
ESOK NYA...
"Huahhhh~ jam berapa sekarang?" tanya elena sambil mengucek matanya dan melihat jam di dinding kamarnya.
"Elena?! bangunnnn?! sudah pagi!" teriak ibunya
"Iyaaa!" teriak elena malas.
seperti biasa setelah mandi, elena sarapan bersama keluarganya, dan tak lupa juga memberi makan Rachel, kelinci putih kecilnya. lalu elena berangkat ke sekolah nya bersama Mia. kebetulan Mia menjemput elena, makanya berangkat bareng.
sampai di sekolah, elena bukannya masuk kelas dia malah mencari Leon. elena dan Leon juga satu kelas. tapi kenapa dia tak ada di kelasnya? apa dia sibuk lagi?
tak habis cara, elena bertanya kepada sahabat leon, yaitu axel.
"Hei bodoh! kau lihat Leon tak" sambil melipat tangannya, sepertinya elena benar benar marah karena dia selalu saja sibuk.
"apa yang kau maksud bodoh! dasar bodoh!" ya ampun axel, dia tak mau kalah dengan elena.
"bukankah kau yang bodoh! dasar bodoh!" elena tambah kesal dengannya.
"huh! menyebalkan kau! kalau ingin bertanya, setidaknya pakai nada yang lembut, dan kata kata kasarmu itu kurangi sedikit~" tadinya axel ingin marah kepada elena, tapi nanti dia bakalan dimarahi Leon karena sudah memarahi kekasihnya itu.
huh dasar! kalau dia bukan elena, pasti dia sudah ku cekik daritadi! lagian si bodoh itu kemana sih! setidaknya kalau mau pergi bilang dulu dong sama kekasihnya ini!
FLASHBACK ON
"Hei axel, mulai sekarang aku titip elena ya, karena aku sudah mulai sibuk, terutama tugas yang diberikan guru menjengkalkan itu. apalagi sekarang aku sudah jadi ketua OSIS makanya aku semakin sibuk, di tambah lagi ekskul basket. huh! merepotkan" Leon sepertinya sudah mulai lelah dengan pekerjaan nya itu. ditambah lagi dia adalah murid kepercayaan guru nya di sekolah.
"Hei, aku tak ingin elena dititipkan padaku, dia itu merepotkan tahu tak! lagian memangnya dia anak kecil dititipkan padaku!" kata axel malas, sambil memainkan HP nya itu.
"kumohon~ selama aku sibuk saja, oke? aku tak ingin dia kenapa napa" Leon takut elena kenapa napa, dia takut kalau gadis yang di cintainya itu kenapa napa.
"hmmm~" gumam axel
"ayolah~ kumohon~" pinta Leon kepada axel. axel adalah sahabat kepercayaan Leon. makanya, mereka itu akrab sekali.
"baiklah, akan kulakukan tapi ada syaratnya, kau harus mengerjakan PR ku selama sebulan. oke?" perjanjian nya boleh juga.
"baiklah, yang penting kau jaga elena. kalau dia kenapa napa beritahu aku. awas saja kalau terjadi apa apa padanya. kau harus menanggung akibatnya!" ancam Leon, Leon orang yang dingin kepada orang lain tapi dia itu tipe yang sangat penyayang kalau berada di dekat orang yang dicintainya, terutama elena. baginya, elena itu sama seperti matahari dalam hidupnya. bagi dia elena itu sudah seperti orang yang berharga baginya. dia sangat menyayangi nya, dia tak ingin kehilangan dirinya.
"Ok! deal!" mereka berdua berjabat tangan, tanda kalau mereka sudah menyepakati perjanjian tersebut.
FLASHBACK OFF
"Hei~ kau belum menjawab pertanyaan ku, dimana Leon? kau kan sahabat dekat nya" tanya elena. sepertinya dia mulai cemas.
"Leon sedang sibuk, kau tak usah mengkhawatirkan nya. dia akan baik baik saja kok." kata axel dengan santai. dia terlalu santai, kadang ke santai an nya itu membuat nya ceroboh. merepotkan!
