
"Tidak, tidak apa yang kau pikirkan leon!" katanya sambil menggeleng geleng kan kepalanya.
selang beberapa menit kemudian, elena pun sadar. dia membuka matanya perlahan, dan melihat ada seseorang di depannya...
"L-leon!" elena langsung memeluk Leon "k-kau kemana saja! aku... aku sangat khwatir padamu!" lanjutnya dan meneteskan air matanya. kini hatinya sudah lega, dia sudah bisa menangis sepuasnya.
"maafkan aku elena, aku tak bermaksud untuk membuatmu khawatir. aku hanya tak ingin kau cemas padaku" kata Leon sambil mengusap air kata elena.
"tapi.. aku.. aku juga butuh perhatian mu Leon! aku juga ingin di perhatikan olehmu. setidaknya kalau kau ingin pergi, kau harus bilang padaku agar aku tak cemas!" kata elena mengeluarkan air matanya lagi.
"maaf... " hanya kata itu yang dapat keluar dari mulut Leon. baru pertama kalinya dia melihat elena se emosional ini. dia tak tahu harus mengatakan apa. dia bingung. hatinya merasa salah, karena sudah membuat gadisnya itu menangis karena dia.
hening terjadi di antara mereka beberapa menit. namun elena langsung memecahkan suasana hening tersebut.
"Leon.." ingin melanjutkan nya tapi terasa berat di bibir elena.
Leon tau apa yang akan di katakan elena. dia pun langsung menjawabnya.
"Hei~ apa hari minggu ini kau sibuk?" tanya Leon.
"tidak juga, emm memangnya kenapa?" elena sedikit bingung.
"syukurlah, rencananya aku akan mengajakmu kencan. kau mau kan?" tanya Leon sambil tersenyum.
"eh? benarkah?! mau sekalii!!" kata elena dengan semangat dan tersenyum.
"tentu saja! kalau begitu nanti hari minggu aku tunggu di depan rumah mu. oke?"
"baiklah!" kata elena lagi
elena yang tadinya cemas dan menangis sekarang wajahnya sudah cerah lagi berkat Leon. Leon pun tersenyum lega melihat itu.
"lihat saja nanti" kata Leon membuat elena semakin penasaran. kalau begitu aku akan beli makan siang dulu di kantin, kau belum makan kan? kau mau makan apa?" tanya Leon, sepertinya mood nya sudah naik lagi karena melihat elena tersenyum.
"aku sama saja denganmu, oh iya pelajaran selanjutnya bagaimana? bukankah seharusnya kita sudah masuk kelas?"
"tenang saja, aku sudah meminta izin kepada guru tadi. jadi kau bisa beristirahat, aku akan menemani mu kok." tentu saja sangat mudah meminta izin bagi Leon karena dia adalah murid kepercayaan Guru guru di sekolah.
setelah itu Leon pergi ke kantin untuk membeli makan siang sedangkan elena di suruh beristirahat di UKS.
.
.
.
"emmm!! enakk!! spaghetti nya enak sekali!!" kata elena. spaghetti adalah makanan favorit elena. sedangkan Leon dia menyukai nasi goreng. apalagi nasi goreng yang di buat ibunya, dia sangat suka sekali!
KEESOKAN HARINYA...
elena berangkat pagi hari ke sekolah dengan wajah yang cerah seperti matahari. mungkin karena dia senang Leon akan mengajaknya pergi kencan.
Mia heran melihat tingkah aneh sahabat nya itu. biasanya dia melihat elena berangkat dengan wajah lesu dan cemas. tapi entah kenapa hari ini dia begitu semangat.
"hei elena! kau kenapa? kelihatannya senang sekali" tanya Mia keheranan.
namun elena tak menghiraukan nya dia malah duduk ke bangkunya dan langsung membaca buku sambil tersenyum cerah.
apa apaan anak itu. menjengkelkan!
kata Mia dalam hati nya.