
...8...
...AMNESIA BOYFRIEND...
...-Perkenalan #2-...
...by Maishaar...
Mobil mewah James dipenuhi dengan barang-barang milikku, begitu banyak yang kami beli. Aku sama sekali tidak menggunakan uangku sepersen pun.
Di dalam mobil, notifikasi handphone berbunyi berkali-kali.
" Hpku sampe ngadet ". Panikku melihat hp yang susah untuk dibuka, saking banyaknya notif di hpku.
" Woaahh ". Kagumku ke postingan aku bersama James, banyak yang mengomentari positif di postinganku.
" Kenapa, Emily? ". Lirik James sambil menyetir.
" Banyak yang follow aku James! ". Senangku.
Hanya satu klik di salah satu media sosial, seketika aku mendapatkan banyak followers dari dua negara sekaligus.
" Jamess, kayaknya ini temen-temen kamu ya? ". Lihatku ke beberapa followers yang ternyata juga di follow dengan James.
" Iya, kalau aku follow dia, artinya dia adalah teman aku ". Angguk James.
Aku begitu takjub dengan postinganku sekarang, karena perbuatan perkenalkan pacar pertamaku di media sosial, aku menjadi sorotan dua negara.
" Semoga ini akan terus berjalan baik ya, James ". Senyumku ke layar handphone.
Dan ya, sepulang dari mall. Kami tidak berbelanja lagi karena sudah ke sorean, dan aku juga sudah di telepon sama mama.
Pulang-pulang mama begitu syok sekaligus tak percaya, do'aku di ulang tahun terkabul begitu saja. Kukira, mama tidak menyukai James saat wajahnya terlihat syok seperti itu, namun mama malah menyuruhnya masuk, dan mengobrol sama mama papa hingga malam.
" Tenangg asisten dan bodyguard mama banyak ". Kataku ke James yang ingin mengangkat salah satu dus di dalam mobil mewahnya.
Sesingkat-singkatnya, kami resmi berpacaran karena sudah direstui sekali dengan kedua orangtuaku, dan juga orangtua James. Yaa, walaupun sampai beberapa bulan ini James belum memperkenalkan orangtuanya yang selalu tidak ada dirumah ke diriku.
...• • •...
Hari yang begitu mewah, bagiku.
Aku memperkenalkan kekasihku kepada sahabatku, Violet. Menceritakan semua kejadian singkat hari itu, hari jadian kami, aku dan James.
Dan hari ini aku diajak ke sesuatu tempat dengan James. James mengatakan tempat ini sering dikunjunginya bersama sahabat-sahabatnya.
" Nonaa, silakan turun ".
Betapa terkejutnya aku, aku turun dari mobil yang dipesankan oleh James, dan disambut pelayanan gedung besar megah ini.
Jamesss... Kenapa kamu gak bilang, tempatnya semewah iniii?!! Batinku tak percaya diri, aku memakai baju seadanya.
" Maaf, nona Emily? ". Tanya seorang pelayan perempuan yang entah datang darimana.
" A-ah i-iyaa ". Kataku yang sedikit kaget dengan kehadiran pelayan perempuan yang datang tiba-tiba itu.
" Baik, mari. Ikuti saya ". Katanya yang berjalan dengan langkahannya yang cepat.
Glek. Aku menelan ludah degdegan melihat gedung glamour ini, orang-orang di sekitar memakai baju dress glamour dan kemeja mengkilap semua.
Aku gak pernah datang ke tempat kayak ginii. Batinku minder sambil menundukkan kepala.
Semua orang disini berjalan begitu cepat, ada banyak warga negara asing disini.
" Hei, stupid! Tetap disini!! ". Aku menoleh ke kananku, seorang wanita yang pernah bertemu denganku sedang marah-marah dengan seseorang yang pakaian lebih parah dariku, wanita berambut merah sedang bersama dengan lelaki berambut gondrong di dalam lift.
Ha! Aku melotot kaget karena lelaki gondrong menyadari keberadaanku. Dua orang itu (wanita rambut merah, dan lelaki gondrong) menaiki lift kaca berlapis emas. Wooaahh Lihatku tak berpaling sama sekali ke lift itu sampai tak sadar aku benar-benar menongak ke atas melihat lift semegah itu.
" Ehem, nona ".
" HAAAHH!! ". Kagetku yang hampir menabrak pelayan perempuan di depanku yang tiba-tiba berhenti.
" Hmm ". Pelayan wanita itu tersenyum ramah.
" Maaf, mengagetkan nona ". Ramahnya.
" Tapi nona sudah bisa masuk ke dalam pintu ini, nanti nona jalan ke paling ujung sebelah kanan, karena itu ruangannya ". Jelas pelayan itu lekas pergi.
" Sebentar! ". Halangku.
" Ya? ". Tengoknya, pelayan perempuan.
" Gak anterin aku sampe dalem? ". Bingungku.
" Ha? Maaf nona, kami hanya sebagai pelayan disini. Sedangkan tempat ini, tempat private room ". Tunjuknya ke sebuah tulisan di samping pintu megah ini.
" Tapii, kamu kan kerja disini? ". Bingungku sekali lagi.
" Harusnya, kamu diperkenankan masuk untuk sekalian jaga-jaga kalau ada apa-apa di dalam ". Ocehku yang mulai merasakan hal yang buruk.
" Hm ". Senyum pelayan itu sambil menunduk.
" Maaf, nona. Justru itu, kami bekerja karena mereka. Jika bukan mereka yang mempekerjaan kami, kami pasti sudah dipenjara ". Kata pelayan itu yang langsung pergi begitu saja.
" Penjara? ". Bengongku melihat pelayan itu pergi semakin jauh.
Hari yang mewah bagiku, dan terburuk baginya.
...Continued...
...____________________________________ ...
...Like 🌟...
...Comen 💬...
...Share 📤...
...and Thank You...
...My Readers 👀...