
...3...
...AMNESIA BOYFRIEND...
...-Blas on-...
...by Maishaar...
Sesampai di kantin, James menghalangiku yang ingin duduk di meja kantin, ia langsung membersihkan meja dan kursi yang kami ingin tempati. Rupanya aku bisa melihat karakternya yang begitu perfeksionis.
Ini sampe kapan dia bersihinnya dong... Keluhku melihat James mengelap meja secara detail.
' Brak '. Karena kesabaran aku telah hilang, aku langsung duduk di depannya.
" Hei!! ". Marah James.
" Kelamaan tau, gue udah laper nih ". Kesalku.
" Tapi tempat kau belum saya bersihkan ". Melototnya kaget.
" Kau tidak lihat? Tempat kau terlalu berdebu.
Nanti kalau makanannya datang, debunya berterbangan dan menempel di makanan kau, bagaimana? ". Omong James yang masih terus membersihkan sisi-sisi meja dan kursi.
" HOAAHH ". Aku menguap dengan lebar. Bodo amat gue gak peduli.
' Tup '. ' DEG! '. Tangan putih yang telah dibersihkan tercium wangi, saat tangannya menyentuh seluruh permukaan mulutku.
Ghiaaa!!! Apa ini maksudnya?!! Antara senang dan kesalku menjadi satu.
" Tutuplah saat menguap, tadi saya barusan bilang pada kau. Kalau disini banyak sekali debu, nanti kalau mulut kau tidak tertutup, maka debu dan kuman akan masuk, lalu berkembang biak di dalam mulut kau! ". Tegasnya. Aku terdiam melamun melihatnya kemarahannya yang begitu menebarkan pesona.
' Deg Deg Deg '. Selama delapan belas tahun berlalu jantungku berdetak tidak pernah seperti ini.
Entah apa yang aku rasakan kali ini, saat mencium aroma tangannya, dan amarahnya ini membuat hati dan diriku meleleh seperti es krim yang di panaskan.
" Emily? ". Panggil James yang sudah duduk di kursinya yang telah kinclong.
" Emilyy kau tidak apa-apa? ".
Dia mengkhawatirkanku saat aku sedang meleleh.
" Emily!! ". Panggilnya sekali lagi.
" Hah!! Iya iya yaa ". Kagetku yang kelagapan jadinya.
" Kenapa? Kau sedih ya? ". Ekspresinya berubah menjadi khawatir padaku.
" Ha? Sedih kenapa? ". Bingungku sendiri.
" Maaf, saya membuatmu bersedih. Tadi saya hanya tidak ingin kau sakit ". James menunduk bersalah.
Sekian kali aku ingin berteriak kencang, James yang sedang sedih membuat makin jatuh cinta olehnya. Wajahnya yang tampan campur manis nan imut membuat hatiku tak karuan.
James kembali menongak, menatap diriku.
" Sebentar! ". Katanya tiba-tiba, menatapku semakin dalam.
" Apa? ". Bingungku, James yang menatapku dengan tatapan bingung perlahan mendekati wajahku ini.
' Degdeg Degdeg Degdeg '. Kali ini detak jantungku tiga lebih cepat dari biasanya.
" Lho! ". James berhenti mengelus pipiku.
" Hah! ". Aku juga langsung menyadarkan diri. Dia bukan siapa-siapa gue! Kenapa bisa-bisanya aku terhipnotis ama dia sih!! Lamunku lagi-lagi.
" Kenapa blas-on kau tidak dapat dihapus? ". Bingungnya sambil merengutkan dahi.
" Hah?? Blas-on ". Bingungku juga.
" Iya, blas-on ". Angguk James.
Dengan cepat aku langsung membuka kamera handphone. Perasaan gue gak pernah dandan, tapi kenapa...
" WHATT??!! BLAS-ON!!! ". Mati aku... ×_×"
...---...
Sudah beberapa tahun pipiku tidak pernah memerah lagi seperti tadi yang barusan aku alami. Dulu aku juga pernah mengalami pipi merah seperti ini, setiap kali aku jatuh cinta pada seseorang, tapi ujung-ujungnya aku ditertawai karana pipiku secara tiba-tiba memerah menyerupai TOMAT!
Baru kali ini, ada orang yang bilang pipiku merah seperti memakai blas-on, tapi itu lebih memalukan dari pipi tomat. Karena apa? Ya, coba kalian pikir, seorang cewek kalau sudah memakai make-up pasti akan terkesan cantik nan anggun, ataupun imut menggemaskan. Tapi sedangkan aku, malah akan terkesan menor seperti badut gendut yang ingin sirkus!
Ku kira apa! Ternyata karna pipiku! Hufft, lagian kenapa sih aku berharap banget sama cowok seganteng itu! Udah pasti gak mungkin, aku sama dia. Jelas-jelas dia tampan, imut, manis, wangi, putih, bersih, dan tinggi... Haahh!! Kesalku sambil memukul-mukul bantal di kasurku.
Aku langsung rebahan di kasur sambil menatap langit-langit kamar.
Andai... perasaan aku dengannya sama, mungkin besok aku sudah jadian sama dia. Hhmm... Batinku sambil memejamkan mata.
Belum sempat tertidur, mama memanggilku untuk segera ke bawah karna kamarku dan kedua orangtuaku berada di lantai dua.
" Emily sayang ". Panggil Liana, mamaku.
" Ayo Mel, ada banyak kue. Ambil, taro ke kulkas di kamarmu ". Senang mama yang sedang memisah-misahkan kue yang super banyak di ruang tengah.
" Hhhm... Banyak banget ma, darimana ini? ". Jawabku yang sudah ngantuk.
" Iissh kamu tuh pake nanya! Makanya kalo ada tamu jangan kabur! ". Mama malah memarahiku.
" Kamu tadi pulang bareng dia, dia itu tetangga baru tau ". Kata mama yang langsung berdiri dan pergi meninggalkanku sendiri.
" Ehh! Dia siapa maa??? ". Bingungku bertanya-tanya. Mama ini suka setengah-setengah kalau ngomong. Cemberutku yang kembali ke kamar tidurku.
" Melyyy sini nak ke depan, ada tetangga baru kita nih! ". Teriak mama dari arah ruang tamu.
Tapi aku tidak peduli sama sekali, aku yang sudah berada di kamar melanjutkan untuk tidur.
...Continued...
...____________________________________...
...Like 🌟...
...Comen 💬...
...Share 📤...
...and Thank You...
...My Readers 👀...