AMBIS HIGH SCHOOL EINSTEIN CLUB

AMBIS HIGH SCHOOL EINSTEIN CLUB
Go to ruang BK



Pada akhirnya mereka ber 4 yaitu pak guru biologi,Zella,Mami Kiara dan juga Kiara berjalan menuju ruang BK, bimbingan konseling.Dengan wajah datar dan tanpa rasa takut tergugat pada wajah nya cantik.Sedangkan Kiara terlihat dengan jelas raut wajah nya yang masam dengan penuh rasa cemas karena rahasia nya terbongkar didepan mami nya yang selalu siap membela dirinya si putri kesayangan.Banyak pasang mata yang melihat mereka dengan jalan yang terburu-buru, sudah di pastikan akan ada sebuah perkara.


Dihari kedua nya sekolah ia sudah masuk ke ruangan bimbingan konseling tersebut,bukan karena untuk curhat mengenai masalah dirumah atau sekolah nya melainkan ia yang terlibat masalah karena ulah teman sekelas nya yaitu Kiara.Dia pikir dengan membawa Mami yang siap membela di depan semua orang,ia akan menang?tentu tidak semudah itu wahai ferguso.Setelah sekian lama menunggu menuruni tangga karena lift yang biasa mereka pakai sedang berkendara.Lelah dan Panas seketika menjadi satu karena ia tidak terbiasa menuruni tangga yang terlalu tinggi.


Klekk



Suara denyit engsel pintu saat Pak guru biologi membuka pintu menuju ruangan bimbingan konseling.


Terdapat 2 guru konseling yang ada diruangan tersebut,serta 4 guru konseling lain nya sedang berada di kelas lain untuk mengisi kelas nya masing-masing.Mereka di Persilahkan duduk lalu mulai diberi pertanyaan dengan menginterogasi layak nya detektif Conan.



(ilustrasinya kurang lebih seperti ini untuk kantor ruang BK)


"Ada apa ya pak,Bu.Ada yang bisa kami bantu'tanya salah satu guru konseling


"Oh begini,ada masalah terkait Kiara dan Zella murid kelas 10 MIPA 1"ujar sang guru biologi dengan serius


"Coba ceritakan bagaimana kejadiannya supaya ada titik cerah dari semua ini, dengan cara kekeluargaan semua nya bisa terselesaikan"ucap guru konseling


"Begini Bu. Menurut kesaksian murid di kantin, Zella yang sedang duduk menunggu makanan yang sudah dipesan oleh teman-teman nya mendadak didatangi oleh Kiara,lalu mereka berdebat dengan serius"


"Awal nya memang tidak di gubris oleh Zella tapi Kiara terus menyudutkan lantas mengambil buku dari genggaman Zella yang sedang ia baca lalu merobek nya.Setelah itu emosi Zella kian tersulut dan dengan spontan mematahkan tangan kiri Kiara"ucap guru tersebut melanjutkan


"Astagfirullah"ucap salah satu guru konseling lalu menggeleng kan kepalanya


"Lalu apa yang ia katakan sehingga membuat mu membuat tangan Kiara patah,kasian loh dia"ucap guru konseling sembari menatap Zella dengan serius berharap menemukan jawaban


"Dia"ucap Zella menunjuk Kiara dengan jari telunjuk


"Anak itu yang mencaci saya terlebih dahulu, dengan mengatakan saya bisa masuk ke sekolah ini karena saya anak pemilik sekolah lalu mengatakan Jangan sok pinter deh disekolah ini dasar anak kesayangan mami"ucap Zella yang menirukan gaya bicara Kiara lalu tersenyum miring


"Kan emang Lo nya aja yang sok pinter"ucap Kiara yang tak mau di salah kan


"Kalo gue pinter terus kenapa Lo yang sewot"ucap Zella beradu argumen


"Udah udah jangan ribut"


"Cih dasar anak mami,berani nya ngelabrak bareng mami nya.Kaya gue dong di keroyok 5 orang sekarang"ucap Zella dengan tatapan yang tajam


"Lo..."ucap Kiara mengepalkan tangannya dengan geram


"Apa? kurang gue patahin hah,dasar pelacur"ucap Zella


"Hiks mamiii..."ucap Kiara yang menangis ala air mata buaya,lalu menggandeng tangan sang Mami


"Diam"ucap Mami yang menahan seluruh emosi,jujur ia sangat kecewa dengan putri kesayangan


"Maksudnya gimana ini?"tanya salah satu guru konseling


"Ini,ibu bisa lihat sendiri"ucap Zella menyodorkan laptop kehadapan para guru konseling lalu mereka mulai menyimak isi video tersebut


