ALWAYS BY YOUR SIDE

ALWAYS BY YOUR SIDE
[ POV YEON ] Membantu Leon dan elena!!



" Hufft, untung tadi malam aku belajar sedikit, jadi ada soal yang bisa ku kerjakan " kata Mia lega.


" Walupun hanya sedikit~ " kata Elena yang datang tiba tiba dari belakang.


" Yang penting mengerjakan " kata mia lagi


" Akhirnya selesaiii jugaaa, Susah sekali soalnyaaaa " kata axel yang baru selesai mengerjakan juga di susul oleh yeon dan leon.


" Benarkah? aku pikir soal tadi itu diambil dari pelajaran yang kita pelajari sebelumnya " kata yeon


" Walau begitu, axel tak akan bisa mengerjakan, karena dia bodoh " kata leon sambil menepuk pundak axel


" Uhuk! sakit bodoh! " katanya sambil batuk menutup mulutnya.


Yeon dan Mia hanya bisa tertawa geli melihat mereka seperti itu, tapi elena? elena hanya bisa diam saja, dia juga ingin tertawa tapi..


" Leon! bagaimana latihannya? apakah sulit? " tanya chelsea yang tiba tiba datang dan mendekati leon.


Leon pun segera menjauh dari chelsea, dia sudah sangat kesal dengan apa yang dilakukan chelsea. mungkin sifat asli leon akan keluar.


" Chelsea, sebaiknya kau jangan mendekati leon lagi, kau tahu kan dia sudah punya kekasih, jadi aku minta tolong jangan dekati dia lagi " kata yeon membantu leon.


jujur saja yeon, axel dan leon adalah saudara dekat, karena nenek mereka bersaudara, makanya mereka bertiga berteman sekaligus bersaudara.


" Aku setuju dengan apa yang di katakan yeon, sebaiknya kau cari cowok lain saja, jangan dekati leon lagi " kata axel


" Dan jangan pernah sakiti elena lagi, karena kalau kau berani menyakiti sahabatku, aku tak akan segan segan juga menyakiti mu! ingat itu " ancam Mia.


sekali lagi chelsea sekarang benar benar terpojok, dia sudah tak bisa melawan lagi, dia pun segera berlari pergi meninggalkan mereka, sepertinya dia harus membawa teman juga, agar bisa membantunya, sungguh sangat licik~


.


.


" cih! aku kalah lagi! baiklah~ kalau itu mau kalian aku juga akan melayani nya dengan senang hati " kata chelsea dengan licik.


SEMENTARA ITU...


" Terimakasih kalian tadi sudah membantuku " kata leon


" Sama sama, tenang saja leon, aku akan membantu mu dengan senang hati, lain kali kalau kau butuh bantuan bilang saja padaku " kata yeon


" Tentu saja, mungkin ke depannya aku akan meminta bantuan mu lagi " kata leon


Tiba tiba datang 1 anak yang memanggil leon untuk menyampaikan pesan.


" Hei ketua OSIS, tadi kau dipanggil ke ruang guru, katanya kau di suruh menjalankan tugas lagi " kata anak itu, sepertinya Leon akan sibuk lagi.


" Hufft, baiklah, tiada hari tanpa tugas " kata leon


" Oh iya, elena aku ke ruang guru dulu ya, kalau kau butuh bantuan bilang saja padaku ok? " lanjut leon


tapi elena malah menunduk, mungkin dia kecewa karena leon selalu sibuk, elena pun berlari pergi ke koridor.


" Sudah, biar aku saja yang mengejarnya, laksanakan lah tugas mu dulu, aku akan menjaganya " kata yeon


" Baiklah, terimakasih yeon, aku mengandalkan mu, ayo axel! ikut aku, kau juga Mia "


" Hei kenapa harus kami? bukankah hanya kau saja yang dipanggil? " tanya mia.


" Hah? astaga Bu hani, tugas apalagi sih? " keluh axel


" Sudahlah ayo kita ke sana bersama, sekali lagi terimakasih yeon, jaga baik baik elena ya! "


leon menarik tangan axel dan mia ke ruang guru untuk melaksanakan tugas, sedangkan yeon berlari mengejar elena, mereka berlari berlawanan arah, yeon ke kanan, dan mereka bertiga ke kiri.