"kau tak bisa bilang kalau dia itu baik baik saja, apa kau tau kalau dia sudah makan? apa kau tau kalau dia sedang lelah? kalau nanti dia pingsan bagaimana? atau kalau nanti dia sakit? apa kau mau mengurusnya? tidak kan?!" elena semakin marah dan cemas kepada leon. lagi lagi...
lagi lagi pikiran nya bercampur aduk. kesal dan cemas serta sedih. itu yang dirasakan nya sekarang. kenapa? kenapa Leon selalu saja begini! setidaknya kalau dia sibuk dia harus bilang padaku, tapi kenapa dia tak pernah mengatakannya padaku? kenapa?!
Bel masuk berbunyi dan jam pelajaran pun dimulai. setelah itu Bel istirahat berbunyi, siswa berhamburan keluar kelas untuk istirahat. lelah nya...
"elena? kau mau makan apa?" tanya Mia yang menyadarkan lamunannya itu.
"ahh tak usah. rasanya aku tak selera makan hari ini. kau saja, aku ingin duduk di sana." kata elena lesu.
"elena... "
sudahlah elena, kau jangan menyiksa dirimu seperti ini terus. kau berhak bahagia! kata Mia dalam hati nya.
"Hei bodoh! ini semua gara gara kau!" tunjuk elena kepada axel. "gara gara kau elena jadi seperti itu! keterlaluan!" kenapa sekarang jadi mia yang marah marah.
hari ini benar-benar hari sial axel. dia harus mendengarkan 3 ocehan teman teman nya itu. Menjengkelkan!
"Tak usah menyalahkan ku, ini demi kebaikan elena. kau tau kenapa Leon tak memberi kabar kepada elena?....." axel menjelaskan
POV elena
DI TOILET..
"Leon.. kau dimana sih!.. kenapa? kenapa? aku... aku sangat sangat benci pada diriku yang tidak berharga dan berguna ini! sangat benci!"
rasanya elena ingin menangis sekencang kencangnya. tapi dia tak punya tempat, tempat dimana dia bisa mencurahkan segalanya, biasanya ada Leon tapi sekarang? sekarang tak ada.
.
.
.
kepala elena rasanya pusing sekali, kaki nya mulai lemas karna tadi dia terlalu banyak menangis sambil duduk di kursi toilet. rasanya benar benar kacau! tak tahu harus kemana lagi.. seperti tak punya tujuan hidup sama sekali. benar benar sudah tak kuat! akhirnya elena jatuh pingsan di lorong koridor sewaktu istirahat. lorong koridor itu jarang sekali di lewati, hampir tak ada sama sekali yang lewat di situ. tapi kebetulan ada satu orang yang lewat..... lagi lagi orang itu....
.
.
"hm? orang itu kenapa? apakah dia pingsan? seperti nya ada yang tak beres." kata Leon menghampiri nya. ya benar orang yang kebetulan lewat adalah Leon. kebetulan sehabis menjalankan tugas sebagai ketua OSIS dia lewat ke situ untuk mengambil barang. tapi tak disangka dia bertemu dengan orang di situ.
setelah menghampirinya, Leon langsung melihat wajahnya yang tertutup karena rambut nya. dia pun terkejut karena ternyata orang itu adalah elena.. dia sangat terkejut. kini wajahnya berubah menjadi cemas.
"e-elena! apa yang terjadi padamu! Hei bangun! elena!" tak kunjung bangun juga, Leon pun langsung menggendong elena menggunakan gaya ala pengantin.
"badan nya panas sekali, wajah nya pucat. apa yang terjadi padamu elena! kumohon bertahan lah!" Leon semakin cemas. dia langsung berlari menuju ke UKS. dan langsung menyerahkannya pada dokter UKS untuk memeriksanya.
.
.
kini Leon berada di samping elena yang tertidur di ruang UKS. dia memegang tangan elena yang dingin. dia mengelus wajahnya dengan lembut
wajah nya lucu sekali kalau sedang tertidur hihi~ gumam Leon.