
Sesampainya di gerbang sekolah. Aku pun langsung berjalan menuju ke kelas dengan nafas yang tergesa-gesa dan
langkah kaki yang berat karna berlari sekuat tenaga dan sudah banyak menguras energiku.
Saat hampir sampai ke kelas, terlihat ada tiga orang anak perempuan yang menghampiriku kemudian menarikku dan mendorongku di depan kelasku sendiri sampai terjatuh ke lantai. Tiga orang itu sering sekali membully ku yang tak lain adalah anak dari bibiku sendiri yaitu erika dan kedua temannya yang bernama ishinya dan luna.
Sontak semua orang menertawakanku dan mengerumuniku.
"ini dia kak orang yang mengambil kalung kak ishinya"
"iya benar ini dia orangnya"
Tak tau apa yang terjadi sebenarnya aku pun menjawab sahutan mereka terhadapku
"aku tidak pernah mengambil barang apapun milik kak ishinya" sahutku.
"oooo... sudah berani menjawab kami ya...
Heh! asal kau tau Thania! aku melihatmu mengambil kalungku saat ku letakkan di meja! "
"Mengaku saja kau gadis aneh xixixixi"
"iya mengaku saja" ucap orang-orang yang mengerumuniku.
Sekarang apa yang harus kulakukan? jika aku angkat bicara mereka malah akan semakin menertawakanku.
"kak ishinya,bagaimana kalau kita lapor keguru aja
siapa tau saat Thania kembali ke kelas membawa pertunjukan yang seru" berbisik.
"hmmm boleh juga. Cepat bawa pak kacamata itu kesini cepat! "
"siap bos!!! "
Aku tak tau apa yang mereka rencanakan selanjutnya kepada ku.
Saat si ishinya ingin menarik jaketku tiba-tiba....
"Siapa yang membuat Thania berbaring di lantai hah??? "
Sontak semua orang kaget dengan suara itu,
dan ternyata itu suaranya pak kepala sekolah.
Semua orang terdiam dan menundukkan kepala mereka.
"kenapa tidak ada yang menjawabku kenapa Thania bisa berbaring di lantai hah? dan malah menundukkan kepala"
Suara kepala sekolah yang terdengar sangat marah.
"I-itu pak anu"
"Apa hah?? ana anu ana anu cepat bantu Thania berdiri dan kalian semua kenapa masih berkerumun disini hah? apa kalian ingin membersihkan gudang sekolah? "
"t-ti-tidak pak, kami semua akan kembali kekelas kami"
Semua orang bergegas masuk ke kelasnya masing-masing.
Saat aku ingin berdiri tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang memakai seragam berbeda berada disamping kepala sekolah dan mengulurkan tangannya kepadaku
"hei apa kamu tidak apa-apa? sambil mengulurkan tangan
"i-iya aku tidak apa-apa" memegang tangan anak laki-laki itu dan berusaha untuk berdiri.
"huhhh untung saja tidak terjadi hal yang serius,
sekali lagi bapak minta maaf atas kelakuan anak-anak tadi kepada Thania"
Aku hanya terdiam dan menundukkan kepalaku kebawah
"hadeuhhhh Thania...sudahlah, bapak ingin mengenalkanmu kepada murid baru yang baru saja pindah di sekolah ini"
Aku memandangi anak laki-laki tersebut
Jika dilihat baik-baik, tatapan anak itu sangat sinis dan dingin.
"maaf pak Thania mau masuk ke kelas dulu"
"oh iya bapak lupa kalau begitu, kamu sebaiknya segera kembali ke kelas sekarang"
Saat aku ingin kembali ke kelas, tiba-tiba anak laki-laki itu menarik tanganku dan berkata
"aku yuu,senang bisa bertemu denganmu Thania ^^"
Aku hanya terdiam dan kemudian melepaskan pegangan tangannya denganku lalu aku berlari ke kelas.
Tak disangka dibalik wajahnya yang terlihat dingin ternyata dia bukanlah orang yang berkelakuan acuh tak acuh dan jujur saja itu pertama kalinya aku di sapa oleh seorang laki-laki.
Aku hanyalah gadis biasa dan yang duduk di pinggir jendela paling belakang dengan rambut setengah bahu, poni yang sedikit bergelombang menyamping lurus dan memakai jaket berwarna unggu kegelapan itu aku. Saat kelas hampir di mulai,terlihat pak wali kelas memasuki ruang kelas dan seketika semua orang mulai membicarakan anak laki-laki yg berda di belakang pak wali kelas.
