
Malam yang begitu pekat awan tebal yang menutupi langit,tidak ada satu pun bintang maupun bulan yang menyinari langit malam tersebut.
Phrrince Aksara ravendra yang sedang tertidur di atas meja belajar nya. Tengah memasuki gerbang alam mimpi disana ia melihat pemandangan yang menakjubkan istana yang besar dan megah bercat putih marmer dan gold terdapat banyak awan disana. Satu kata yang dapat mengartikan semua ini "Indah" benar benar indah.Akan tetapi dalam sekejap berubah menjadi peperangan yang mengempur istana nan megah tersebut,ia melihat ada seorang pria tampan memakai pakaian perang layak nya seorang pangeran tengah berada diantara kerumunan tersebut menggunakan kuda putih nya."Loh dia,kok gue ada disitu"
"Muka nya kenapa mirip gue,tapi baju nya klasik banget cuy"beribu pertanyaan beredar dalam pikirannya.
Pertempuran antara kedua kerajaan semakin tak terelakkan.Suara benturan keras saling bersahut satu sama lain membuat beberapa prajurit terluka dan tewas.Tak terkecuali para abdi dalem Keraton yang ikut andil dalam Medan pertemuran.Ratusan jurus telah dilewati kedua belak pihak.Mereka bersikukuh mempertahankan area nya masing-masing.
Seorang putri bemahkota putih dengan batu hijau menghiasi kepala nya dengan indah dengan menggunakan kain selendang hijau keemasan memancarkan gelombang kekuatan dengan merapalkan sebuah mantra.Seberkan cahaya Merah keemasan melesat jauh seiring dengan gerakan tangan nya yang menyerang.
"Ajian pelebur Sukma"
Dan buuummmmm suara ledakan dahsyat menggelar Medan pertempuran.
Pasukan lawan pun memuntahkan darah segar yang mengalir keluar.Mereka terpental cuku jauh.Beberapa diantara mereka terjatuh dan tak sadarkan diri.Luka dalam yang mereka alami cukup parah seolah sembuh seiring berjalannya waktu.
Gerrrr Duarrrr petir menyambar dan saat itu pula Phrrince terbangun dari mimpinya dengan rasa sesak di dada, seakan-akan mimpi nya itu benar terjadi padanya
"Huft-hah bagaimana bisa mimpi se aneh ini, bahkan sebelum nya aku tidak pernah bermimpi"dengan napas yang terengah-engah ia mengambil segelas air dan minum
"Reinkarnasi?"berpikir keras
"Ah tidak mungkin,mana ada itu hanya mimpi konyol"phrrince mencoba menepis mimpi nya dengan logika
Lalu ia melihat jam menunjukkan pukul 3 dini hari,terlihat teman-teman nya masih terlelap pada tidur nya masing-masing. lalu ia pun bergegas untuk melaksanakan shalat tahajud guna menenangkan dirinya.Setelah nya ia pun duduk termenung dan terus memikirkan mimpi tersebut, yang terkesan nyata bagi nya.
Dilain tempat ada seorang gadis bermimpi hal yang serupa akan tetapi justru ia terbangun dalam keadaan hati yang marah, entah mengapa
ia jadi bisa merasakan perasaan yang sama."Siapa dia" itu lah yang ada di benak nya kemudian ia pun mengambil wudhu dan melaksanakan shalat tahajud.
...Pov grizella...
"Kenapa coba setelah gue pulang dari Aussie balik ke indo langsung disuruh masuk SMA ber-asrama,ck menyebalkan!"ucap zella sambil merebahkan dirinya diatas kasur kesayangan nya.
Menatap langit-langit atap kamar nya
ruangan yang nyaman bernuansa biru muda, warna kesukaan nya.Dengan langit-langit yang penuh ornamen warna kesukaan nya membuat tersenyum membayangkan kehangatan sebuah keluarga.Ia tinggal bersama bunda nya, Marinka.Sosok ayah memang sudah tidak ada sejak ia berumur 5 tahun,ayah nya menghianati cinta bunda yang begitu tulus mencintai nya,sirna dalam sekejap.
Sejak saat itu ia merasa terkekang dengan dunia yang tidak berpihak pada nya.Bunda yang dulu bersikap hangat sekarang berubah menjadi keras dan selalu mendikte zella supaya selalu bisa menjadi anak yang diharapkan. Andai ayah tidak meninggalkan nya, mungkin semua bisa baik-baik saja.
ToK Tok Tok
"Zella,kamu ini masih tiduran juga
ayo cepat belajar"ucap bunda dengan nada tinggi
"Hmm iya" ucap zella
"Ingat kamu tidak boleh mengecewakan bunda!Kamu tidak boleh gagal tes ujian masuk Golden high school! ucap bunda dengan penuh penekanan di setiap kalimat nya
"iya bunda" ucap zella yang mulai jengah dengan aturan itu
"Oh iya,jangan lupa kamu harus mendapatkan peringkat 1"ucap bunda kemudian pergi tanpa berkata lagi
Setelah bunda nya pergi ia pun kembali
ke tempat belajar nya
"Ya setidak kalo gue di terima di sekolah itu gue bisa bebas dari sini, walaupun cuma dikasih waktu 2 minggu "ucap nya dalam hati
"Gue capek..." ucap zella sambil membenturkan kepala ke meja belajar
"Andai gue bisa balik ke waktu sebelum nya"