
FLASHBACK 10 TAHUN YANG LALU....
" Ibu aku masuk ke kelas dulu ya! " kata Elena yang waktu itu masih berumur 7 tahun.
" Hati hati ya nak, dengarkan kata guru ku dikelas ya! " kata ibunya Elena.
" Iya bu! "
saat itu Elena masih berumur 7 tahun dimana dia masih kelas 1, masih sangat muda dan polos sekali. ketika ingin masuk kelas dia bertemu dengan seorang anak laki laki. tapi aneh nya anak laki laki itu bukannya masuk ke kelas, dia malah diam berdiri di belakang pohon. Elena pun menghampiri anak laki laki tersebut.
" Hei, kenapa kau tidak masuk ke kelas? tanya Elena kepada anak laki laki itu.
" Berisik! Aku hanya ingin ibu! " bentak anak laki laki itu, dan dia pun meneteskan air mata nya.
Elena yang melihatnya merasa bingung, lalu tercetus lah sebuh ide di kepala Elena.
" Umm, aku punya 1 teka teki, mau mencoba nya? " tanya Elena.
anak laki laki itu pun menoleh, air mata nya berhenti sebentar.
" Apa kau mencoba untuk menghiburku? aku tak punya waktu untuk main main denganmu " kata nya
" Tidak kok, aku hanya merasa teka teki ini sangat sulit untuk semua orang menjawabnya, kalau kau tidak mau berarti kau tidak bisa menjawab pertanyaan ini ya~ " kata Elena, sepertinya ini salah satu dari bagian ide nya tadi.
" Kata siapa! aku ini anak pintar, bahkan ketika di kelas nilai ku selalu 100! memangnya teka teki seperti apa yang membuat nya tidak bisa dipecahkan! " emosi nya terpancing sesuai rencana Elena.
" Baiklah, jadi teka teki nya seperti ini, ada seekor kelinci yang sangat sombong, karena katanya dia itu hewan yang paling cepat dan dia berkata kalau tak ada yang bisa mengalahkannya. Dia juga sering menghina kura kura karena jalan nya yang lamban. Suatu hari kelinci itu menantang seekor kura kura untuk berlomba lari. tujuannya untuk membuktikan siapa yang paling cepat di hutan itu, pertanyaannya Siapakah pemenangnya? " tanya Elena
" Hahaha kau bodoh sekali! sudah pasti kelinci pemenangnya karena lari kelinci itu sangat cepat! " kata anak laki laki itu.
" Salah! Jawabannya kura kura! "
" Eh?! mana mungkin kura kura yang menang! larinya kan sangat lambat! memangnya cara apa yang dipakai oleh kura kura itu! " tanya anak laki laki itu penasaran.
" Hmm, kau ini tak boleh menilai seseorang dari luar nya saja! " kata kata itu membuat anak laki laki itu tersadar akan sesuatu yang sudah ia lupakan selama ini. itu adalah kata kata yang sering di ucapkan ibu nya pada waktu dia masih kecil.
" nak, ingat selalu kata kata ibu ini ya, kau tak boleh menilai seseorang dari luarnya saja, karena kita belum tahu bagaimana sifat asli orang tersebut "
Begitulah kata ibu nya dulu.
anak ini dia.. dia sama.. seperti... ibu!... katanya dalam hati
" Kau tahu tak kenapa kura kura bisa menang? " lanjut Elena. " Sebenarnya dia menang karena keajaiban tuhan loh dan juga kerja kerasnya selama berlomba, di tengah tengah lomba kelinci itu tertidur karena lelah. Akhirnya kura kura itu bisa menang lari karena dia tak sombong dan kura kura itu selalu rendah hati. Nah sekarang aku ingin bertanya lagi, apa pelajaran yang bisa kau ambil dari sini? " tanya Elena
" Umm, aku belajar bahwa kita tak boleh menilai seseorang dari luar nya, karena belum tentu dia itu seperti yang terlihat di luar " kata nya
" Tepat sekali! maka dari itu kau juga harus merubah sikapmu yang kasar itu supaya orang tak menilai bahwa kau orang yang kasar, ok? " uca Elena.
