Another Choice In My Life.

Another Choice In My Life.
Bab V. Pertemuan dengan sosok misterius.



Bab V. Pertemuan dengan sosok misterius.


Pagi itu seperti biasanya, Julius Bagun dari tidurnya sebelum alarmnya berbunyi. Kalau dia kembali mengingat kehidupannya yang dulu, dia tidak pernah semangat ini untuk bangun dan pergi ke sekolah. "Hahahah... Semuanya terasa begitu aneh." Ucapnya dalam hati. Dia memperhatikan sekelilingnya, betul saja saat dia keluar dari rumah dan mulai untuk running, dia menemukan sesuatu yang belum pernah dia lihat sebelumnya, cahaya di pagi hari dengan suasana nyaman, dia menghirup udara di pagi itu, "Huop... Hah..." Dia menghirup dan membuang nafas, "Dari mana saja aku selama ini? Benar-benar pemandangan yang indah. Selama ini dia hanya menuntut dan menuntut, Julius tidak pernah mencoba memahami dan hanya menuntut untuk di pahami, dia teringat denga perkataan seorang di kehidupan sebelumnya, "Jangan berharap untuk di pahami kalau kamu tidak pernah mencoba untuk memahami, jadi intinya jangan pernah berharap untuk di mengerti kalau kamu tidak pernah mencoba untuk mengerti atau memahami." Pernyataan itu di sebut oleh seseorang yang cukup dekat dengan dia di kehidupannya sebelumnya, dan baru sekarang dia dapat memahami makna dari perkataan tersebut.


Dia memulai running dengan menikmati suasana dan sejuknya udara di pagi itu. Di pagi yang indah itu, dia mencoba melihat dan menikmati hidup dengan cara bersyukur, dia melihat ke arah jamnya dan ternyata masih 10 menit, 10 menit sudah berlalu dia berlari dengan cukup cepat, dan dia melihat bahwa dia sudah tiba di taman, yang biasanya di jangkau dengan waktu 15-20 menit. Dia tetap berlari mengelilingi taman tersebut, anehnya dia tidak meras lelah sedikitpun. Dia sungguh terheran-heran dengan kebugaran tubuh dab staminanya. "Ini sungguh luar biasa" sebutnya sambil berlari, dia melihat jam-nya kembali, ternyata tanpa dia sadari, dia sudah berlari cukup lama, sekarang pukul 06.12, dia memutuskan untuk menyudahi kegiatan olahraga nya di pagi itu, walaupun dia masih memiliki tenaga yang cukup untuk berolahraga beberapa menit lagi, namun karena dia harus pergi ke sekolah dia harus mengakhiri kegiatan olahraganya. Dia duduk di salah sebuah kursi di taman itu, sebenarnya selama olahraga dia sempat mendengar orang-orang bergumam tentang dirinya. Namun karena dia sangat semangat dia tidak menghiraukan perkataan mereka, bahkan walaupun dia mendengar dia cukup malas untuk memahami perkataan orang yang di taman itu.


perempuan yang imut dengan penampilan yang cukup menarik dan pakaian olahraga yang dia gunakan, perhatiannya buyar, dengan melihat banyak wanita yang mencoba menghampiri Julius di belakang wanita yang pertama mendatangi dirinya. Dengan sigap dan cepat, dia berlari dengan cepat meninggalkan taman tersebut. Dia berlari dengan panik, tak memperhatikan kondisi apapun, dia berlari dengan telanjang dada dengan baju yang dia pegang. Dia berhasil mencuri perhatian setiap orang yang dia temui. Tanpa sadar, hanya memakan waktu beberapa menit dia sudah sampai di depan rumah, dia berlari begitu cepat, sungguh luar biasa, di saat dia berada di depan rumah, dia mencoba mengatur nafasnya baru dia sadar bahwa dia tidak sempat menggenakan baju yang ada di tangannya. Dengan kacau dia berjalan membuka pintu rumah dan masuk kedalam.