
Hari hari dimana aku selalu melewatinya dengan di siksa, di kurung di gudang atas rumah yang gelap, dijadikan pembantu dan siksaan siksaan lainnya yang ku jalani setiap hari sebelum dan sesudah sekolah.
Hari ini merupakan hari yang spesial bagi keluarga bibiku karna hari ini merupakan ulang tahun anaknya Erika. Bagiku hari ini merupakan hari seperti biasanya yang kulewati dengan siksaan dan bibi malah menyuruhku untuk menemani Erika keluar rumah untuk berbelanja dan lain sebagainya agar saat Erika keluar rumah, bibi dan yang lainnya bisa menyiapkan ulang tahun Erika dengan sangat meriah. Sedangkan aku? aku di suruh Erika untuk pergi kerumah teman-temannya hanya untuk kesenangan mereka. Aku di hina, ditertawakan, dan dibully disana. Aku ingin sekali pergi dari siksaan siksaan ini tapi... jika aku pergi, aku akan pergi kemana? dan tinggal dimana? apa aku harus menerima semua ini dengan sabar? tidak! aku tidak akan terus menjadi bahan hinaan mereka! sudah cukup aku merasa dihina dan disiksa! tidak! aku tidak mau menjadi seperti ini! ibu... ayah... kenapa? kenapa? kenapa kalian berdua meninggalkanku saat aku masih sangat kecil dan tak berdaya? kenapa! kenapa... hiks... hiks... nekk... aku mau tinggal dengan nenek saja... hiks... hiks.. walaupun nenek sudah tidak berada di dunia ini tapi... aku ingin sekali dipeluk nenek sekali saja untuk menenangkan pikiranku yang kacau ini. Tak apa, tak lama lagi aku akan menyusul nenek disana karna siksaan ini, tak apa... biarkan aku mengingat masa masa yang menyenangkan bersama dengan nenek dan menjalani semua cobaan ini dengan sabar...
Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang sangat keras membuat Thania menjadi kebingungan~
"Hei Thania! apa yang kau lakukan hah? cepat! ambilkan bonekaku yang terjatuh di jalan" teriakan salah satu teman Erika.
"Ta-tapi ada banyak mobil yang sedang lewat disana"
"aku tak peduli! cepat! ambilkan bonekaku! dan jangan pernah lagi kau menutup telingamu didepanku! "
Aku tak bermaksud menutup telingaku karna klakson mobil tapi aku memang mempunyai gejala yang aneh. Menurut dokter aku terkena sejenis penyakit yang membuat si penderitanya tak kuat mendengar suara berisik dan takut akan hal yang membuatnya kaget sehingga kebingungan dan frustasi berat. Mereka pasti sengaja membuatku terjebak kedalam permainan busuk mereka. Mereka membuatku kebingungan dan kemudian menuruti perintah mereka untuk membuatku celaka. Heh, aku tidak bodoh seperti kalian. Aku akan mengikuti alur yang kalian rencanakan tapi jika aku mati maka aku akan melihat nenek disana dan jika aku masih selamat maka aku memang tidak diperbolehkan untuk mati sekarang. Hanya tinggal beberapa langkah saja dari sini. Selangkah demi selangkah dengan menutup telingaku karna tak tahan akan suara klakson mobil yang dari tadi mengelaksoni diriku dari kejauhan dan kemudian...
"Tiiiiiiiittttt...... brush"
Darah ada dimana mana. Darah siapa ini? ah iya ini adalah darahku yang mengalir dari tubuhku. Baunya menyengat dan merah sangat merah. Aku tak bisa bergerak, hanya bisa berbaring di jalanan dengan dikerumuni orang orang yang sangat berisik dan kemudian aku mendengar suara teriakan anak laki-laki yang keluar dari mobil yang menabrakku. Dia memanggil namaku berkali-kali dan sedikit menggoyangkan tubuhku. Aku tak bisa melihat dengan jelas mukanya. Pandanganku samar-samar tak jelas melihat orang orang yang menggerumuniku dan berteriak meminta bantuan. Aku tak tau apa yang harus ku lakukan. Aku sangat mengantuk dan ingin sekali tidur. Nek.... apa ini memang adalah ajalku? atau aku masih bisa bertahan dari ini? aku tak pasti dengan jawaban yang kedua. Yang aku tau adalah aku ingin sekali bertemu dengan nenek.