"Kiara ini kamu?kamu ingat kan peraturan sekolah disini?"ucap guru konseling


"Tapi itu bukan sekarang,itu dulu"ucap Kiara yang membela dirinya


"Jadi saat kamu masih duduk di bangku SMP? benar begitu"ujar guru konseling yang semakin menyudutkan nya


"I-iya"ucap Kiara yang menunduk lesu


"Begini Bu, menurut peraturan sekolah sebenarnya siswa dan siswi tidak diperbolehkan memasuki tempat haram seperti diskotik karena dalam peraturan sekolah no 7 dilarang meminum minuman keras,narkoba dan sebagainya karena di dalam diskotik mengandung hal-hal maksiat yang menjurus ke arah sana jadi menurut kami seharusnya Kiara di skors"ujar guru konseling


"Iya,Zella juga sama.tetapi karena masalah ini masih bisa di selesaikan kami sepakat untuk memindahkan mereka agar tidak satu kelas,Kiara pindah ke kelas MIPA 2 sedangkan Zella tetap di MIPA 1"ujar guru konseling


"Ini tidak adil mana bisa seperti itu,hanya aku yang dipindahkan kelas nya sedangkan dia tidak"ucap Kiara yang menunjuk Zella dengan jari telunjuk nya


"Ini semua karena Zella mendapatkan peringkat 2 besar di angkatan nya"ujar guru konseling


"Lalu hukuman selanjutnya kalian harus menulis kan kata -Saya tidak akan mengulangi nya-


di kertas 5 lembar folio full" ucap guru konseling menegaskan


"Whattt?omaigat oh my hand is Rip"ucap Kiara yang melongo


Berbeda halnya dengan Zella.ia terlihat seperti sudah mengerti konsekuensi yang ia perbuat, masalah mama marah itu juga hal belakangan yang ia pikirkan.


"Baiklah terimakasih ibu,bapak dan kamu.Saya minta maaf atas sikap putri saya yang sudah lancang merobek buku itu"ujar Mami Kiara


"Bukan masalah Mengganti.tapi yang menjadi permasalahan nya adalah buku itu adalah buku yang di berikan oleh sahabat masa kecil saya"


"Dan buku itu berisi sebuah kenangan dan foto"ucap Zella dengan pandangan kosong untuk mengingat masa kecil nya yang indah


"Ta-pi saya mohon jangan di publikasikan kembali video tersebut agar klien saya terutama papi nya Kiara tidak mengetahui nya.Jika itu semua terjadi maka bisa kacau, reputasi kami akan menurun"ucap mami Kiara seraya memohon lalu menangkup kedua tangan Zella


"Saya tidak bisa berjanji, karena saya tidak tahu pasti apakah teman-teman sekelas tidak merekam nya"ucap Zella dengan jelas


"Baiklah tidak apa-apa"ucap Mami Kiara


"Ih mami lebay deh, cuman gitu doang"ucap Kiara memutar bola matanya malas


"Kiara,diam-!"ucap Mami Kiara


"Mam-mami"ucap Kiara berkaca-kaca


"Saya pamit ya Pak,Bu, Zella terimakasih.Mohon maaf menganggu"ucap Mami Kiara memohon pamit lalu meninggalkan Kiara diruangan tersebut lalu menuju parkiran


"Mami tunggu aku"ucap Kiara yang langsung berlari mengejar mami nya tanpa berpamitan


"Dasar tidak tau sopan santun"gumam guru biologi yang terdengar ditelinga Zella dan guru lainnya


"Oh ya Pak, Bu saya pamit pergi masuk kembali kelas dulu ya"ucap Zella lalu menyalami tangan guru-guru nya dengan takzim


"Nah ini baru sopan walaupun sangar"ucap guru biologi yang di ikuti gelak tawa kedua guru konseling


"Haha begitu ya pak"ucap nya di angguki oleh guru tersebut


Di koridor sekolah



"Mami jalan nya jangan cepat-cepat dong nanti kaki ku bisa lecet"ucap Kiara yang mengaduh kesakitan


"Kamu itu bikin,malu saya didepan banyak orang"ucap Mami Kiara


"Tapi kan mami"ucap Kiara


"Jangan panggil saya mami terlebih dahulu, butuh beberapa saat untuk menenangkan otak"ucap Mami Kiara


"Haha itu yang aku mau,Kiara oh kiara niat hati ingin mempermalukan aku tapi ternyata aku sudah memegang kartu mati dirimu, bukan hanya itu saja"ucap Zella yang juga ada di koridor tanpa mereka sadari


"Mumpung sepi mending ke kantin aja kali ya,laper nih"ucap Zella lalu berjalan melenggang menuju arah kantin dengan kedua tangan di saku rok nya