ALWAYS BY YOUR SIDE

ALWAYS BY YOUR SIDE
Kencan



HARI MINGGU PUN TIBA....


Elena bangun sangat pagi karena dia harus bersiap siap untuk pergi kencan bersama Leon. Dia sangat bersemangat, mulai dari memilih baju, sepatu, gaya rambut, bahkan make up yang dia pakai pun, dia sangat teliti memilihnya. Ibu nya heran melihat anak nya itu. Kenapa dia terlalu bersemangat hari ini? Bukankah biasanya dia selalu lemas dan lesu? Kenapa hari ini begitu bersemangat?


Akhirnya elena selesai bersiap, dan dia turun kebawah untuk sarapan. Ayah dan ibunya heran melihat anak nya itu.


"Elena? Kenapa hari ini kau begitu bersemangat? Dan kenapa baju mu rapi? Kau ingin pergi kemana?" Tanya ibu nya.


"Ibu, ayah...Hari ini aku ingin pergi bersama leon. Boleh kan?" Kata elena sambil tersenyum dan memohon.


Setelah mendengar ucapan dari anak nya tersebut, mereka berdua saling bertatap muka. Dan langsung tertawa kecil. Elena yang melihatnya merasa keheranan.


"Boleh kok sayang, tapi jangan pulang larut malam ya, dan jaga diri mu baik baik" Kata ibu elena.


"Kau ingin pergi kencan bersama leon ya?" Kata ayah nya menjahili anaknya.


Elena yang mendengar itu, wajahnya langsung memerah karena malu.


"A-ayah!! Bukan begitu.. Aku hanya... " Jawab elena gugup.


.


.


"Bercanda sayang, hihi.. Jaga diri mu baik baik ya" Kata ayahnya tertawa geli.


Elena mengangguk dan langsung menghabiskan sarapannya. Setelah itu dia pamit kepada orang tuanya untuk berangkat. Leon pun sudah menunggu di depan rumah elena. Elena pun berangkat. Orang tuanya sangat senang sekali melihat anak nya seperti itu.


"Ternyata dia sudah besar ya" Kata ibunya.


"Yah, tak kusangka cepat sekali dia beranjak dewasa." Kata ayahnya.


.


.


DI MOBIL...


"Hei Leon kau belum memberi tahu kepadaku kan, kalau kita ingin pergi kemana. Ayolah beritahu aku sekarang. Aku sangat penasaran." Kata elena penasaran.


"Sudahlah liat saja nanti, kau ini banyak bertanya." Jawab Leon yang membuat elena semakin penasaran.


"Kau ini!" Kata elena kesal, dan langsung melipat tangannya sambil menggembungkan pipinya. Wajahnya lucu sekali. Leon yang melihatnya saja tertawa geli karena tingkah sang kekasihnya itu.


"Kau lucu sekali sih hahaha, rasanya ingin ku cubit pipi mu itu tahu." Kata Leon gemas.


SESAMPAINYA DI TEMPAT KENCAN...


Leon pun menutup matan elena menggunakan kain penutup mata, setelah itu dia menuntun elena untuk berjalan ke tempat tersebut. Setelah sampai Leon membuka penutup kata elena. Dan elena pun kaget, sangat indah sekali tempat itu.


"Uwaaa!! Indah sekali!! Leon ini benar benar sangat cantik!!" Kagum elena. Leon mengajak elena pergi ke taman indah, yang sudah di pesan oleh Leon sebelumnya. Di sana ada bunga bunga yang cantik dan harum sekali, di sekeliling taman ada serangkaian bunga juga, dan di tengah taman yang cantik itu ada bangku dan kursi untuk makan.


"Ini belum seberapa elena, aku akan mengajakmu ke tempat lain loh, tempat ini akan kita nikmati terakhir, ayo kita masuk ke mobil lagi." Ajak Leon.


"Mau kemana lagi? Memangnya kita akan pergi kemana? Ini saja sudah cukup leon" Kata elena.


"Sudahlah ikut saja." Kata Leon, dan elena hanya bisa pasrah.


Dan ternyata Leon mengajak elena ke tempat bioskop, kebetulan juga disana sedang ada film yang bagus. Leon memesan 2 tiket untuk mereka berdua. Dan mereka pun menonton filmnya. Beberapa jam kemudian film nya selesai dan mereka berdua keluar dari bioskop.


