AMBIS HIGH SCHOOL EINSTEIN CLUB

AMBIS HIGH SCHOOL EINSTEIN CLUB
Ujian dimulai




Phrrince yang sudah sedari tadi terbangun,telah berpakaian rapi lengkap dengan dengan seragam SMP nya terdahulu. Seragam sekolah lengkap yang melekat ditubuhnya menandakan bahwa ia merupakan seorang pelajar. Phrrince mengunakan sepeda motor kesayangan menuju tempat ujian tes berlangsung. Saat berhenti di lampu merah ia melihat seorang gadis berpakaian rapih lengkap dengan seragam sekolah,ia pikir gadis itu juga akan mengikuti test tersebut karena tidak jauh dari lampu merah tersebut ada sebuah sekolah asrama terkenal yaitu Golden high school. Lampu hijau pun menyala, gadis yang ia lihat tadi melajukan motornya dengan sangat cepat membuat genangan air disana berhasil melompat ke baju yang ia pakai.


"Dasar cewe rese, bisa-bisanya dia ngebut di depan cowo seganteng gue" Pede nya


"Awas aja lu nanti " senyum miring nya


Sesampainya ia disana langsung memarkirkan motornya dan pergi melangkah kan kaki nya ke tempat receptionist.


"Selamat pagi , ruangan peserta no berapa" tanya receptionist dengan ramah


"Ruangan no 10" ucap phrrince


"Baiklah, ruangan tersebut berada di lantai 3. Setelah 15 menit lagi ujian akan dimulai"


"Terimakasih"


"Sama-sama" receptionist tersebut tersenyum dan mengangguk


Lalu ia menaiki lift yang tersedia disana. Menuju ruangan yang sangat luas dan ramai di penuhi para peserta,staff dan juga guru penguji. Banyaknya peserta tak dapat dihitung oleh nya, dengan berbagai seragam yang berbeda-beda.


"Wah,gila banyak banget. ini peserta banyak banget, saingain gue" ucap phrrince melongo


"Mba,ini peserta nya ada berapa ya total nya?" Tanya phrrince keheranan


"Total yang saya dengar ada 20 ribu peserta pelajar disini yang mengikuti ujian tulis"jawab mba staff


"Baik, terimakasih"


"iya sama-sama dek"


Cowok berparas campuran itu pun merespons mengangguk walau bingung.


Tring ....Tring....


**Dava**


"Woy bujang, Lo dimana "


"Gue di ruang 10 lantai 3"


"Eh si anjir,gue ruang 25"


"Yaudah"


"Banyak banget saingan nya,gue pulang aja deh nyerah"


"Bertahan,ikut tes selesai"


"Ta-pi gue"


Tut...tut... sambungan telepon telah terputus


"Eh dasar monster langsung diputus aja"ucap Dava yang kesal


"Pengumuman ujian akan segera dimulai,dimohon untuk peserta ujian yang berada di ruangan 1-100 masuk ke ruangan masing-masing. Dan untuk ruangan selanjutnya menunggu ke luar aula terlebih dahulu dan akan dipandu oleh para staff ujian.Terimakasih"


suara speaker yang menggema seluruh ruangan.


Dan Brukk...


Phrrince tidak sengaja menabrak seseorang karena terlalu terburu-buru


"Are you okay,maaf gue ga sengaja Lo gapapa?ga ada yang luka kan?" tanya phrrince


seketika ia terdiam saat manik matanya menatap mata gadis yang ia tabrak, terpesona dengan seorang gadis berambut panjang berwarna coklat muda,bermuka baby face serta bulu mata lentik dan bibir mungil nya.Gadis itu hanya menatap nya dengan tatapan datar


"Lo kan si cewe rese yang naik motor ugal-ugalan sampe nyipratin air genangan ke gue" ucap phrrince yang sadar dari lamunannya


"Sorry" singkat padat dan jelas keluar dari bibir mungil gadis tersebut lalu pergi meninggalkan pria yang tengah berdiri mematung disana


"Kaku banget nih bocah"omel phrrince yang juga berjalan jauh dibelakang nya


Phrrince berada di ruangan tempat ujian tes tulis berlangsung. Ada sekitar 50 peserta berada di satu ruangan yang sama dengan nya.Ada 5 pengawas pria dan 3 pengawas wanita.Mereka memeriksa setiap peserta dengan sangat teliti.


