Amnesia Boyfriend

Amnesia Boyfriend
Perkenalan



...7...


...AMNESIA BOYFRIEND...


...-Perkenalan-...


...by Maishaar...


.


Kita harus keluar lagi dari swalayan untuk membeli barang-barang baru untuk kamar tidurku. James sama sekali tidak marah, ia malah terlihat ceria sambil terus menuntunku seperti bayinya.


" Kamu satu, aku satu ya ". Kataku sambil menarik troli dari jajaran troli lainnya.


" Baik, kamu menghabiskan banyak troli pun aku tetap siap sedia mengambilnya kembali ". Jawab James sambil terus tersenyum.


Aahh... gak kuat sama lesung pipitnyaa, meleleh aku jadinya. Kumatku.


Kami pun berjalan menuju rak barisan pertama, ada banyak jajaran lampu tidur yang cantik dan imut.


" Iiihh liat, James ". Aku berlari sambil mendorong troliku dengan begitu cepat.


" Aku mau lampu tidur ini, ini aesthetic banget ". Kataku yang menekan tombol on di lampu tidur samplenya.


" Kamu ingin kamar tidur tema bagaimana, Emily? ". Tanya James sambil memegang-megang barang-barang kecil di samping lampu-lampu tidur.


" Tema pink elegan dan sedikit percikan glamour, jadi yang aku perlukan barang-barang merah muda, putih, dan gold ".


Seserius itu aku, yang tidak ada niat apapun menjadi berubah total. Melupakan semua tujuan awalku.


Lelaki berambut keemasan, bola mata biru, berkulit putih bersih, dan postur badan super tinggi begitu tampan nan imut membuatku memotretnya untuk instastory di medsosku, ini untuk detik pertamakalinya aku menhastag seorang kekasih.


Dia yang paling kusayang #myboyfriend aku tulis di instastory dan juga postinganku.


" Jameess ". Panggilku ke James yang sedang memilih barang-barang dekorasi untuk kamarku.


" Ya? ". James menoleh ke aku yang sedang memegang handphone dengan kamera depan.


" Cisss ".


'Cek Krek'. Tak butuh waktu lama, aku langsung memotret James dengan wajahnya yang tampan walau keadaannya belum siap sekalipun.


" Ini hari pertama kita, aku mau kenalin kamu ke semua teman-temanku di medsos ". Ocehku. James mendekatiku.


" Masa iya, sepasang kekasih tidak saling mengikuti ". Gerutu James.


Aku pun terkekeh, tentunya tidak. Ini salah satu kewajiban sebagai sepasang kekasih yang saling memiliki media sosial, kami harus saling mengikuti (following).


" Emilyy ". Panggil James.


" Hm ". Tolehku.


" Ciss ". Cek Krek. James mengikuti caraku sebelumnya.


Ghiaaaa!!! Ini gak boleh dibiarin, sudah pasti wajah red flag -ku super duper komuk. Panikku yang meminta James memotret ulang.


" Sekali lagi, sekali lagi ". Mohonku ke James.


" Gak, ini yang terakhir ". Kataku.


Cek Krek. Ya, benar ini yang terakhir. Namun, aku harus mengecek ulang foto-fotoku yang tadi sudah ke potret dengan James.


" Sebentaarr, kita liat di galeri dulu ". Aku menguasai galeri hp James.


" Ituu baguss kok ". Kata James yang berdiri di belakangku.


" Gak, gak yang ini aneh ". Jawabku sambil terus menggeser-geser potretanku di galeri hp James.


" Nih, kurang ". Aku men-zoom wajahku di galeri hp James.


" Iiihh gendutt bangett, hapus ". Ku delete diriku yang juga dipotret tadi.


" Burem bangett ". Keluhku lagi.


" Baiklah, pegang handphone aku ya, biarkan aku yang berbelanja saja ". Kata mengambil kedua troli sekaligus. Aku menjawab dengan mengangguk-angguk saja.


" Emily, kamu tidak bisa berdiri diam disitu saja. Tetap ikut denganku ". James menarik diriku untuk tetap di sampingnya.


Kami pun berjalan, James memilih barang sambil menanyakan aku butuh barang, atau tidak. Sedangkan aku sibuk melihat-lihat fotoku sekaligus mengeditnya jika memang perlu, dan tinggal menjawab iya atau tidak saat James bertanya barang yang mau dimasukkan ke dalam keranjang belanjaan.


" Nahh, udah aku pos nih ". Senangku yang sudah sampai di depan meja kasir.


" Ayo kalau begitu, bantu aku menaruh semua barang-barang kamu ke meja kasir ". Kata James yang sibuk memasukkan barang-barang di troli ke meja kasir.


" HAAAHHH!!! ". Teriakkanku menjadi sorotan orang sekitar.


" Kenapa Emily? ". Kaget James.


" BANYAKK BANGETTT ". Melototku melihat troli yang dibawa James lebih dari dua puluh troli.


" Lho! Tadi kamu iyain semua ini ". Jawab James santai sambil melanjutkan menaruh barang-barang ke meja kasir yang juga dibantu dengan karyawan-karyawan di toko ini.


Aku membisikkan James, uangku sudah pasti tidak cukup untuk membayar sembilan belas trolinya.


" Ssttt, kamu calon istriku. Jadi, kamu tidak perlu khawatir ". Ucapan James membuat melotot lagi.


ISTRIII!!! GHIAAA, rasanya aku sudah gila. Perasaan baru jadian hari ini, masa iya langsung nikah. Pikirku semakin menggila.


...Continued...


...____________________________________ ...


...Like 🌟...


...Comen 💬...


...Share 📤...


...and Thank You...


...My Readers 👀...