Amnesia Boyfriend

Amnesia Boyfriend
Misterius



...2...


...AMNESIA BOYFRIEND...


...-Misterius-...


...by Maishaar...


Seperti biasa aku selalu terlambat datang ke kampus. Setiap aku terlambat pasti dibebani dengan tugas dari dosen yang amat banyak, belum lagi kalau lagi ujian, aku bisa tidak diizinkan masuk ke kelas.


Jam malam, aku masuk kelas malam bukan karna aku bekerja. Melainkan aku sendiri yang tidak paham saat pendaftaran kuliah ketika ditanyakan mau kelas pagi atau malam. Haaa... nama juga Emily, apa-apa selalu sendiri. Teman pun cuma satu, dan sedihnya aku belum pernah merasakan asmara cinta.


' Tep Tep Tep '. Larian langkah kaki yang cepat.


Aduhh... udah jam berapa nih. Panikku berlari menelusuri koridor-koridor kampus.


' Tap Tap Tap '. Ada larian seseorang dari belakang. Aku rasa dia seperti raksasa yang sedang mengejarku!


' Glek '. Aku menelan ludah ketakutan. Tidak berani melirik ke belakang, maka aku lanjutkan larianku menuju ruang kelas.


" Tunggu ". Panggil suara lelaki di belakangku.


Tanpa peduli aku terus berlari secepat mungkin.


' Tap Tap Tap '. Lariannya semakin jelas terdengar, terasa semakin dekat denganku.


Kelasku sudah di depan mata.


" Tunggu ". ' TAP '. Panggilnya yang mengenggam tanganku.


HAAH!! Aku menoleh ke arahnya.


" Hai ". Seorang lelaki asing, bertubuh tinggi, dan wajahnya tertutupi dengan topi hitam misterius.


" Ha-hai ". Takutku. Wajahnya yang misterius membuatku takut tapi karena penasaran aku sedikit melirik bawah topi ke orang asing itu.


" Eemm ".


Dia mulai berbicara... Batinku penasaran.


" Saya baru saja pindah dari Amerika karena orang tua saya bekerja di Indonesia maka saya dan keluarga pindah kesini ". Katanya tanpa koma.


" Hh... ?? ". Siapa juga yang nanya lo! Seketika rasa penasaranku hilang dan mulai terbawa kesal.


" Okey ". Aku mencoba tenang, ya... karena sepertinya lelaki asing ini baik dan polos.


" Gue Emily salam kenal, tadi itu bahasa yang bagus ". Pujiku pelan.


" Hhm... Oke please, lepasin pegangan lo ". Lirikku ke tangan kiriku.


" Ups! Sorry... Saya lupa, sorry yaa... ". Berkali-kali dia membungkukkan badannya.


Sebenarnya dia ini orang Amerika apa Korea sih!Sebalku memutarkan bola mata.


" Iya, dimaapin ". Jawabku jutek sambil berbalik badan.


Dia pun berhenti membungkukkan badannya, dan berjalan di samping kiriku.


" Terimakkasih ". Katanya kembali, terlihat pangkal bibirnya mengembang keatas.


' Glek '. Pink merona bibir. Salfokku ke mulut lelaki seperti tiang (sangat tinggi) itu.


" HM! Lo prodi apa? ". Tanyaku menyadarkan diri.


" Oh... Ini, saya mau tanya ruang kelas prodi bisnie ada dimana ya? ". Jawabnya sambil mengangkat topinya sedikit.


Whoaaahhhhhh!!!! Teriakku dalam hati.


Lelaki asing yang sungguh TAMPAN! Berbola mata biru, rambut keemasan, hidung mancung, berbadan tinggi, senyum yang manis ditambah dua lesung pipi kiri dan kanan, dan wangi.


Astaghfirullah! Mimpi apa semalam!?? Tolong maafkan diri hamba yang sempat acuh dengannya tadi. Penyakit pada semua kaum hawa pun muncul (Yang suka luluh sama cogan).


Serasa ingin teriak sekencang-kencangnya, tapi... orangnya masih ada.


" Hello? Hello? Are you okey? Hhm... okey, saya pergi sendiri saja untuk mencari kelasnya ". Kata si topi yang berjalan melewati ruangnya.


" Hai! Wait wait wait! ". Panikku langsung menghalangnya pergi.


" Gue tau kelas lo ada dimana! ". Kataku dengan cepat.


" Dimana? ". Penasarannya.


" Kelas lo sama ama gue! ".


