ALWAYS BY YOUR SIDE

ALWAYS BY YOUR SIDE
Taktik chelsea



PAGI PAGI DI SEKOLAH...


" Jangan lupa traktir kami ya Mia hehe " kata Elena.


" Kau ini, mengambil kesempatan dalam kesempitan" kata Mia.


" Justru ini adalah kesempatan bagus, traktir aku beli pasta ya! "


" Pasta, coklat, mochi, terus saja kau makan makanan yang seperti itu, kalau sudah sakit pasti aku juga yang akan repot " jawab Mia.


" Kau kan sahabatku, tentu saja harus bersedia repot jika sahabat nya yang lain sedang susah "


" Terus saja balik kan keadaan, tak ada habisnya " kata Mia dengan kesal.


" Sudahlah kalian ini pagi pagi sudah bertengkar saja, tenang elena kau akan ku traktir pasta nanti " kata axel tiba tiba.


" Memangnya aku ini ingin di traktir olehmu, aku hanya ingin di traktir oleh Mia saja, dasar bodoh " kata elena ketus.


untung nya kau itu kekasih leon, kalau tak aku sudah mencabik cabik dirimu elena! kata axel kesal dalam hatinya.


" Jangan pernah sentuh elena sehelai rambut pun, kalau tak aku akan membunuhmu~ " tiba tiba leon datang dan berbisik di telinga elena.


" Wuaa!! b-bagaimana kau bisa tahu apa yang sedang aku pikirkan, jangan jangan kau.. "


" Bodoh! memangnya aku ini peramal! aku tahu apa yang dipikirkan oleh orang orang lewat ekspresi nya, hoho aku ini memang berbakat! " kata leon dengan sombong.


lagi lagi menyombongkan dirinya, dasar! kata axel dalam hatinya lagi.


BEL MASUK PUN BERBUNYI...


Wali kelas memberi tugas kepada leon unutk mengantar chelsea berkeliling sekolah, karena dia masih baru dan belum terbiasa di sekolah ini.


" Leon! ayo kita berkeliling sekolah! " kata chelsea dengan genit seperti biasa


ukhh!! lagi lagi dia mendekati leon! apa apaan dia! kata elena sambil mengepalkan tangannya.


leon yang melihatnya tahu apa yang sedang di pikirkan elena, dia langsung mengelus kepala elena dan berkata,


" Tenang saja, aku akan menjadi diriku, jadi jangan khawatir lagi ya, kalau ada apa apa langsung beri tahu aku, selama aku mengantar dia berkeliling sekolah jaga kelas ya " pesan leon sambil tersenyum.


" I-iya, tapi kau harus janji jangan terlalu dekat dengannya, ok? " elena mengeluarkan jari kelingking untuk berjanji seperti anak kecil.


" janji! " leon pun membalasnya dengan jari kelingking juga.


cih! liat saja nanti elena, aku akan merebut nya! kata chelsea dengan licik.


" Ayo leon! jangan lama lama, takutnya bel istirahat berbunyi! " katanya sambil menggandeng tangan leon.


lagi lagi dia berulah.


" Uhm, tolong lepaskan tangan ku, kita ini sedang di sekolah, jangan bertingkah seperti itu " kata leon sambil melepas tangannya dari chelsea.


" Teman teman, aku titip kelas pada kalian! ingat, kalau sampai terjadi apa apa langsung lapor padaku! hari ini elena yang akan memegang kelas, karena dia wakil ketua kelas, kalau begitu aku pamit undur diri " kata leon dengan tegas dan langsung berkeliling sekolah bersama chelsea. Kebetulan para guru sedang rapat, makanya kelas diserahkan pada ketua kelas masing masing.


" Apa dia akan baik baik saja, aku harap chelsea tak menggoda nya " kata elena khawatir.


" Tenang saja, kau harus percaya pada leon, jangan khawatir " kata mia menenangkan.


POV LEON DAN CHELSEA...


Sekarang leon dan chelsea sedang berada di Koridor, leon dengan teliti memberi tahu dan memperkenalkan satu satu ruangan dan kegunaannya.


