AMBIS HIGH SCHOOL EINSTEIN CLUB

AMBIS HIGH SCHOOL EINSTEIN CLUB
Khawatir atau Perhatian?



Phrrince segera pergi mengikuti Grizella dari kejauhan.Gadis itu rupanya benar-benar menuju ruang Unit kesehatan sekolah.Gadis itu berjalan dengan tertatih-tatih sambil memegang dada sebelah kirinya.Mungkinkah itu efek setelah ia terlalu lelah berlari atau ia memang sedang sakit saat ini.Pertanyaan terus berdatangan memenuhi otak yang ada di atas kepalanya.


Dibalik pintu Phrrince bersembunyi sambil mengamati Grizella.Gadis itu terlihat sangat pucat jelas lebih pucat dari warna kulit sebelum nya.


"Bu Nebulizer saya di taruh dimana ya"tanya Zella dengan suara yang sangat kecil


"Loh Zella kamu kenapa kok pucat banget gini?"tanya Penjaga Uks


"Gapapa Bu, Nebulizer saya di mana?"tanya Zella sekali lagi


"Oh iya sebentar saya ambilkan terlebih dahulu,kamu tunggu sebentar ya duduk saja dulu"ucap Penjaga Uks yang lalu diangguki olehnya


Setelah itu penjaga UKS memberikan Nebulizer kepada Zella yang sedang merasakan sesak didada.Dengan sigap lantas Zella langsung mengambil serta menghirup nya dalam-dalam agar bisa dengan leluasa bernafas.Beberapa kali terlihat ia menggunakan Nebulizer dan menghirup oksigen dari dalam sana.Phrince yang melihat hal itu kemudian menghampiri nya yang sedang berada di dalam ruang uks.


"Lo gapapa Zella?"ucap Phrrince menanyakan keadaan Zella


"Ngapain Lo ngikutin gue kesini?"ucap Zella yang tersentak kaget karena keberadaan Phrrince yang datang secara tiba-tiba


"Gue khawatir sama Lo Ella,jadi gausah ge-er-!"ucap Phrrince


"Siapa juga yang ge-er.jangan panggil gue Ella karena Lo bukan orang terdekat gue-!"ucap Zella


"Orang terdekat ya?gue kan temen sekelas Lo "ucap Phrrince


"Terserah lo-!"ucap Zella


"Itu hidung Lo kenapa kok bisa mimisan sih?"tanya Phrrince kemudian mengeluarkan sapu tangan dari sakunya


"Hah gapapa"ucap Zella yang lalu memeriksa hidung nya dengan menggunakan sebuah cermin kecil


"Nih,mau gue bantu bersihin atau Lo bisa sendiri?"ucap Phrrince mengulurkan sapu tangan nya


"Gue bisa sendiri-!"ucap Zella yang mengeluarkan sebuah tisu


"Oh Lo punya tisu gue kira nggak"ucap Phrrince


"Ini obat nya, supaya kamu tidak mimisan kembali"ucap Penjaga Uks yang menyerahkan obat Asam Traneksamat tablet


"Terimakasih Bu"ucap Zella lalu meminum nya


"Lo tunggu aja disini biar gue kasih tau temen-temen perempuan Lo supaya bisa ngebantu di asrama nanti"ucap Phrrince yang beranjak Pergi dari sana


"Terimakasih"ucap Zella dengan singkat


"Jangan kemana-mana tetap disini sampai gue kembali oke"ucap Phrrince


"Iya bawel banget"ucap Zella yang naik ke atas ranjang pasien untuk merebahkan tubuhnya


Suasana menjadi hening dan membuat Zella merasa tenang.Penjaga UKS yang sudah tidak ada di tempat nya entah pergi kemana.Grizella masih saja sangat muak dengan sikap ketua osis yang masih menjadi kakak kelas nya.Membuat dirinya hampir saja jatuh pingsan serta menguras tenaga yang ia miliki.


"Dasar menyebalkan sekali,awas saja akan gue pastikan dia lengser dari jabatannya"ucap Zella yang merutuki Antareja


"Siapa suruh punya jabatan tapi seenaknya"ucap Zella kembali


"Nama panggilan tadi kenapa persis dengan nama panggilan dia untuk gue waktu itu"ucap Zella yang membayangkan wajah sahabat kecil nya yang entah dimana


Disisi lain Phrrince tengah berlari kecil agar cepat sampai di kelas teman-teman Grizella.Hanya untuk sekadar menyampaikan sesuatu tentang keadaan nya.Siswa-siswi yang tidak sengaja ia lewati merasa heran dengan sikap terburu-buru Phrrince yang berlari dengan rasa panik yang terlihat.Setelah sampai di depan pintu kelas ia segera menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya.