.


.


Elena berhasil lari, dia bersembunyi di ruang Lab, dia masuk ke ruang Lab dan langsung menutup pintu, setelah itu dia jatuh terduduk lalu menangis lagi. apa? menangis lagi? benarkah? entah kenapa akhir akhir ini Elena sering menangis, sejak kejadian itu.


Di Koridor ini hanya ada satu ruangan yaitu, ruang Lab, jadi mungkin Elena bersembunyi di sini kata yeon dalam hatinya sambil menghadap ke ruang Lab, dia bisa mendengar Elena yang menangis.


" Aku ini kenapa sih? cuman begini doang saja nangis, dasar cengeng! " bentak Elena kepada diri nya sendiri


" Kalau kau ingin menangis, menangis saja, curahkan semua apa yang kau rasakan, itu bisa membuat lega hatimu " teriak yeon dari luar yang membuat Elena mendengarnya.


" Y-yeon?! sejak kapan kau di situ!? kau mengikuti ku?! " tanya Elena sambil teriak dari dalam Lab.


" Aku mengejarmu karena aku khawatir denganmu, aku ingin membantu mu " kata yeon


" Kau sendirian? dimana orang itu? " tanya Elena.


" Orang itu? maksudmu leon? kau lupa dia kan sedang menjalankan tugas sebagai ketua OSIS " ujar yeon


" Huh, benarkah, maaf aku lupa, mungkin karena terlalu sibuk memikirkan hati ku yang sedang sakit ini, aku jadi lupa apa yang di lakukan oleh kekasih ku sendiri, benar benar kekasih yang payah! " kata Elena memaki dirinya sendiri.


" Hei~ Jangan pernah menyalahkan dirimu seperti itu, wajar saja kalau seseorang sedang sakit hati dia pasti ingin sekali di perhatikan, tapi cobalah sedikit untuk memahami perasaan orang lain juga, kau tahu mungkin leon juga sudah lelah dengan apa yang di dapatkan sekarang, seperti tugas nya menjadi ketua OSIS, tapi dia tetap bersabar, dia terus menjalankan semuanya dengan senang hati " kata yeon menasehati.


" Di sisi lain dia juga harus menjaga dan memperhatikan kekasih tercinta nya " lanjut yeon


kata kata yeon tadi membuat Elena menangis tersedu sedu, kali ini air matanya benar benar mengalir deras, baik air terjun, begitulah sebutannya.


Menangis lah Elena, menangis lah sebanyak yang kau bisa, karena itu bisa membuat masalah mu berkurang.


.


.


Hari sudah sore, Elena masih saja menangis, yeon pun masih menunggu nya di depan pintu ruang Lab sambil duduk. beberapa menit kemudian, yeon sudah tak mendengar lagi suara tangisan. apakah Elena kelelahan karena daritadi dia terus menangis?


yeon pun masuk kedalam ruang Lab, dan benar saja ternyata Elena tertidur karena lelah menangis terus.


yeon pun segera menghampiri Elena yang tertidur di samping meja Lab, yeon melihat wajah Elena yang tertutupi rambut nya, wajah Elena sangat cantik, wajahnya yang tenang ketika tertidur itu bak putri tidur yang tak bangun lama sekali. kalau begini mungkin yeon akan suka juga pada Elena.


Tentu saja banyak sekali cowok yang suka pada Elena, selain pintar Elena juga cantik, dan berbakat dalam segala hal, tapi walaupun begitu Elena itu gadis yang polos, kalau dilihat dari luar nya sih, tapi kalau diliat dari dalam? belum ada yang tau sifat asli Elena kalau dia sudah marah. Bahkan leon sekalipun belum pernah melihatnya, hanya mama dan papa Elena saja yang mengetahui nya. memang ya kalau seorang wanita sudah marah, Bumi ini mungkin akan hancur berkeping keping. lanjut ke cerita yeon dan Elena.


" Elena~ leon beruntung sekali memiliki dirimu " kata yeon sambil mengelus pipi elena


" kalau begini terus aku tak bisa tak memiliki mu " lanjut yeon lagi.


Hah? apa maksud yeon? apakah yeon ingin menikung leon dengan terang terangan? atau apakah dia ingin membuat rencana supaya Elena membenci leon?


TO BE CONTINUED....