AMBIS HIGH SCHOOL EINSTEIN CLUB

AMBIS HIGH SCHOOL EINSTEIN CLUB
Masalah?



Seluruh siswa-siswi SMA tersebut telah memasuki ruang kelas nya masing-masing.Dengan kesibukan yang beragam pada mata pelajaran yang berbeda-beda.Pelajaran kimia menjadi mata pelajaran awal kelas IPA 1.Pelajaran yang menurut sebagian siswa sangat membosankan atau mungkin juga melelahkan karena terlalu memforsir otak seperti saudara dan kerabat dekat nya,siapa lagi kalau bukan matematika dan Fisika belum lagi materi peminatan.


Beberapa penghuni kelas nampak diam dan mendadak seisi kelas menjdi hening.Mungkin mereka sedang dalam proses belajar dengan khidmat dan khusyuk memahami serta mengamati setiap inci penjelasan materi tersebut.Terdapat anak yang tertidur tepat di belakang kelas.Rasa malas yang menyelimuti ataukah rasa kantuk yang tengah dirasakan.Tidak ada yang menghiraukan karena telah serius mengerjakan soal dengan penuh ketelitian.



"Yang tidur di belakang, coba kamu jawab soal yang ada di papan tulis"ucap guru Kimia


"Emm itu Bu,anu"


"Iya,apa ayo coba jelaskan.yang lain diam ya biar temen nya yang jawab"


"Massa zat pada reaksi magnesium dengan asam klorida berlaku pada hukum lavoisier yaitu massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama,jumlah zat yang dihasilkan dengan jumlah massa preaksi nya adalah 14 gram jadi jawaban nya A Bu. Jawab gadis itu dengan gugup dan keringat di kening nya mulai bercucuran


"Iya bagus,lain kali di simak ya.kalau sakit ke UKS aja!"ucap guru tersebut


"I-iya Bu"


Setelah pelajaran kimia selesai gadis tersebut menghampiri seseorang yang berada di depan tempat duduknya.


"Makasih ya Zella tadi udah bantuin aku,kalau enggak mungkin aku udah di tegur atau dihukum"ucap nya sembari mengulurkan kertas contekan yang telah di beri


"Iya,ga masalah"ucap Zella dengan senyum tipis hampir tidak terlihat


"Oh iya,siapa nama Lo"tanya nya lagi


"Aku,A-afi"ucap nya terbata-bata


"Afi atau AA fi?"tanya Zella


"Afi"ucap nya


"Oh,nama yang singkat tapi bagus"ucap nya lalu melenggang pergi ke luar kelas


"Makasih,tunggu kamu mau kemana?"tanya Afi


"Toilet"ucap nya dari kejauhan


"Aneh tapi baik"batin Afi lalu kembali ke tempat duduknya



"Heh Lo"teriak seseorang dari koridor kelas


"Gue?"tanya nya


"Siapa lagi kalau bukan Lo,gue tau Lo kan yang kasih contekan ke si anak cupu itu"ucap orang tersebut


"Bukan urusan Lo"ucap Zella


"Persaingan itu harus seimbang"


"Dan Lo ga usah ngurusin orang lain"Ucap Zella


"Semua itu saingan,temen bisa aja nikung"


"Sekolah itu bukan untuk saingan ya si no 1,tapi cari ilmu"ucap nya dengan nada sinis


"Terserah"ucap Phrrince


"Cowok kok lemes,dasar ember bocor"ucap Zella melengos pergi ke tempat tujuan nya yaitu toilet


"Apa maksud Lo,ngatain gue"ucap Phrrince


Setelah semua perdebatan kecil selesai,mulai lah dengan pelajaran biologi


Yang mengharuskan siswa siswi dikelasnya mempelajari materi yang ada di layar besar khusus untuk menonton video pembelajaran.siswa-siswi yang tidak kelihatan melihat materi itu pun berbondong-bondong maju ke depan untuk sekadar duduk dan mencatat materi nya, kebanyakan didominasi oleh siswa-siswi yang memiliki mata minus atau hanya iseng ikut kedepan demi bergibah ria.Meskipun notabe nya adalah sekolah elit ber asrama yang di khususkan untuk anak-anak yang memiliki IQ tinggi tetapi tetap lah jiwa anak-anak nya masih mendarah daging mengalir pada tubuh mereka.



"Loh-loh kok pada nonton ke depan,ayo kembali ke tempat duduknya masing-masing.Jangan seperti anak SD kalian-!"titah sang guru


"Haduh yasudah tapi jangan ribut ya,diakhir pembelajaran bapak akan mengadakan kuis.Jadi simak baik baik Vidio berikut ya-! Ujar sang guru


"Ashiaap tu the sipp pak"jawab mereka kompak


Ditengah-tengah pembelajaran ada salah satu siswa yang langsung menutup layar laptop yang memantul ke layar besar menggunakan buku paket nya.


