
...4...
...AMNESIA BOYFRIEND...
...-Donat-...
...by Maishaar...
Toko Donat
Di toko ini aku (Emily) selalu bebas memilih, toko donat yang berada di dalam mall ini milik mama yang sudah memiliki 16 cabang di Indonesia. Hampir semua orang menyukai tekstur donat mama yang memang sudah memiliki bahan rahasia di dalamnya.
" Haloo, kaka Emily ". Sapa kasir toko donat milik mama.
" Mau pesan seperti biasa ka? ". Tanya Melvin si kasir yang hampir setahun sebagai karyawan di toko mama.
" Enggak Vin ". Gelengku.
" Lho! Tumben, terus mau pesan yang mana ka? ". Tanya Melvin siap mendengarkan permintaanku.
" Polosan aja ya tanpa topping ". Kataku.
" Ooh oke siap! ". Sigapnya langsung konfirmasi ke bagian kepala dapur pa Erwin.
Aku berjalan masuk mencari tempat dudukku yang sudah di sediakan oleh karyawan-karyawan disana. Setelah semua karyawan pergi, aku di datangi dengan wanita berkuncir kuda, dan bercelemek karyawan toko mama.
" Maaf ka ". Pelayan perempuan menghampiriku. Aku yang duduk menongak melihat dirinya, aku belum pernah lihat dia.
" Kursi ini sudah untuk orang lain ". Katanya.
Heh! Aku terkekeh.
" Kakak bisa cari tempat lain ". Katanya sekali lagi. Aku berdiri tegap, tinggi badannya jauh dariku, ia lebih tinggi.
" Ka Emily, ini donatnya ". Pelayan laki-laki bernama Dodo membawakan pesananku.
Sret. Ku ambil donat dengan tisu lalu pergi.
Di luar toko mama, aku berjalan dengan cepat. Handphone aku keluarkan.
" Halo, ma! ". Teleponku dengan nada kesal.
" Maa, pecat karyawan baru itu! ". Marahku sambil berjalan cepat.
" Siapa? Ena? Karyawan toko donat? ". Jawab mama di telepon dengan nada khawatir.
" Mely gak tau siapa namanya! ". Marahku.
" Karyawan baru bulan ini yang mama belum kenalin ke kamu ya Ena ".
" Kamu diapain, Mely anak mama? Songongkah dia?! Pulang cerita sama mama!! ". Mama ikut emosi.
' Tep '. Dengan cepat aku menutup telepon mama, saking ingin bercerita ke mama.
Langkahan kakiku semakin cepat sambil menggigit donatku dengan gaya yang kesal.
'BRAK!'. Seseorang menabrakku.
" Woi! Jalan pake mata! ". Marah perempuan berambut panjang bergelombang berwarna maroon berjalan menjauhiku.
" Dimana-mana jalan pake kaki! ". Sewotku balik.
" Waahh, haha songong lo ya! ". Perempuan berambut merah jalan mengejarku kembali.
" Apasih! ". Rengutan dahiku begitu nyata.
" Sorry ya, gue cuman benerin kalimat lo! ". Kataku yang tetap kekeh dengan kalimatku sebelumnya.
" KALO LO JALAN PAKE MATA!!! LO GAK BAKAL NABRAK GUE!! ". Marahnya menunjuk-nunjuk ke wajahku.
" KALO GUE GAK PUNYA KAKI!! GUE GAK BAKAL NABRAK LO!! ". Sekali lagi aku tak mau kalah dengan wanita berambut merah dengan higheels yang tinggi.
" CK!! ". Deciknya kehabisan kata-kata.
" Awas lo ya! Kalo ketemu lagi! ". Melototnya sambil pergi dengan kesal.
Aku masih diam melihat wanita berambut merah yang jalannya zigzag tak jelas. Aku hanya menyengir, percaya pada diriku sendiri kalau bukan aku yang menabraknya melainkan wanita jahanam itu yang menabrakku.
" Pulang pulanggg ". Teriakku melihat wanita jahanam itu sudah tak terlihat lagi dari pandanganku.
Aku berbalik badan, berlari ke arah lift untuk pergi ke ruang basement. Sudah muak dengan kejadian malam ini dari omelin dosen, perlakuan karyawan baru, sampai bertemu dengan wanita jahanam itu.
" Aku benci malam ini ". Kataku sendiri sambil memasukki lift yang lumayan sepi.
...Continued...
...____________________________________...
...Like 🌟...
...Comen 💬...
...Share 📤...
...and Thank You...
...My Readers 👀...