AMBIS HIGH SCHOOL EINSTEIN CLUB

AMBIS HIGH SCHOOL EINSTEIN CLUB
Kiara oh kiara



Sepanjang perjalanan ke rumah sakit bersama teman nya yaitu Maya. Kiara masih teringat dengan tatapan mata mengerikan yang dilontarkan untuk nya pada saat itu.Kiara tidak menyangka,gadis itu akan berbuat demikian pada nya. Ia berusaha mengatur nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafas.Sesekali ia meringis karena menahan rasa sakit yang tak kunjung reda saat diperiksa oleh dokter.Membayangkan kejadian saat itu saja mampu membuat dirinya bergidik ngeri dan buru-buru menekan ludah.


"Aw sakit banget,dok"ucap nya


"Untuk sementara waktu kamu harus memakai ini untuk menopang lengan agar tidak bergeser dan juga sudah saya suntikkan obat untuk pereda nyeri"ucap sang dokter lalu lekas pergi di ikuti oleh seorang suster


"Gara-gara cewe si*lan,tangan gue yang cantik ini harus berbalut perban"ucap nya


"Masih mending bukan tangan kanan yang dipatahin,kalo tangan kanan Lo yang kaya gini dijamin ga bisa nulis deh"ucap Maya


"Ya iya sih, tapi sakit woy"ucap Kiara


"Gimana kalo kita rencanakan sesuatu untuk dia"ucap Kiara menyeringai


Entah belum kapok atau apa,ia masih menyimpan rasa kesel dan dendam.Mereka berdua mulai merencanakan dan menyusun strategi sebuah rencana untuk pembalasan.Mereka berdua memang sudah terbiasa membully orang lain yang tidak disukai nya apa lagi membuat nya terusik secara nilai,di sekolah nya yang dulu.Maya mengantarkan Kiara ke rumah nya dengan berhati-hati agar penyangga lengan sahabat nya tidak bergeser.


"Mamiiiii"ucap Kiara berteriak-teriak di dalam rumah hingga terdengar ke penjuru ruangan


"Mammm"


"Anak cantik udah pulang, kenapa sih kamu teriak-teriak? seneng ya disekolah?"tanya mami Kiara beruntun


"Boro-boro seneng,nih liat tangan aku mi"ucap nya dengan wajah yang pura-pura bersedih agar mami nya iba


"Lho tangan kamu kenapa?jatuh?"tanya mami


"Tangan ku di Pelintir preman sekolah"ucap Kiara


"Ada anak nya sok cantik,sok inter,tukang malak"caci maki nya


"Dia malak uang ku mi!nih uang ku habis huaaa"ucap nya menuduh


"Besok biar mami datengin ke sekolah"ucap mami tergesa-gesa


"Iya mi,minta uang dong mi.Kan uang ku habis dipalak"tuduh nya


"Nih, jangan sampe di palak lagi ya!"ucap mami memberikan uang


"Yey makasih mami ku yang cantik"ucap Kiara dengan senyum yang gembira


"Cup-cup udah dong jangan nangis gitu"


"Iya mi"


"Haha rasain Lo,besok Lo yang bakal dimarahin terus di skors


Emang enak! makanya jangan main-main sama drama queen kaya gue"


Ujar nya dalam hati tersenyum puas karena berhasil menfitnah Zella


Merasa belum tuntas dan puas karena hanya menfitnah Zella didepan mamanya.Lantas ia memikirkan cara yang menurutnya paling tepat untuk segera menyingkir orang yang sudah dianggap nya sebagai saingan.Bagaimana tidak,ia cantik,pintar,bisa bela diri,hanya satu kekurangan nya yaitu sifatnya yang mudah tempramental dan sulit untuk diatur.Hal itu diketahui nya Karena bukan sekali dua kali mereka bertemu tapi sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar saat Zella masih menempuh sekolah di Indonesia,satu kelas jadi dia tau bagaimana karakteristik nya sejak dulu.