
...5...
...AMNESIA BOYFRIEND...
...-Pertama-...
...by Maishaar...
Seriuskah sesingkat itu kami resmi menjadi sepasang kekasih?
Aku masih tidak menyangka dengan diriku sendiri yang sedang di genggam lembut dengan tangannya yang sangat besar. Kami berjalan menuju troli sambil berpegangan tangan mesra tanpa peduli dengan kata orang sekitar swalayan.
" Ingin membawa troli kecil atau besar? ". Tanya James menunduk ke diriku yang super pendek ini.
" Aaa?? ". Mampus! Gue lupa! Kalo sebenernya gue gak ada diniatan buat belanja, lagian urusan belanja tuh mba (art) yang megang bukan gue! Panikku sendiri.
" Yang besar saja kalau begitu ". Kata James melihatku yang kebingungan langsung mengambil troli besar.
" Agar belanja banyak aman menggunakan troli besar sekaligus tidak lelah bolak-balik mengambil troli ". Jelas James sendiri.
Niatku hanya keluar rumah, itung-itung olahraga. Namun, kejadian ini sangat di luar dugaanku. Pertama, aku ketemu James yang ternyata adalah tetanggaku.
" Apa yang ingin kau beli pertama, Emily? ". Tanya James sambil mendorong troli dengan santai.
" Eemm, maybe barang-barang untuk kamar tidurku lalu baru bahan pokok makanan ". Jawabku dengan santai.
James berhenti, menoleh ke arahku yang berada disampingnya.
" Untuk apa? ". Bingungnya, James.
" Kamarrr, tadi gue udah bilang buat kamar ". Sewotku.
" Gue! ". Ekspresi kaget James, namun agak lebay sedikit.
" Kenapa Emily? Panggil aku kamu, ya ". Melas James.
" Lagipula, mengapa dengan kamar tidurmu? Bukankah kamu sudah lama tinggal di rumahmu? Mengapa kamu baru membeli barang untuk kamar tidur? Apa selama ini kamu tidak memiliki barang-barang untuk kamar tidurmu? ". Tanya James banyak. Mulutku sedikit terbuka kaget, mendengarkan pertanyaan-pertanyaan James.
" Oke, pertama aku akan ngomong sama kamu pakai aku dan kamu, aku juga sudah lama tinggal dirumahhkuuu, dan - ". Aku menghentikan ucapankanku sendiri.
" BUKAN URUSAN LO!! GUE MAU PUNYA BARANG APA GAK!! LAGIAN EMANGNYA GAK BOLEH GUE PUNYA BARANG BARU BUAT MEMPERCANTIK KAMAR GUE!!! ". Marahku membuat James melotot kaget.
" Emilyyy... ". Elusnya ke pundak kananku.
" Hikss hikss hikss kemarin ultahkuu, aku melewatkannya sia-siaa. Berpura-pura dewasa, berpura-pura tidak ingin dekorasi ruang, berpura-pura tidak ingin dirayakan ulang tahunn hikss huee ". Tangisku sampai James memelukku erat.
" Pertama ". Kata James tiba-tiba membuatkku menongak melihat James yang masih memelukku.
" Pertama, aku menyukaimu dari pandangan pertamaku di dalam lorong kampus ". Jujur James, aku semakin tidak menyangka. Kok bisa?
" Pertamakalinya juga aku dimarahi dengan seorang wanita. Seumur hidupku, ibundaku yang seorang wanita saja tidak pernah memarahiku sekali pun ". Lanjut James yang mulai melepaskan pelukannya.
Wajah tampannya semakin menjadi-jadi, apa tuhan menciptakan James tanpa takaran ya? ada ya manusia model James... Lamunku.
" Pertama ". Aku mendekati diriku ke James. Kami berdiri di antara dua rak swalayan yang tinggi besar sebelah kiri dan kanan.
" Apa? ". Senyum James penasaran.
" Ini kali pertamanya aku berpacaran dengan seseorang yang aku cintai juga ". Ucapku malu.
" Hahaha ". Tawa James bahagia sekaligus membuatnya tidak percaya kalau aku tidak pernah pacaran. Namun, saat aku menjelaskan semuanya James baru mengerti.
" Kamu banyak keinginannya ya hahah ". Tawa James mencubit pipiku.
" Auw! ". Sakittt
" Kamu menggemaskan, pipimu chubby ". Tunjuk James ke pipiku.
" Iihh apasii!! Manaa chubby??! ". Maluku, aku benar-benar tidak ingin dibilang chubby karna itu bukan simbol 'keimutan' tapi sebagai simbol 'kengendutan'.
...Continued...
...____________________________________...
...Like 🌟...
...Comen 💬...
...Share 📤...
...and Thank You...
...My Readers 👀...