" Memangnya aku itu kasar? " tanya nya
" Tentu saja! bahkan tadi ketika aku bertanya kenapa kau ada di sini kau malah membentakku, itu kan kasar namanya! " kata Elena sedikit kesal.
" Hei! waktu itu kan aku sedang kesal pada ibu ku! "
" Aku tak peduli! pokoknya kau harus minta maaf! "
" Ya sudah aku minta maaf, Hei maafkan aku dong! "
" Aku akan memaafkanmu, tapi dengan satu syarat!
" Syarat apa? "
" Kau mau tidak menjadi temanku? atau lebih tepatnya sahabatku! "
"Uhm.. a-aku... "
" Tak mau ya... ya sudah kalau begitu aku- " sebelum melanjutkan kata katanya, anak laki laki itu menyela nya.
" Aku mau kok! Tentu saja aku mau menjadi sahabatmu! " kata anak laki laki itu.
" I-iya "
" Ngomong ngomong siapa nama mu? " tanya Elena.
" Namaku leon, kalau kau? "
" Aku elena, salam kenal ya! mulai sekarang kalau kau memiliki masalah atau kau sedang sedih kau bisa bercerita padaku! "
A-anak ini...
" i-iya! kau juga! kau harus bercerita padaku kalau kau memiliki masalah atau ketika kau sedang sedih! "
BEL MASUK BERBUNYI...
" Hei! kita terlalu lama mengobrol! bel sekolah sudah berbunyi! " kata leon.
" Huwaa!! benarkah!? "
" Ini gara gara kau sih! terlalu banyak ber ceramah! "
" Jangan salahkan aku dong! ini karena kau juga yang diam di pohon itu! bukannya masuk kelas! "
mereka pun berlari masuk ke kelas, untungnya mereka masih sempat masuk.
begitu pun seterusnya, mereka saling berbagi cerita, dan selalu bersama. inilah awal dimana leon dan Elena bisa mengenal satu sama lain, dan inilah awal mereka jatuh cinta.
FLASHBACK OFF...
" Elena, terimakasih karena kau waktu itu sudah mau menghiburku, terimakasih waktu itu kau sudah mau menyuruhku masuk kelas. aku sangat menyayangi mu dan mencintai mu, terimakasih Tuhan karena sudah menghadirkan dia dalam hidup ku. aku sangat beruntung memiliki seseorang seperti Elena dalam hidupku"
" Hei leon! apa yang kau lakukan di situ! kenapa daritadi kau melamun terus! ayo cepat turun! " kata Elena yang menyadarkannya dari lamunan nya itu.
" A-ah iya aku akan segera turun kau duluan saja! "
" Baiklah, jangan lama lama ya! "
" iya! " kata leon.
huh! dia itu! padahal aku sedang asik bernostalgia! kenapa dia malah menggangguku!
leon pun masuk ke rumah, Setelah itu dia mandi dan bersiap siap untuk mengajak elena ke suatu tempat
apa? tempat lagi? leon itu tak habis habisnya! sebentar dulu jangan salah paham, ini adalah acara keluarga!
" Elena! kau sudah selesai belum! ayo cepatlah, ini sudah terlalu sore! "
" Iya! sebentar lagi kok! tunggu dulu! " katanya dari dalam kamar.
.
.
" Oke! sudah selesai! huh! ibu dan ayah bilang nya mendadak sih! jadinya aku belum terlalu siap! "
leon yang melihat Elena keluar dari kamar pun kaget, Elena sangat cantik, dia memakai gaun yang sangat cantik berwarna putih sepanjang lutut, dan memakai sepatu high heels yang tak terlalu tinggi. dandanannya natural, jadi tak terlalu terlihat seperti tante tante.
" hm? leon? Hei kau kenapa? ada yang salah denganku? " kata nya sambil melambai lambaikan tangannya dia depan wajah leon.
" A-aku tidak apa apa kok! ya sudah ayo kita berangkat! "
Huh! hampir saja aku tadi mimisan..
mereka pun turun dan naik ke mobil pergi menuju tempat yang sudah di tetapkan oleh ayah dan ibu mereka.
TO BE CONTINUED....