
Malam harinya~
"baiklah nia nia, sekarang keadaanmu sudah lebih membaik dan besok sepertinya kamu sudah bisa pulang"
Aku terdiam tak bergerak dan tak bersuara. Dokter itu terus saja memandangiku. Pandangannya sangat tajam dan berbeda daripada tadi siang. Aku terus menundukkan kepala dan sedikit melirik kearah dokter itu. Suasana yang mencengkam! kataku didalam hati. Sunyi dan sepi membuatku ingin sekali keluar dari ruangan ini. Saat aku mengangkat kepalaku keatas, dokter yang tadi memandangiku hilang tanpa ada suara langkah kaki dan pintu terbuka. Penasaran kemana dokter itu menghilang, aku berjalan kearah pintu dan membukanya perlahan- lahan.
Kreeekkk.... (suara pintu terbuka)
*Melihat ke kanan dan ke kiri*
Sangat gelap! kataku di dalam hati. Lorong yang sunyi tanpa ada satupun orang yang melewatinya. Ini sangat berbanding terbalik daripada tadi siang. Perawat, dokter, dan orang orang tadi siang sangat berisik mondar mandir melewati lorong gelap ini tapi berbeda saat malam. Sepi, sunyi dan mencengkam membuat siapa saja yang melewati lorong ini akan lari ketakutan. Aku berjalan perlahan-lahan melewati lorong. Hawa yang kurasakan ini sangatlah aneh, melihat kesana kemari dan berjalan perlahan tak tentu arah membuatku sedikit merasakan perasaan yang tidak enak.
Aku berjalan, dan terus berjalan perlahan sambil menoleh kebelakang dan melihat keatas langit langit rumah sakit. Ini sangatlah aneh! jika ini rumah sakit, kenapa aku tidak melihat satu pun pasien yang dirawat dirumah sakit ini? setiap kamar pasien ku lewati tapi tak ada satupun pasien yang dirawat di rumah sakit ini. Dan anehnya lagi setiap aku melangkahkan kakiku, selalu saja ada seperti sesosok yang dari tadi mengikutiku dari belakang membuatku selalu menolehkan kepalaku kebelakang.
Saat aku sampai di tangga, aku melihat dua orang anak perempuan yang sedang bermain petak umpet di sekitar tangga. Sontak aku berteriak agar anak anak itu tidak terjatuh di tangga.
"Hei!!! kalian berdua!!! jangan main disana!! disana sangat berbahaya! "
Mereka berdua diam saja kemudian berjalan kearahku dan berkata bersamaan
"kakkkk... berhati-hatilah... dia sedang mengawasimu... hihihihihiiiii... "
Mereka tertawa cekikikan kemudian berlari menuju lorong yang sangat gelap. aku tak mengerti perkataan mereka berdua tapi dari nada bicara kedua anak itu sepertinya aku memang dalam bahaya. Lampu diatasku mulai berkedip-kedip beberapa kali kemudian mati. Perasaan yang semakin aneh mengelilingiku beberapa kali.
Kemudian terdengar suara langkah kaki dan sayatan pisau beberapa kali terdengar dari lorong yang aku lewati tadi. Aku terkejut mendengar suara teriakan seorang perempuan dan kemudian aku berlari menuju lift disebelah anak tangga tadi. Tombol lift ku pencet beberapa kali tapi tak kunjung pintu lift terbuka. Aku berlari menuruni anak tangga. Berlari dan terus berlari hingga tak menyadari ada sesosok yang melayang tepat di atasku. Itu adalah salah satu penghuni dunia lain.
Kakiku sulit untuk digerakan dan suara langkah kaki dan sayatan pisau yang ditajamkan tadi semakin terdengar jelas ditelingaku. Aku berusaha untuk mengangkat kedua kakiku hingga terjatuh ditengah-tengah anak tangga. Aku berusaha untuk berdiri kemudian mulai berlari lagi dan bersembunyi di sebuah lorong kecil yang gelap ditutupi oleh alat alat kebersihan yang sengaja diletakkan disitu.
