
"Kurasa bahannya ini, ini terus..... apalagi ya? eh iya ini juga harus dicampurkan dan ditumbuk seperti ini"
"bak-bak-bak-bak-bak, fiuh... akhirnya selesai juga obat dan makanan untuk kakak. Sekarang aku harus mengobati luka kakak terlebih dahulu sebelum dia bangun"
Beberapa menit kemudian~
"siapa ini? aku dimana? kamu siapa?"(mengingau).
"kakak sudah bangun ya? "
"eh kamu.... "
"Thania panggil saja Thania"
"Thania? kamu anak yang tadi kan? ini.... apa kita berdua sedang berada di dalam gua?
"iya kakak tadi kakak tiba-tiba pingsan jadi aku membawa kakak ke tempat yang aman. Beruntung aku menemukan gua ini tak jauh dari mobil kakak walaupun gua ini terlihat aman tapi aku tak yakin benar-benar aman".
"Terimakasih karna telah membantuku bahkan, luka di badanku adik yang mengobatinya"
"iya tidak masalah kok kakak hihihi"
"apa aku tidak salah dengar? kakak ini memanggilku dengan sebutan adik. Jadi begini ya rasanya di panggil adik(bicara dalam hati) " menundukan kepala.
"adik kenapa menundukkan kepala? "
"eh ah iya bukan apa-apa kok cuma mengingat masa lalu saja kok kakak. Oh iya, kakak aku tadi memasak beberapa umbi-umbian yang ku temukan di sekitar sini, kakak belum makan selama beberapa hari kan? kalau begitu ini buat kakak semuanya"
"eh kakak tidak makan sebanyak itu"
"jangan menolaknya, kakak sudah beberapa hari tidak makan atau minum eh iya lupa, aku belum ngambil air minum untuk kakak. Seharusnya di dekat sini ada sumber air terdekat yang bisa di minum. Kakak tunggu disini sebentar,aku akan membawakan air minum untuk kakak".
"Tapi diluar sudah hampir gelap, bagaimana jika adik kenapa-napa?"
"Tidak perlu khawatir kakak lagi pula aku sudah terbiasa dengan kegelapan dan di kantong saku celana dan jaketku ada beberapa peralatan termasuk senter dan sebilah pisau belati yang kakak lemparkan kepadaku tadi siang untuk berjaga-jaga"
"Tapi apa adik tidak takut dengan binatang buas yang berkeliaran di hutan ini setiap menjelang malam tiba? "
"Aku sudah bilang jika aku sudah terbiasa dengan kegelapan malam. Jika ada binatang buas yang menyerang akan ku atasi dengan segera, dan kakak jangan kemana-mana cukup menungguku disini dan beristirahatlah dengan baik".
"Anak yang baik dan berani tapi apa yang dimaksud dengan
sudah terbiasa dengan kegelapan? "(bicara dalam hati)
"srek-srek-srek"
Berjalan kesana kemari**~
" huuuh... aku harus mencari air dimana? aku sudah berjalan mondar-mandir tapi tak kunjung menemukan sumber air. Seharusnya mencari air di hutan perbukitan tidaklah sulit kan? tapi kenapa jadi sesusah ini ya mencari air hadeuuuuhh... " menghela napas.
"pergi.......... pergi......... pergi....... kalian manusia biadab...... hihihihihi"
"siapa itu? jangan bersembunyi lagi! cepat keluar dari persembunyianmu! aku tau jika dari tadi kamu mengikutiku kan? cepat keluar sekarang! perlihatkan wujudmu sekarang!"
"kalian para manusia memang tidak punya tata krama! MATILAH KAU SEKARANG JUGA"
Tiba-tiba berada di belakangku dan berusaha untuk menggapaiku. Aku langsung memutarbalikan badan dan mengeluarkan belati yang ada di kantong sakuku. Melihat wujudnya yang nampak seperti seorang wanita yang buruk rupa dengan cahaya merah yang mengitari tubuhnya. Wujudnya menandakan jika dia sudah pernah tiada tapi rohnya ingin sekali balas dendam kepada seseorang yang pernah menyakitinya di masa lampau. Aku mengacungkan belati itu kepada roh perempuan yang berada di depanku.
"jadi tujuanmu mengikutiku hanya untuk membunuhku hah? "
"iya memangnya kenapa hah? kalian manusia tidak akan mengerti penderitaanku selama aku masih hidup"
"heh aku memang tidak tau kisahmu ketika kau masih hidup tapi aku melihat dengan jelas jika kau ingin sekali balas dendam kepada seseorang yang pernah menyakitimu saat kau masih hidup kan?"