"Sungguh melelahkan. bagaimana jika teman-teman nya tidak sedang berada di kelas, lantas harus kemana mencari mereka"ucap Phrrince dalam hati


"Weh bro lu ngapain berdiri di depan pintu kelas orang?"tanya Yeol


"Stalking crush nya dia kali"ucap Dava dengan wajah santai nya


"Sembarangan kalau bicara-!"ucap Phrrince sambil memukul lengan Dava pelan


"Ya maaf, terus Lo ngapain disini? Zella kan gak ada disini"tanya Dava


"Nanti lu pada juga bakal tau"ucap Phrrince yang membuka pintu kelas tanpa aba-aba


"Heh main dibuka aja pintu nya,salam dulu gitu"ucap Yeol


"Shutt diem, udah terlanjur"ucap Phrrince


"Iya-iya"ucap mereka bersamaan


"Disini ada yang namanya Zoya dan Nasya gak?"tanya Phrrince to the point


"Ada-ada"ucap salah satu siswa di sana


"Zoy,Mas ada yang nyariin"ucap salah satu siswa membangunkan mereka dari tidurnya


"Apa?siapa?"tanya mereka


"Udah samperin aja"ucap ketua kelas mereka


"Kalian ngapain ke sini?"tanya mereka berdua


"Zella masuk Uks,tadi sempet mau pingsan tapi dia bisa jalan sendiri ke uks"ucap Phrrince yang baru menjelaskan tetapi mereka langsung saja pergi


"Woy gue belum selesai jelasin nya"ucap Phrrince setengah berteriak


"Lama kalo nunggu penjelasan dari Lo,keburu Zella kenapa-kenapa"ucap Zoya dari kejauhan


"Cape-cape gue lari kesini cuman ngomong belum sampai selesai udah pergi aja"ucap Phrrince


"Kita jenguk kuy"ucap Yeol


"Good idea,gue penasaran cepetan yuk"ucap Dava yang di angguki oleh Yeol


"Tunggu gue mau nyari si ketos rese itu"


"Buat apa?"tanya Yeol


"Emang dia ada hubungannya dengan hal ini semua?"tanya Dava


"Iya,mau ikut gue atau gimana?tanya Phrrince


"Ikut ajalah,gue takut nanti ada perdebatan"ucap Yeol


"Masi mending kalau adu debat,justru adu jotos lebih bahaya Yeol"ucap Dava


"Hahaha iya juga ya"ucap Dava


Phrrince melangkah pergi dari tempat nya saat ini kemudian beranjak pergi mencari keberadaan Antareja.Disusul oleh Dava dan juga Yeol yang membuntuti nya dari arah belakang.Mencari keberadaan nya bagaikan mencari jarum dari tumpukan jerami.Sulit dan tidak mudah untuk di deteksi, mereka sudah mencari keberadaan Antareja dari ujung satu bangunan sampai ke ujung gedung lainnya.


"Dimana sih dia, bisa-bisanya menghindar setelah kejadian seperti ini"ucap Phrrince dengan rasa geram


"Sembunyi di kolong semut kali,kita harus cari Doraemon dulu biar bisa minum pil pengecil tubuh"ucap Yeol


"Kenapa gak sekalian pakai pintu ajaib yang bisa kemana saja?"ucap Dava mengoreksi perkataan Yeol


"Oh iya ya,pinter juga lu Dav"ucap Yeol cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Kalian berdua,serius dikit jangan banyak bercanda-!"ucap Phrrince


"Iya,deh bos siap"ucap mereka dengan tertawa renyah


"Coba kita cari ke belakang taman?kita belum cari ke arah sana kan?"ucap Phrrince


"Iya kesana aja coba kita cari"ucap Dava


"Gue cape,gak ada niatan mau gendong gue gitu yang berbaik hati dan rajin menabung"ucap Yeol kelelahan


"Lakik itu harus kuat,menerjang badai mengarungi samudera"ucap Dava


"Tapi kita di sekolah gak ada badai apalagi samudera"ucap Yeol


"Jalan sendiri gak mau gue gendong lo-!emang nya gue homo"ucap Phrrince menyentil kepalanya