Kakiku sangat sakit karna terjatuh dari anak tangga. Aku mengintip dari kejauhan terlihat dokter yang membawa sebilah pisau dan menyeret seorang perempuan yang berpakaian perawat serba putih dengan noda darah dimana-mana. Kakiku sedikit gemetar setelah melihat dokter yang kulihat itu adalah dokter yang tadi memeriksaku dan kemudian hilang lenyap tanpa jejak. Aku ingin sekali keluar dari rumah sakit ini tapi bagaimana caranya? dokter itu sepertinya sedang mencariku dan berkali-kali mondar mandir dari satu ruangan ke ruangan lain. Aku ingin sekali berlari dari lorong kecil ini tapi bagaimana caranya? aku terus berpikir cara agar dokter itu pergi dari sini.
Aku terus berpikir hingga pada akhirnya dokter itu mencariku disekitar tempatku bersembunyi. Dia mondar mandir sambil menyeret wanita itu dan menyayatkan pisaunya ke tembok beberapa kali. Entah apa yang dokter itu pikirkan tapi jika dilihat dari gayanya menyayatkan pisau, menyeret perempuan malang itu, dan tawanya yang kejam sepertinya dia ingin sekali membunuhku. Tapi kenapa dokter itu ingin membunuhku?
Nenek... aku sangat takut. Baru kali ini aku merasa takut akan hal-hal berbau darah...
*menutup mata*
Tiba-tiba...
Brak!
Suara sesuatu yang pecah dibanting oleh seseorang dari kamar salah satu pasien yang berada di lantai atas.
Seketika hatiku sangat lega saat dokter itu kembali pergi menaiki anak tangga dan memeriksa ruangan itu. Saat aku hendak ingin pergi dari lorong kecil tempatku bersembunyi, tiba-tiba dua tangan kecil menepuk pundakku dan aku pun sangat kaget saat menoleh kebelakang. Ternyata tangan itu adalah tangan kedua anak yang tadi bermain di sekitar tangga. Kedua anak itu menarik tanganku dan membawaku ke suatu tempat. Jika dilihat dari jalannya, sepertinya kedua anak itu membawaku ke suatu tempat di bawah tanah. Aku kebingungan kemudian aku bertanya kepada kedua anak itu tapi tak ada respon apapun dari kedua anak itu. Aku berkali kali bertanya pada mereka tapi lagi lagi tak ada respon apapun dari mereka.
Setelah berlari beberapa menit kemudian, kedua anak itu berhenti disuatu tempat yang kumuh dan seperti tak terawat dengan baik. Aku mencoba bertanya kembali kepada mereka berdua tapi respon mereka malah menunjuk kearah pintu gudang tempat penyimpanan barang yang kumuh itu. Aku semakin binggung dengan semua ini.
Saat aku hendak mau melangkah menuju pintu gudang, salah satu anak itu berkata
"kakak, mereka semua butuh pertolongan dari kakak. Mereka menampakkan diri untuk meminta bantuan dari kakak termasuk kami berdua. Kami semua ingin orang itu menderita karna sudah membunuh kami semua"
Aku tak mengerti perkataan mereka berdua. Dan siapa yang Mereka maksud "Orang itu" .
Lalu aku bertanya kepada Mereka berdua
"aku tak mengerti maksud dari perkataan kalian berdua. Dan kenapa kalian berdua berbicara seolah-olah kalian berdua sudah mati? "
Lalu respon mereka mengatakan
"Ya, kami memang sudah mati dan lihatlah disekitar kakak sekarang. Mereka adalah korban dari pembunuhan orang itu"
Aku terkejut dengan respon mereka. Dan benar saja, ada banyak sekali arwah arwah yang mengelilingiku dan semakin lama semakin mendekatiku. Jika dilihat, mereka semua mirip sekali dengan pasien-pasien yang mondar mandir di lorong itu. Lalu aku kembali bertanya kepada mereka berdua
" Apa kalian juga termasuk pasien disini? dan dimana orang tua kalian? "
Mereka tidak menanggapinya dan malah kembali menunjuk ke arah pintu gudang itu dan kemudian berkata " Kakak akan tau jika sudah memasuki ruangan itu " sambil menunjuk. Aku menoleh kebelakang dan melihat pintu itu. Saat aku ingin kembali bertanya kepada mereka berdua, tiba-tiba kedua anak itu menghilang lenyap bersama dengan arwah-arwah yang tadi mengelilingiku.
____________________________________________