Phrrince mengedarkan pandangannya lalu menoleh kesamping. Rupanya gadis yang ia tabrak tadi berada disampingnya persis.Entah kebetulan atau tidak ia selalu bertemu dengan nya hari ini.Gadis itu bersikap berekspresi sangat datar seperti tadi.


"Gak usah serius banget neng" ucap phrrince


Gadis itu tak bergeming sedikitpun.


Di meja gadis tersebut sudah terpasang foto dirinya yang ditempel dimeja beserta kartu ujian peserta. Setelah 50 peserta duduk dengan rapih dan tenang para guru pengawas pun berjalan memeriksa kartu peserta ujian masing-masing. "Silahkan keluar kan kartu ujian peserta masing masing dan letakkan di atas meja setelah itu letakan tas disamping kursi masing-masing. Utamakan kejujuran dan teliti!" ucap salah satu guru pengawas


Grizella Anastasia Scarlett


"Nice,nama yang bagus"


"Terimakasih"


"your nick name?"


"Zella"


"Okay, zella good luck "


Guru pengawas tersebut pergi kembali berjalan ke samping menerus kan langkah nya.


"Oh itu nama nya" gumam phrrince dalam hati


phrrince Aksara ravendra


"Semoga berhasil, bagaimana saya memanggil anda?"


"Phrrince, Mr "


"Okey phrrince "


Lalu guru pengawas tersebut kembali berlalu. Setelah guru pengawas mengecek satu persatu peserta kemudian kembali berbicara "Silahkan isi selembar kertas yang sudah tersedia untuk mengisi data diri masing-masing dan segera isi soal yang sudah berada di komputer "ucap nya


"Good luck student "


"Ujian dimulai "


Seluruh peserta sibuk dan serius mengerjakan soal ujian nya masing-masing. Mereka berusaha dengan sungguh-sungguh dan tentunya karena tidak ingin gagal.


"Gila gampang banget ini"gumam phrrince dalam hati


Tanpa mencorat-coret kertas ia pun langsung menekan jawaban pilih ganda tersebut. Dan ia hanya menghitung dengan melihat nya sepintas. Soal ujian ini terdiri dari 25 soal bahasa Indonesia,20 soal bahasa Inggris.30 soal matematika dan 25 soal ipa.Soal-soal tersebut tentu nya telah dipelajari sewaktu SMP dan tidak terlupakan dalam memory ingatan phrrince.


60 menit berlalu


Gadis yang berada disamping Phrrince nampak pucat pasi dan mengeluarkan keringat dingin serta tubuh nya bergemetar,lalu ia memegangi perutnya sebelah kiri nya. Saat Phrrince menengok kesamping ia melihat gadis itu nampak sakit dan hidung nya mengeluarkan darah segar,dia mimisan.


"Lo gapapa,mau gue ban-" Ucap Phrrince khawatir


"Gapapa" Ucap gadis itu dengan suara yang sangat lirih


"Shsh"


Grizella meringis menahan rasa sakit nya dan mengeluarkan tissue untuk membersihkan mimisan di hidung nya


"Pasti maag gue kambuh karena telat makan, hidung gue mimisan gara-gara kecapean belajar 2 minggu ini" batin zella


"Oke 5 soal lagi Lo harus kuat,bertahan demi mama" batin zella kembali berucap


Phrrince kembali fokus dengan lembar soal yang terpampang jelas di komputer.Ia tak mau kehilangan kesempatan. Bersikap seolah acuh dengan gadis disampingnya.Habis nya dia juga tidak ingin dibantu.


5 menit lagi


"Ujian telah selesai, tidak ada yang mengerjakan kembali.Pengumuman ujian tulis akan diumumkan 1 minggu kedepan"


"Kami ucapkan selamat bila anda lulus diterima di sekolah ini,dan jika tidak jangan berkecil hati karena masih banyak sekolah lain yang menunggu anda. Semoga berhasi"


Ucap para pengawas


Semua peserta berjalan keluar ruangan, termasuk phrrince ia merasa sangat lega karena sudah mengerjakan ujian tadi. Serasa sedikit beban hilang.