"Seru sih.. Tapi...itu terlalu seram Leon! itu terlalu seram untukku bodoh! pasti nanti malam aku tak bisa tidur." Kata elena, Leon sangat licik, dia sengaja memesan film horror supaya nanti ketika elena ketakutan, dia bisa memeluk Leon. Dan strategi itu pun berhasil.


"Tenang saja, nanti malam aku akan menemanimu tidur. Jadi tak usah khawatir." Kata kata itu membuat wajah elena memerah karena malu dan kaget.


Apa maksudnya? Menemaniku tidur? Berarti....Uhh tidak tidak, apa yang kau pikirkan elena


Katanya sambil menggeleng geleng kan kepalanya. Leon yang melihat nya tertawa geli.


"Aku bercanda sayang, hahaha kau sangat lucu deh, menggemaskan!" Kata Leon sambil mencubit pipi elena.


"Hei! kau ini! jangan cubit pipiku dong! sakit nih!" kata elena.


"hahaha iyaiya maaf sayang" kata Leon dan langsung memeluk elena di tengah keramaian, dan mengundang banyak perhatian orang.


"Leon jangan memeluk ku di sini dong, lihatlah ada banyak orang di sini tahu!" kata elena berbisik di tengah pelukan Leon.


Leon pun menarik tangan elena ke mobil dan pergi ke tempat selanjutnya. yaitu, taman bermain. setelah itu mereka pergi ke taman yang tadi untuk makan malam. setelah kenyang mereka pun pulang. elena sangat senang dan beruntung hari ini karena Leon menyisihkan waktu untuknya. hari ini adalah hari paling spesial dalam hidupnya. begitu katanya dalam hati.


DI PERJALANAN PULANG...


"emm Leon..." kata elena gugup, seperti nya dia ingin berterima kasih pada Leon untuk hari ini, tapi dia malu sekali.


"sama sama" kata Leon.


"Eh! kau.. kau kenapa tau kalau aku ingin bilang-" sebelum melanjutkan kata kata nya Leon langsung menyela nya.


"terimakasih kan? aku tau kau ingin bilang terimakasih untuk hari ini. iya kan?" kata Leon, benar benar cowok yang peka sekali, tipe idaman para wanita.


"ba-bagaimana kau bisa tahu kalau aku ingin mengucapkan terimakasih?" tanya elena bingung.


"karena aku adalah pacarmu, tentu saja aku tahu, bahkan aku tahu apa yang sekarang sedang kau rasakan loh" jawab Leon sok sok an.


elena yang mendengarnya hatinya pun langsung berdebar, karena mungkin saja leon tahu kalau sekarang dia sedang malu. jantung nya berdegup kencang.


"bo-bohong! mana mungkin kau tahu isi hatiku ini! memangnya kau ini peramal yang bisa meramal hati orang" kata elena, semakin malu.


"sudah kubilang kan aku ini pacar mu, makanya aku tahu apa yang kau rasakan sekarang." kata Leon


"memangnya apa yang aku rasakan sekarang? jawab aku?"


"jantung mu berdegup kencang karena aku berkata begini kan, itu tandanya kau suka padaku. benar kan?"


"da-dari mana kau tahu itu! mana ada jantung ku berdegup kencang!" kata elena mengelak


"benarkah? ayolah jujur saja, lihatlah wajah mu memerah, itu tandanya kau menyukai ku, dan ketika berada di depanku kau sangat malu, sampai hatimu berdegup kencang."


"Leon! berhenti menggodaku, kau ini licik sekali" elak elena.


percuma saja elena, berapa kali pun kau mengelak, kau tak akan pernah lepas dari ku.


akhirnya perdebatan itu berakhir dengan Leon yang mengalah, setelah perdebatan panjang itu, elena pun tidur di tengah perjalanan. karena jarak dari rumah mereka ke tempat berkencan tadi cukup jauh, jadi masih ada waktu untuk beristirahat di tengah perjalanan.


tapi tak disangka ketika kmereka sampai di rumah elena, ada seseorang dirumah elena, bukan seorang tapi 2 orang. siapa mereka?


ketika Leon dan elena melihat mereka berdua, mereka terkejut?!


siapakah mereka?....