"bagaimana bisa anak kecil sepertimu bisa tau tentang kisah hidupku? "
"Cahaya yang mengitari rohmu yang memberitauku"
"hmp kau pikir aku percaya dengan omonganmu itu anak kecil? "
"heh dari dulu memang tidak ada yang mempercayaiku dasar hantu idiot"
"Beraninya kau memanggilku hantu idiot!!! akan ku kirim kau ke alam baka sekarang anak kecil!!!! "
"hmp yang akan di kirim kembali ke alam baka adalah dirimu hantu idiot"
"MATILAH SEKARANG ANAK KECIL!!! "
"**JLEB**...... "
"ke-kenapa kenapa aku yang harus ke-kembali waaaaaa.... " lenyap dan menghilang.
"hmp dasar hantu tak tau diri, dia sendiri yang berbuat salah karena ketidakpuasan akan kecantikan yang di milikinya sehingga membuat wajahnya menjadi buruk rupa dan di jauhi oleh para lelaki dan warga setempat. Walaupun belati ini adalah belati punya kakak tapi daya magis belati ini lebih besar dari yang ku kira sehingga dapat melenyapkan roh itu sekejap dan mengembalikannya ke alam seharusnya ia tinggal. Aku harus cepat mencari air sebelum kakak mengkhawatirkanku. Tunggu sebentar, aku mendengar suara gemericik air. Sepertinya disebelah sana ada air terjun, aku harus cepat-cepat kesana"
"Huu-uhh, huu-uuh memang ada air terjun disini. Aku harus segera mengambil air dan kembali sebelum benar-benar menjelang malam hari"
Swosh.... swosh... kresek-kresek.....
"siapa!"
kresek-kresek
" siapa disana! "(waspada).
kresek-kresek....swosh..... (bayangan hitam yang tiba-tiba muncul di pepohonan dan berlari ke dalam hutan.
"hei jangan lari! eh kenapa ini? kenapa ada banyak sekali tangan yang menarikku.... aaaaaaa.............
.
.
.
.
.
.
.
"uhhh aku dimana? kenapa kakiku diikat oleh bayangan? "(berusaha untuk berdiri)
Brak....... "uh kakiku kenapa terasa sangat berat ketika berdiri? "
"ini sebenarnya dimana? kenapa begitu familiar dengan tempat ini ya? apa aku sebelumnya pernah kesini? tempat ini begitu sunyi dan sepi. Apa aku teriak aja ya?
Hallo? ada orang disini? "
swosh..... (bayangan hitam yang tadi berlari muncul di didepanku)
"siapa kamu! kenapa membawaku ketempat seperti ini? "
"tunggu dulu, kenapa ditangannya ada sebuah kapak? jangan-jangan..... "(bicara dalam hati).
" kamu adalah bayangan hitam yang dilihat kakak itu kan? jawab kenapa malah membawaku ketempat seperti ini! "
"Bagus jika kamu mengenalku, sekarang ikuti aku"
"Aku bertanya kepadamu! kenapa membawaku kemari? dan sekarang malah memerintahku untuk ikut denganmu, heh kau pikir aku akan menurutimu? "
Tiba-tiba bayangan itu mengacungkan kapaknya
"jika ingin tau jawaban dari pertanyaanmu itu maka ikutlah denganku"
"hmp kau pikir aku takut dengan kapakmu itu hah? kau terlihat seperti monster buas dari pada hanya di panggil bayangan hitam"
Menurunkan kapaknya dan tiba-tiba menurunkan satu kakinya ketanah menghadap ke arah satunya denganku.
"Ayo naik kepunggungku"
"sudah ku bilang aku tidak mau ikut denganmu! "
Aku merasa seperti di paksa olehnya tanpa sadar tubuhku bergerak sendiri kemudian hinggap di punggung monster besar itu. Aku berusaha untuk lepas dari punggungnya dan ternyata usahaku gagal.
"Lepaskan aku! "
"Jika kau masih berteriak di tengah-tengah perjalanan, aku akan melemparmu ke jurang sekarang juga"
Jujur saja aku sedikit takut dengan perkataannya tapi setiap kali aku berteriak kepadanya, terasa tangannya seperti memegang erat-erat tubuhku. Membuatku berpikir jika dia tidak akan pernah melemparku ke jurang. Aroma tubuhnya membuatku yakin jika dia bukanlah monster atau semacamnya.
Satu jam aku berada di punggung monster itu. Aku mengeluh di sepanjang perjalanan.
"Hei kenapa masih belum sampai juga"
"Diamlah aku sudah mendengar semua ocehanmu selama perjalanan"
"itu karena kau yang tadi berjalan satu jam belum sampai-sampai juga "
Tiba-tiba berhenti~
"eh kenapa berhenti? "
"kita sudah sampai"
"dimana? "
"Gerbang dunia lain".