Aku harus menunggu waktu yang tepat untuk menjalankan rencana itu! lihat saja elena aku akan menaklukkan leon.


.


.


" Hah~ aku malas sekali kalau berolahraga, lebih baik aku di dalam kelas untuk tidur " kata Mia


" Hei! kau seharusnya bersyukur hari ini tidak ada guru olahraga yang galak itu, karena para guru sedang rapat, jadi kita akan berolahraga bebas, lakukan apa yang ingin kau lakukan selama berolahraga "


" Kalau begitu aku boleh tidur di kelas kan? " tanya mia


" Hei! itu kan bukan berolahraga " kata elena


" Tapi tadi kau bilang, lakukan apa yang ingin kau lakukan, kalau begitu aku ingin tidur saja "


" Tidur tidur dan tidur, kau ini seperti tak punya tujuan hidup saja " ceramah elena


" Aaaaa aku tak dengar, tak dengarrr~ " kata Mia sambil menutup telinganya.


BRAKKK!!


" Hei, kau dengar itu tak Mia, ada suara jatuh di ruang UKS "


" Sudah kubilang aku tak dengar, aku tak de- "


" Hei elena kau dimana? Hei Jangan tinggalkan aku dong" lanjut Mia " Hei elena kau kenap- " baru saja mau melanjutkannya, tapi tiba tiba ada satu pemandangan yang tak diinginkan.


" Huwaaa!! leon!! chelsea!! apa yang kalian lakukan di sini!! " teriak chelsea.


posisinya sekarang adalah chelsea berada di atas tubuh leon karena tadi mereka terjatuh, mungkin ini bagian dari salah satu rencana licik chelsea.


" A-ah ini tak seperti apa yang kalian lihat kok, tadi leon sedang mengambil sesuatu tapi barang nya terjatuh dan aku ingin menolongnya tapi malah seperti ini " kata chelsea sambil berdiri dari atas leon.


" E-elena, kau sedang apa di sini, apa kau butuh sesuatu? " tanya leon dan langsung menghampiri elena sambil memegang tangannya.


" Elena percayalah padaku, ini tak seperti apa yang kau lihat, aku hanya- "


belum selesai berbicara, elena langsung langsung melepaskan genggaman leon. air mata nya ingin keluar, pikirannya mulai kacau, hanya dengan melihat leon seperti itu saja hati nya sangat terluka, sungguh gadis yang polos sekali.


" E-elena? " tanya leon khawatir.


" Elena kumohon percayalah padaku, ini bukan seperti apa yang kau lihat, aku hanya ingin mengambil barang dan terjatuh tapi ada chelsea di situ, makanya jadi seperti ini, kumohon percaya- "


" Cukup! " kata elena.


" Elena, sudahlah lagian itu hanya kebetulan kok " kata Mia " Percayalah pada le- "


" Sudah kubilang, cukup! aku tak perlu penjelasan lagi! karena aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri! aku..aku benci! aku benci kalian! " katanya, lalu dia pergi sambil berurai air mata, dia sudah tak kuat lagi, baru saja seperti ini, tapi rasanya sakit sekali.


Mia pun langsung mengejar elena, tak ketinggalan leon pun juga ikut, mereka berdua khawatir pada elena.


Tunggu saja elena! ini belum semua nya, akan kau buat kau menderita lebih dari ini!


.


.


elena sudah berlari jauh, dia sedang berada di bawah pohon. dia jatuh terduduk, menangis tersedu sedu, dan mengingat apa yang baru saja dia lihat tadi.


" Hiks.. K-kenapa, kenapa lagi ini, apa yang barusan tadi aku lihat? itu hanya mimpi kan? tak mungkin leon seperti itu kan? ayolah kumohon, elena bangunlah dari mimpimu! ayo bangun! " kata dia sambil memukul kepala nya, mencubit pipi nya berharap kalau tadi itu adalah mimpi


" Ini bukan mimpi ya? kenapa di sekitarmu buram? kenapa kepala ku pusing sekali? "


lama lama penglihatan elena kabur, dan akhirnya...


**BRAKK!!


TO BE CONTINUED**....