ALWAYS BY YOUR SIDE

ALWAYS BY YOUR SIDE
Godaan chelsea terhadap leon.



Elena dan leon pun sampai di tempat di adakannya acara keluarga, lebih tepatnya acara kantor milik ayah dan ibu leon. banyak para tamu yang datang di sana. tentu saja, karena hari ini adalah hari jadi kantor milik orangtua leon.


" Wuah, aku tak menyangka akan seramai ini, banyak sekali yang datang! " seru Elena.


" Yaa, mau bagaimana lagi ayah dan ibuku kan terkenal, makanya banyak yang mengenal mereka, dan tentu saja tamu nya pasti banyak juga " kata leon menjelaskan.


" Elena! kau sudah datang! " kata ibu leon yang tiba tiba menghampiri leon dan Elena.


" Tante! hee! tante hari ini cantik sekali loh " kata Elena, ibu leon memang sangat cantik, tentu saja karena ibu leon selalu menjaga kesehatan kulit nya, agar selalu awet muda.


" Ahh, terimakasih, kau juga cantik kok sayang " jawab ibu leon.


" Umm, tante, ayah dan ibu kemana? " tanya Elena yang sedaritadi mencari cari orang tuanya.


" Mereka sedang mengobrol dengan para tamu, mereka ada di sana " kata ibu leon, sambil menoleh ke ayah dan ibu Elena yang sedang mengobrol.


Tak lama kemudian acara pun dimulai, ramai sekali susananya. tak tak di sangka ada hal yang membuat elena terkejut.


" Hai elena! tak kusangka kita bisa bertemu di sini! " kata seorang anak perempuan.


" K-kau! chelsea! kenapa kau ada di sini! " kata elena terkejut.


" Hmp! kenapa? apakah kau terkejut? nona elena~ " kata chelsea.


" A-aku sama sekali tak- " baru saja ingin melanjutkan nya tiba tiba chelsea langsung meyelanya.


" Sudahlah, hari ini sebaiknya kita berdamai saja~ ok? " tawar chelsea


" A-apa maksudmu? memangnya kita ini bermusuhan? "


" Tentu saja! tapi hari ini sebaiknya kita damai saja, iya kan? " katanya lagi.


apa apaan dia ini!


" Sudah ya~ aku ingin ke sana dulu~ daahh nona muda~ " kata chelsea seolah olah sedang menghina elena.


leon yang kembali sehabis mengambil kue untuk elena kebingungan melihat wajah elena yang sedang kesal tapi khawatir.


" Umm, elena? apa kau baik baik saja? " tanya leon sambil menepuk pundak nya elena.


" A-ah aku baik baik saja kok! kau tadi habis darimana? "


" Ini kue untukmu, kau yakin tidak apa apa? "


" T-tentu saja aku tidak apa apa! " kata elena berbohong.


Aku tak bisa memberitahu pada leon kalau ada chelsea di sini, bisa bisa repot, apalagi nanti chelsea akan terus mendekati dan menggoda leon. sial!


" Elena! " sapa seseorang.


" Hm? Wuaa, Mia!! kau ada di sini juga!! " seru Elena ternyata Mia juga datang bersama axel.


" Yo! leon! " sapa axel.


" Apa yang kau lakukan di sini? " tanya leon dingin.


" Hei kau ini terlalu dingin, bisakah sedikit mengurangi sifatmu yang menjengkelkan itu " leon memang orang yang seperti itu, dia tipe orang yang simple.


" Seharusnya kata kata itu kau tujukan untuk dirimu sendiri, dasar bodoh! " katanya semakin dingin.


" Kau ini~ " axel hanya bisa menyerah.


apa daya ku yang hanya bisa mengalah, karena kalau aku teruskan akan berdampak buruk, dan aku pun akan kalah debat dengan dia, menjengkelkan!


.


.


.


" Elena? kenapa kau hanya makan sedikit? " tanya Mia yang waktu itu sedang makan dengan leon dan axel juga.


" Aku tak apa apa kok, aku sekarang sedang tak nafsu makan saja "


aku terus memikirkan tentang chelsea, makanya aku jadi tak fokus makan, ada perasaan tidak enak.


mereka pun selesai makan.