"Woy jangan ditutup dong"ucap salah satu murid


"Wah gak ada ahlak nih mata nya"ucap siswa yang menutup layar tersebut


"Harus di kasih sinar x-ray radiologi nih"ucap salah satu murid


"Nanti tinggal tulang berulang,nenek tapasya"ucap salah satu nya sambil menepuk pundak teman nya



"Demi dewaaa,acha"ucap nya mengikuti gaya artist Hollywood tersebut


"Sudah-sudah tidak apa-apa,ini hanya Vidio pembelajaran tentang materi reproduksi tingkat lanjut"


"Nyenyenye"ucap murid tersebut dengan nada pelan sembari melepas buku yang menghalangi layar laptop yang memantul ke layar besar tersebut


"Baiklah anak-anak berdasarkan Vidio pembelajaran tersebut,jelaskan secara rinci apa yang kalian ketahui setelah kalian menyimak dan -"


Tok-Tok-Tok


"Siapa disini yang bernama Grizella Anastasia Scarlett"ucap seseorang yang bergaya seperti ibu-ibu arisan yang berdandan menor dengan emas-emas yang berjajar seperti emas keliling


"Saya"ucap Zella yang dengan otomatis langsung mengangkat tangan nya usai nama nya disebutkan


"Oh,jadi kamu yang udah bikin anak saya tangan nya sampai patah dan juga memalak uang jajan putri kesayangan saya"ucap nya dengan nada tinggi


Mendengar kata "putri kesayangan"Zella menjadi jengah lantas memutar bola mata nya dengan rasa malas,ia sudah menduga semua nya akan terjadi.


"Ucapan anda benar jika saya yang mematahkan tangan anak anda,tapi ucapan anda salah jika anda menyebutkan saya yang memalak anak anda."ucap nya merinci perkataan seseorang yang lebih tua dihadapan nya


"Oh iya satu lagi,apa buktinya jika saya pernah memalak nya.Disini ada yang pernah melihat saya begitu pasca kejadian?"


"Tidakk"ucap mereka


"Tidakk kami semua berada di kantin pada saat itu, dengan jelas"ucap salah satu nya menjelaskan kesalah pahaman


"Benar bukan?"ucap Zella sembari menyunggingkan senyumnya


"Tapi tetap saja,kamu yang udah buat tangan putri saya patah"ucap nya dengan amarah yang berapi-api


"Lalu?sikap anda yang tidak sopan datang ke kelas orang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,pantas saja anak nya juga Sama-sama tidak tau sopan santun"jelas nya yang terdengar sangat ketus


"Kamu-!"ucap ibu itu sembari melayangkan tangan nya hendak menampar wajah lembut Zella


"Apa perlu saya tunjukkan sesuatu tentang kebenaran putri anda?"ucap Zella menepis tangan yang menyambar secepat kilat


Setelah itu ia membuka laptop nya lalu mengeluarkan flashdisk yang telah ia copy semalam untuk berjaga-jaga.Vidio berputar pada saat Kiara in the gang menghampiri nya saat sedang sibuk membaca sebuah buku ditangan nya,ia ingat betul pada saat itu teman-teman nya tengah pergi menuju ibu kantin untuk memesan makanan.Vidio yang merekam dengan jelas pada saat Kiara dengan gayanya merobek buku Zella lalu memaki nya,lantas Zella marah lalu memperingati nya seusai mematahkan lengan yang dengan lancang merobek buku pemberian teman masa kecilnya.


Lalu video berputar pada saat Kiara,Si putri kesayangan tengah berada di bar.Entah kapan Vidio itu direkam, yang jelas Kiara memakai baju kurang bahan dengan berbagai botol minuman berbintang di atas meja nya.


Bagian itulah yang disukai Zella, karena ia yakin perbuatan si putri kesayangan akan membuat satu kelas heboh dan otomatis membuat ibu nya merasa malu, syukur-syukur tidak di blacklist di sekolah.


"Astaga"ucap ibu itu dengan menahan amarah yang membuat pipi nya memerah entah rasa malu atau amarah


"Jangan menganggu singa yang tertidur jika kau tidak ingin mendapatkan masalah"ucap nya membatin


Satu kelas menjadi riuh dan beberapa diantaranya melongo syok, karena Vidio tersebut terlihat jelas lantaran tersorot ke layar besar yang digunakan untuk pembelajaran biologi tadi.


"Zella,Kiara,dan ibu silakan ke ruang bimbingan konseling terlebih dahulu supaya ditemukan titik terang dari semua ini ya,dan kalian semua tetap berada di kelas mengerti-!"ucap pak guru


"Baik pak"jawab seluruh siswa di kelasnya


Mereka mulai melangkah pergi, Zella tetap membawa laptop dan flashdisk nya.Bisik-bisik terdengar dari telinga masing-masing.Siswa-siswi mulai membahas obrolan hangat tersebut untuk diperbincangkan.Banyak yang mendukung dan juga merasa terancam.