"Dorr" ucap Yeol menepuk bahu Phrrince


Byurrr,semburan air mineral


"Eh copot poci nyemplung" ucap phrrince terkaget-kaget usai meminum sebotol air mineral


"Eeww,ngapa Lo nyembur air ke gue.wajah paripurna gue batu" ucap Dava dengan wajah yang basah kuyup


"Maaf. kan gue ga sengaja, habis nya Lo sih ngagetin gue" ucap Phrrince sambil menoyor lengan yeol


"Ke kantin yok,gue laper"ucap yeol



"Yok lah, sambil bersihin muka gue yang kena Jigong Phrrince" ucap Dava


"Gini-gini Jigong gue berkualitas tinggi" ucap Phrrince bangga


"Jigong mana yang berkualitas,aneh" ucap Dava


"Jigong gue lah" ucap phrrince sambil nyengir ala-ala


"Eh dua bocah malah bahas Jigong,diem ntar gue gak selera" ucap yeol yang eneg


Sesampainya di kantin sekolah tersebut


"Elite juga nih kantin, lumayan buat nongki ntar" ucap Dava


"Emang Lo yakin keterima" ucap Yeol meremehkan


"Ya yakin ga yakin sih,bodo lah" ucap Dava


"Berdoa aja.yang penting kan udah berusaha" ucap Phrrince


"Ya deh pak ustadz sok bijak" kekeh Yeol dan Dava kompak


"Cewe disini bening-bening MasyaAllah" ucap yeol


"Cakepan cewe yang disamping gue tadi,manis tapi jutek" ucap Phrrince sambil tersenyum melamun


"Cewe yang mana?"


"Nanti Lo pada juga tau"


Dibelakang kursi kantin yang bersebelahan dengan taman terdapat seorang gadis sedang memakan kue dan juga sebotol susu coklat yang tadi ia beli di kantin.


"Akhirnya gue bisa kuat,tapi lemes banget nih. Gimana nanti bawa motor nya" ucap zella


Tring..Tring


**Zoya and Nasya called**


"Holla neng zella" ucap Zoya


"Ya" ucap zella


"Lo kenapa pucet banget,habis pingsan?" Ucap Nasya


"Hampir" ucap zella


"Lo dimana biar kita samperin?" Ucap Nasya


"Iya tuh,dimana?" Ucap Zoya


"Kantin,deket taman" Ucap zella


"Nghogey siap meluncur" ucap Nasya dan Zoya berbarengan


Panggilan berakhir.


"Nah ini dia orang nya ngab"ucap Zoya


"Gak keliatan tadi ketutup pohon" ucap Nasya


"Dateng juga kalian" ucap zella


"Gimana tadi ujian nya" ucap Zoya


"Lumayan"ucap zella


"Susah zell" ucap mereka berdua


"Mau gue anter gak,Lo bawa motor kan?"ucap Nasya menawarkan


"Bawa,nih" ucap zella memberikan kunci motor


"Woy Zoya,bawa nih motor gue" ucap Nasya


"Nyenyenye iya dah" ucap Zoya


Kembali ke Phrrince and sobat sobat gesrek


"Udah Napa gausah cuci muka mulu" ucap Yeol


"Biar bebas bakteri" ucap Dava


"Kayak bukan Lo aja bakteri nya" ucap Phrrince


"Gue bukan bakteri"ucap Dava


"Terus?"ucap Phrrince


"VIRUS" ucap Dava


"Haha yaudah mau pesen apa" ucap Phrrince


"Gue es jeruk sama bakso" ucap Yeol


"Gue es campur sama mie ayam" ucap Dava


"Yaudah gue pesenin"ucap Phrrince


"Sekalian Lo yang bayarin yak" ucap Yeol


"Enak aja"ucap Phrrince


"Hehe pis" ucap Yeol berpose 2 jari


"Mau langsung pulang atau mampir" ucap Phrrince


"Mampir lah" ucap Dava