" Hai leon! wah akhirnya aku bisa bertemu denganmu " tiba tiba ada chelsea menghampiri leon dari belakang dan langsung memikirkan leon dari belakang.


apa apaan dia! padahal baru kenal, tapi kenapa dia seenaknya memeluk leon!


" Tolong lepaskan aku, dan jangan mendekat! " kata leon dan langsung melepaskan pelukan chelsea.


" Wah~ tuan muda ini keras kepala sekali ya~ "


" Tak adil! dua lawan satu! hmp! untuk hari ini kau menang elena~ " katanya dan langsung meninggalkan mereka semua.


" Apa apaan dia ini! datang menggoda dan langsung pergi begitu saja " kata mia kesal


" Sudahlah, orang seperti itu biarkan saja " kata Elena.


" Tapi Elena, dia tadi- "


" Mia biarkan saja dia, tenangkan dulu dirimu, bagaimana kalau kita keluar dan pergi ke supermarket untuk mencari sesuatu, kau mau? " tanya axel. apakah mereka sudah jadian?


" B-baiklah, Elena kau mau ikut? "


" Tidak usah, kau saja, aku titip juga ya, aku ingin cokelat "


" baiklah, kau ingin berapa cokelat? "


" kalau boleh aku ingin 3 batang cokelat " anak ini kalau sedang sedih ataupun khawatir dia selalu makan cokelat.


" Kalian ini, kita sedang ada di acara resmi kenapa malah asik pergi ke supermarket " kata leon.


" Sudah ya, ayo Mia " kata axel dan langsung menggenggam tangan Mia.


" Sepertinya mereka sudah jadian " kata Elena.


" Akhirnya mereka bisa jujur kepada perasaan mereka satu sama lain " lanjut leon.


" Tapi.. aku masih memikirkan tentang chelsea, aku tak suka kalau dia dekat dekat denganmu " kata Elena sedih.


" Tak usah dipikirkan, lagipula aku juga tak suka kalau dia dekat dekat denganku " kata leon sambil memang pundak Elena.


" iya, tapi kenapa dia bisa ada di sini? "


" Entahlah, mungkin dia juga salah satu wakil dari perusahaan yang menjalin hubungan dengan ayah dan ibuku "


" sepertinya begitu~ "


SEMENTARA ITU....


" Hmp! Elena.. liat saja nanti aku akan merebut semua apa yang kau miliki termasuk orang yang kau sayangi itu " kata chelsea dengan licik.


.


.


" Hei! axel kau ingin memilih yang mana sih, jangan lama lama, leon dan elena sedang menunggu kita "


" sebentar dulu dong, aku bingung mau memilih yang mana "


" Memangnya kau mau beli apa? "


" Ice cream ini, aku bingung mau memilih yang mana untuk leon, aku takut dia tak suka nanti dia malah tambah dingin " katanya sambil menunjukkan 2 ice cream kepada Mia.


" Pfft, Hahahahahha, apa apaan kau ini, seperti anak kecil saja " katanya sambil menertawakan axel.


" Hei Jangan menertawakan aku dong, ayolah bantu aku pilih yang mana "


" Kau ini, yang mana saja ayo cepat kita bayar dan kembali " kata Mia, sambil menarik tangan axel


" woaa, tunggu dulu, Hei! "


.


.


" Kalian lama sekali? ada apa di perjalanan kalian? " tanya leon


" E-e itu aku... " kata axel ragu ragu


" Dia tadi sedang memilih ice cream untukmu, tapi dia bingung ingin memilih yang mana, hahahah tingkah nya seperti anak bayi saja " kata Mia menertawakan axel lagi.


" Hei! jangan bilang pada mereka bodoh! " kata axel malu.


" Kalian ini, kalau sudah jadian bilang dong " kata Elena iseng


axel dan Mia yang mendengar itu langsung berhenti bertengkar dan wajah mereka berdua merah.


" M-mana ada, aku tidak jadian dengannya tuh " kata Mia sambil memalingkan wajahnya.


" Sudahlah kami tahu kok kalau kalian sudah jadian " kata leon


TO BE CONTINUED...