"baiklah anak-anak kita hari ini kalian kedatangan murid baru pindahan dari tokyo, jadi perkenalkan dirimu sekarang nak"
"apa aku salah dengar? dia adalah tuan muda dari keluarga kagashi dan dia juga sangat tampan"
"iya kau benar kak ishinya tapi bukan hanya tampan dia juga adalah merupakan satu satunya anak dari keluarga kagashi yang terkenal itu >
"aaaaaa..... dia sangat tampannnnn~\(≧▽≦)/~"
Celotehan mereka sangat membuatku muak mendengarnya.
"baiklah yuu sekarang kamu bisa duduk di kursi yang kosong sekarang"
"baik pak"
"Aaaaaa si kagashi datang kearah kita!!!! "
"eh kak erika, dia bukan sedang ke arah kita tapi dia sedang kearah bangku kosong yang berada di samping Thania"
"iya kau benar,kenapa sih selalu si aneh itu yang mendapat keberuntungan" merasa sebel.
"tenang kak ishinya dan kak erika.
apa kalian lupa jika Thania itu aneh dan tak lama lagi si kagashi pasti akan pindah tempat duduk, saat itu terjadi kita akan menyisakan tempat duduk di belakang kita untuk si kagashi hihihi"
"waaahhhh kau benar juga luna, saat itu tiba maka keberuntungan akan memihak pada kita xixixixi"
Sekali lagi celotehan mereka benar-benar membuatku muak mendengarnya dan yang membuatku keheranan adalah kenapa anak laki-laki yang tadi menolongku malah duduk di sampingku? padahal masih ada bangku kosong lainnya yang masih belum di tempati.
kring kring kring....
bel pulang sekolah berbunyi dan semua orang bergegas untuk segera pulang kecuali para anak perempuan di kelasku yang sibuk mengkerumuni si Yuu.
Aku pun merasa muak di kerumuni banyak orang. Saat aku ingin keluar dari bangku ku, aku dicegat oleh kaki seseorang yang sengaja agar membuatku jatuh. Sontak mereka menertawakanku dan langsung si yuu menarik tanganku dan membawaku pergi dari kelas.
Kemudian saat sampai di perempatan jalan,Yuuki melepaskan tanganku dan berkata
" maaf telah menarikmu tiba-tiba" sambil menundukkan badan.
"kenapa kau menolongku???"
"karna aku tidak tahan dengan perlakuan mereka terhadapmu"
Aku terdiam dan kemudian sedikit menjauhi Yuuki
dan kemudian aku berkata
"untuk seterusnya jangan berbicara denganku dan menjauhlah dariku seperti anak-anak lain menjauhiku"
yuuki terkejut dan kemudian...
"Kenapa aku harus menjauhimu Thania??? jika kau berfikir aku ini sama seperti anak lainnya maka kau salah Thania.
Sebenarnya aku juga tidak suka bergaul dengan orang tapi setelah aku melihatmu aku menjadi sangat tertarik untuk mendekatimu" jawab Yuuki kepada ku
"kenapa harus aku?? aku hanyalah seorang gadis aneh kata mereka yang sering mengejekku dan selama ini juga tidak ada yang berani untuk mendekatiku"
"Maka aku adalah orang pertama yang akan mendekatimu" jawab serentak Yuuki kepadaku.
Sontak aku terkejut dan hampir saja menangis karna kata-kata yuuki terhadapku.
"untuk seterusnya kita adalah teman baik, jika ada yang mengganggumu jangan sungkan untuk memberitahuku Thania" sambil memegang bahuku.
Entah apa yang terjadi kepadaku hari ini
air mataku tiba-tiba menetes dengan sendirinya saat mendengar seorang anak laki-laki berkata ingin menjadi teman baikku.
"Tit tiiittt... " suara klakson mobil yang terlihat begitu tergesa-gesa dan kemudian berhenti tak jauh dari kami.
Tiba-tiba si supir mobil itu membuka pintu mobil dan turun dengan wajah yang agak cemas.
"maafkan saya tuan muda, karna saya tuan muda jadi menunggu terlalu lama"
"tidak apa, berkat kamu terlambat hari ini aku mendapatkan teman baru" sambil mengedipkan satu matanya ke arahku.
"eh tuan muda punya teman? "
"sudahlah dia adalah teman baikku mulai sekarang kamu panggil dia nona Thania"
"ba-baik tuan muda"
"nah Thania apa kamu mau diantar pulang?"
"tidak terimakasih, rumahku dengan rumahmu tidak sejalan jadi aku mau jalan kaki saja"
"oooo baiklah tapi kapan-kapan kita pulang bareng ya... "
Aku menundukkan kepala dan berlari untuk pulang kerumah. "eeeee itu tuan muda kenapa saya merasa aneh dengan teman tuan? "
"sudah jangan dibahas, Thania dia memang sudah terbiasa di panggil aneh. Cepat jangan buang waktu lagi, cepat jalankan mobilnya"
"ba-baik tuan muda"