" What?! Kenapa tidak bilang daritadi, kalau begitu ayo cepat! Nanti kita terlambat ". Panik lelaki tampan menarik tanganku.


Aku hanya bisa tersenyum senyum sendiri. Kita? Gak salah tuh... Gemesss serasa pacar sendirii. Halusinasiku kumat.


" Eh! ". Aku baru sadar kami sudah melewati jaub dari kelas.


" Whyy? ". Bingungnya lagi.


" Ituu kelasnya ". Tunjukku ke arah pintu di jauh sana.


" Lho! Tidak jauh dari kita berdiri tadi? ". Kagetnya.


" HAaa ". Aku menghela nafas sebal.


" Emang iyaaa ". Lesuku.


...---...


' Tok Tok Tok '. Aku mulai mengetuk pintu.


' Tap Tep Tap Tep Tap Tep '. Iringan sepatu kami yang kompak.


Kami masuk ke dalam ruangan, dan mencari tempat duduk yang kosong.


" Belakang penuhh ". Sedihku, mau tak mau kami duduk di posisi ujung paling depan.


" Kamu anak baru ya? ". Tiba-tiba dosen sadar kehadiran lelaki tampan di sebelahku.


" Perkenalkan namamu disini ". Lanjut dosen menyuruhnya turun dari tempatnya duduk.


Yaps, tidak salah penglihatanku. Lelaki tinggi disoraki meriah dengan satu kelas karna melihat ketampanan yang tiada taranya.


Lelaki tinggi yang super tampan melirik ke diriku, dan tiba-tiba tersenyum.


' Deg '. Melototku kaget.


Plisss Emilyy jangan geer. Aku menggeleng-gelengkan kepala agar lebih waras.


" Hhmm... Hello perkenalkan... ". Si tampan mulai berbicara.


Rasa penasaranku pun mulai muncul. Melihatnya di depan membuatku seketika berharap ingin memilikinya.


Hah!! Sadar Emilyy! Sadarr, kamu terlalu pendek untuknya!. Kesalku lagi.


" ...Nama saya James Arthur Reid, nama panggilan saya James, umur saya 21 tahun, saya pindah dari University Of Chicago, illionis, Amerika Serikat saya pindah kesini bersama keluarga saya sejak sebulan yang lalu, terimakasih ". Ucapan terakhir dihadiri dengan senyuman dan sapaan yang sungguh ramah dan sopan.


" Baik James, sama-sama ". Jawab dosen ikut ramah. James kembali dipersilakan duduk di tempatnya.


" Saya ingatkan kembali ke kalian semua! Tidak kata terlambat untuk matkul saya! kecuali memang kalian mahasiswa baru ". Bu dosen Erly yang paling tidak pengertian ke para mahasiswanya.


" Saya terlambat karna tadi baru pulang kerja tadi ". Bisik James tiba-tiba ke diriku.


" Dosen gak butuh alasan apapun, James ". Jawabku ikut berbisik ke James.


" Oowhh, okey ". Angguk James.


" Kalian pacaran? ". Colek mahasiswi di belakangku.


" Ha? Enggak ". Kagetku.


" Oohh, kirain. Abis warna baju kalian senada ". Katanya (mahasiswi belakangku) sambil kembali mengetik di laptop.


Senada? Aku melirik ke baju yang kukenakan dan James pakai. Benar! Tanpa sadar, baju kami warnanya sama. Soo sweett. Senyumku kegirangan.


" Kau kenapa? ". James tiba-tiba bertanya padaku.


" Tidak! Tidak kenapa-kenapa ". Latahku menjadi berbahasa baku sama sepertinya.


...---...


" Emily ". Panggil James yang berjalan dibelakangku. Aku menoleh.


" Mau ke kantin? ". Tawarnya, James.


Haha, tidak mungkin kalau aku menolak. Pasti 'iya' jawabanku. Apalagi James mengajakku dengan tersenyum semanis gula jawa.


" Okey, boleh juga. Kebetulan gue udah laper nih! ". Jawabku dengan semangat.


Hari yang indah dan sedikit menyebalkan (karna telat) setidaknya hari ini bukan hari yang paling buruk buatku, melainkan hari ini termasuk hari yang bisa membuatku tersenyum lebar karna ada seseorang yang mau menemaniku.


...Continued...


...____________________________________...


...Like 🌟...


...Comen 💬...


...Share 📤...


...and Enjoy...


...Readers 👀...