Beberapa hari kemudian~
"Tit, tit, tit "
"suara apa itu? apa aku masih berada dijalanan? (menoleh kesamping) ah ternyata hanya suara sebuah alat saja. Dan aku ada dimana? kenapa tempat ini sangat aneh? kenapa aku tidak mati? apa aku memang tidak diizinkan untuk mati sekarang? "
Tiba-tiba terlihat seorang dokter yang masuk dari sebuah pintu~
"ah, kau adalah anak yang tertabrak itu kan? aku datang untuk memeriksamu (duduk di sebelahku). Kau adalah anak yang kuat ya.. (tersenyum) aku tak pernah melihat anak sekuat dirimu. Oh ya sebelum kau sadar ada seorang anak laki-laki yang ngotot ingin sekali menemanimu sampai kau sadar. Apa itu adalah teman atau sahabatmu? "
Aku terdiam dan tak bisa berkata-kata. Aku tidak suka orang yang berbicara panjang lebar di depanku.
"ah ternyata kau anak pendiam ya (tersenyum lagi). Baiklah pemeriksaan hari ini sudah selesai. Oh ya, beberapa jam yang lalu ada pasangan suami istri dengan anaknya yang mengunjungimu kesini. Mereka sangat gembira dengan keadaanmu yang sekarang setelah kuberitau keadaanmu masih dalam keadaan kritis. Apa kau punya masalah dengan keluarga ini? "
Aku menggenggam erat selimut dan berkata
Dokter itu terdiam dan berkata
"baiklah aku akan segera pergi dari sini dan oh ya sepertinya kau punya teman teman yang menunggumu di balik pintu (berdiri kemudian berjalan menjauh). Ah iya namamu adalah Thania iya kan? (sedikit membuka pintu) lain kali aku akan memanggilmu nia nia. Sampai ketemu lagi nia nia"
"Brak"
"nia nia? panggilan yang aneh. Heh Teman? teman siapa yang mau mengunjungiku? teman ataukah lawan? kalian yang dibalik pintu, cepat masuk! "
Membuka pintu dan terlihat 3 orang anak termasuk Erika anak bibiku yang kemarin menjebak Thania masuk perlahan lahan dan berkata~
"heh Thania, ternyata kau masih bisa sombong juga ya setelah melewati masa masa diantara hidup dan mati" Erika yang sengaja memanas manasi Thania.
"Aku tidak tau kesalahan apa yang kulakukan hingga membuat kalian bertiga ingin sekali membunuhku? "
"Ingin tau? atau ingin tau sangat? "
Tiba tiba Erika memukul meja yang berada disebelahku dengan sangat keras dan berkata
"aku akan memberitaumu kesalahan kesalahan yang pernah kau lakukan. Yang pertama, kau sudah merebut kagashi dari kami. Yang kedua, setiap kali kami bertiga dihukum di sekolahan selalu saja kau yang dibanding bandingkan dengan kami bahkan kepala sekolah juga sudah mengakui jika kau adalah murid terbaik dan terpintar disekolahan. Yang ketiga, salah siapa kau adalah anaknya letnan min yang kami benci dari dulu hingga sekarang bahkan para orang tua kami juga sangat membencimu karna kau anaknya letnan min"
"memangnya kenapa jika aku anaknya letnan min? dan apa hubungannya dengan para orang tua kalian? dan juga aku tidak pernah merebut siapapun dari kalian bahkan saat aku mendapat peringkat pertama, aku selalu berusaha membuat kalian berada diperingkat yang sama! " teriakanku yang membuat ketiga orang yang didepanku terdiam.
"Thania! asal kau tau saja (mengangkat daguku keatas) kau hanyalah gadis dengan marga rendah, lebih rendah daripada kami jadi jaga omonganmu dari kami. Bagi kami kau adalah seekor hama kecil yang tak tau malu. Bagus jika kau masih diterima dirumah ayah dan ibuku jika tidak aku ingin sekali melihatmu jadi gelandangan. Dan oh ya (melepas daguku) sebaiknya kau menjauh dari si kagashi kalau tidak aku akan meminta ayah dan ibuku untuk mengusirmu dari rumah kami. Ayo pergi dari sini (memutar balik badan) aku sudah tidak betah tinggal disini. Ayo kita pergi ke taman dan bertemu dengan kagashi (berjalan menjauh kemudian meninggalkan ruanganku dan pergi dari rumah sakit)"
Aku menggenggam sangat erat kasur dan selimut.
" Heh, rumah kalian bertiga? bukannya itu adalah rumah keluarga kami? yang kalian rebut dan mengatakan bahwa keluarga kami semuanya telah tiada? jangan lupa jika aku masih hidup dan aku akan membuat kalian membayar semua ini! "
_____________________________________________