerita di mana kakak bisa berada di hutan? ya aku ingat cerita itu, memangnya kenapa? "


"heh, kau sepertinya tidak takut sama sekali dengan cerita wanita itu dan gambaran yang ada di gerbang itu"


"iya, aku memang tidak takut bahkan aku tidak takut sama sekali karna aku sudah terbiasa melihat mereka. Setiap kali aku melihat salah satu dari mereka terkadang aku menyapanya sebentar dan terkadang aku hanya sekilas melihatnya kemudian pergi. Itu karna aku memang tak pandai menyapa orang"


"sepertinya kau memang orang itu (menggenggam erat tanganku), apa kau tau cerita 13 thn yang lalu? "


"maksudmu cerita dimana ada seorang gadis yang bunuh diri di jurang dekat halte bis no. 10 itu? "


"iya kau benar. Apa kau tau siapakah gadis itu? "


"aku tau gadis itu"


"eh kau tau? "


"Iya aku tau karna gadis itu adalah ibuku sendiri. Kata nenek, ibu meninggal karna melahirkanku tapi itu salah. Ibu meninggal karna bunuh diri saat mendengar kabar ayah di bunuh saat di melawan sekelompok bandit yang tiba-tiba menyerang kota kami. Ibu tak kuasa menahan tangus dan kemudian bunuh diri ke jurang setelah melahirkanku".


"tak kusangka sepertinya kau cukup mengerti cerita itu walaupun saat itu kau masih bayi"


"sebelumnya aku memang tidak tau cerita ini tapi setelah nenek meninggal dan aku di bawa ke rumah paman dan bibi akhirnya aku mengerti jika ibu meninggal karna bunuh diri. Aku sering mendengarnya saat paman dan bibi debat karna aku".


"hm? kenapa?"


"berjanjilah saat kau sudah dewasa kau harus bersamaku selamanya! "


"eh? bersamamu selamanya? aku sama sekali tidak mengerti perkataanmu"


"ehhh... itu... eee.... kau masih terlalu muda untuk paham maksudku (muka memerah) "


"hmm? (melihat wajah bayangan hitam itu yang nampak seperti monster buas), aku ingin bertanya. Kenapa wajahmu sangat aneh? "


"apa kau bilang!!! apa kau tau kalo wajahku ini adalah yang paling tampan sebangsa monster dan siluman, apa kau tau!"


"monster? siluman? aku tidak tau jika kau benar-benar seekor monster"


"eh? ekhem ekhem... tadi aku hanya keceplosan saja jadi tidak usah di hiraukan"


"hanya keceplosan? tapi tadi sepertinya tidak sedang keceplosan".


"eh itu itu... (tak bisa berkata-kata). Eh ah iya Thania aku ingin berterus terang denganmu (melihat sekeliling dan tidak ada orang sama sekali). Eh Thania!!"


"hmm? (dari kejauhan) "


"apa yang kau lakukan? "


"aku ingin segera kembali ke gua tempat istirahat kakak"


"tunggu.... tunggu jangan pergi kesana... waaa.... (berlari dan tidak sengaja kesandung batu dan terjatuh persis di belakang Thania). Aduhhh... kepalaku... eh? waaa.... T-Thania...aku sungguh tidak sengaja menarikmu... ehhh? (saat terjatuh tidak sengaja menarik jaket Thania ke bawah dan melihat wajah Thania yang marah) "


"A-PA YANG KAU LAKUKAN HAH?? "


"maaf maafkan aku, aku tidak sengaja menarik jaketmu maafkan aku tapi.... kau terlihat sangat cantik saat tidak memakai tudung jaket"


Plakkkk...


"aku tidak suka orang yang melihat wajahku secara paksa seperti tadi"


"beraninya kau memukulku! dasar anak kecil!! (memaksa Thania jatuh kebawah dan memegang erat-erat tangan dan kaki Thania sampai tertidur di tanah). Jika kau tidak suka dengan wajahku yang mirip dengan monster ini maka aku akan memperlihatkan wajah asliku kepadamu! "


Aku terkejut saat monster itu memperlihatkan wujud aslinya kepadaku dan ternyata dia adalah seorang anak laki-laki berambut hitam dengan mata hitam pekat menatapku dan yang membuatku lebih terkejut lagi adalah dia seumuran denganku.


"Thania... apa kau terkejut dengan wujud asliku? aku hanyalah seorang anak laki-laki biasa yang sudah lama mengagumimu. Dan jika boleh aku bercerita dulu aku adalah kekasihnya ibumu Talia saat masih remaja. Dulu aku sangatlah mencintai ibumu dan berpikir bahwa kami akan bersama selamanya tapi apa yang ku dapat? ibumu menikah dengan seorang letnan dan kemudian melupakanku. Dia bahkan bersumpah akan terus bersama dengan letnan itu. Aku sangat frustasi dengan ibumu kemudian memerintahkan sekelompok bandit dan kemudian menyerang ayahmu hingga aku mendapat kabar bahwa ayahmu telah meninggal. Aku sangat senang hingga berpikir jika takdir memang berpihak kepadaku dan ibumu akan kembali kepadaku tapi takdir tidak berpihak kepadaku, ibumu berlari sambil menangis dan kemudian melompat ke dalam jurang. Aku sangat menyesal dengan perbuatanku hingga saat para bandit itu kembali dengan membawa kabar jika anaknya letnan min lahir dengan mata merah darahnya yang sangat pekat mirip dengan ayahnya. Kemudian tanpa berpikir panjang aku bunuh diri dan rohku merasuki seorang bayi yang kebetulan lahir di tanggal yang sama sepertimu. Hingga saat ini seperti yang kau bayangkan jika rohku tidak diterima oleh langit jadi aku terus hidup di bumi dan bergabung ke dalam kelompok monster dan siluman di hutan ini. Aku sering melihatmu pergi kesekolah melewati hutan ini dan sering juga melihatmu di ganggu oleh penghuni di sini tapi aku tak menyangka jika kau berhasil melewatinya dengan mudah. Aku selalu menduga jika kau itu adalah anaknya letnan min dan ternyata dugaanku benar. Kau memang anaknya dan sekarang kau adalah pengganti untuk ibumu yang telah menyakiti hatiku selama 13 thn terakhir"


Tes... tes... (air mata Thania yang tiba-tiba menetes keluar)


"sudah cukup! aku tidak mau di permainkan oleh paman dan bibiku sekarang bertambah lagi seorang yang mau mempermainkanku hanya karna aku adalah anaknya Talia! Sudah cukup aku tidak mau di permainkan lagi (berusaha untuk lepas)".


"heh, kau berusahalah lebih keras pun kau tidak akan lepas dari genggamanku Tha-ni-a... (berbisik) dan sekarang menurutlah kepadaku "


Tes.... tes.... (hujan mulai turun dan petir pun mulai menyambar) Gluduk... gluduk... jderrr!!!!..


Aku tersadar saat sudah berada di kamar tidur.


"apa aku bermimpi? tidak ini terasa sangat nyata bahkan tangan dan kakiku masih bergemetar karna tadi malam tanganku di pegang sangat erat dan kakiku di jepit kakinya sangat kuat hingga bergemetar. Sebenarnya siapa dia? kenapa dia sangat tergila-gila dengan mama? "


"Thania!!! cepat bangun!!!! "


"ah iya... huuuhhh.... sepertinya kejadian kemarin malam hanya akan menjadi rahasia aku dan dia saja"


Benar hanya aku dan dia saja~